Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
promo tersiksa rasa / dendam yang salah


__ADS_3

Pagi hari Arjun menjemput Alika dan membawa Alika ke butik, hari ini mereka akan mencoba baju yang akan mereka pakai untuk acara pernikahan nanti.


Saat melihat Alika memakai gaun pengantin, Arjun tak bisa berkedip memandang calon istrinya itu.


"kau adalah gambaran kesempurnaan" Arjun


"kau sangat berlebihan" jawab Alika


Untuk saat ini Alika belum memiliki perasaan kepada Arjun, tapi dia berusaha membuka hatinya karena mereka sebentar lagi akan menjadi pasangan.


Reyhan baru saja tiba di rumah Toni. Reyhan memarkirkan mobilnya.


Tok tok tok


Reyhan mengetuk pintu rumah Toni.


Tak menunggu lama akhirnya Toni membuka pintunya


"mencari siapa? " Toni


"apakah ini rumah pak Toni" Reyhan.


"iya, ini rumah saya dan saya adalah Toni


ada keperluan apa mencari saya? " Toni


"ada yang ingin saya bicarakan, bisakah kita bicara di dalam saja" Reyhan


"mari kita bicara di sana saja" tunjuk Toni ke salah satu bangku yang ada di halaman rumahnya.


Reyhan menurut dan mengikuti langkah Toni menuju ke bangku itu


"apa yang ingin anda bicarakan? " Toni


"saya ingin melamar putri anda untuk menjadi istri bos saya" kata Reyhan langsung ke intinya


Toni terperangah,bukankah biasanya melamar itu adalah tugas dari orang tua


baru kali ini ada karyawan yang melamar seorang wanita untuk menjadi istri bosnya.


"aku tidak mengerti apa yang mau maksud anak muda" Toni.


"putri anda adalah Alika Qirana ? " tanya Reyhan


"ya dia putriku" Toni


"bosku tertarik padanya dan ingin menjadikan dia istrinya maka dari itu dia mengutus aku datang ke sini untuk melamar putri anda" Reyhan


"sepertinya anda salah alamat, putri saya Alika sudah bertunangan dan sebentar lagi dia akan menikah dengan pengusaha yang kaya jadi jangan berharap dia bisa menjadi istri bos anda" jawab Toni sambil beranjak pergi meninggalkan Reyhan yang masi duduk di sana.


"Lewis Alexander" kata Reyhan menyebut nama bosnya itu


Toni berhenti melangkah dan membalikkan badannya.


"kau pasti pernah mendengar nama yang aku sebutkan tadi, dia adalah bosku dan aku datang ke sini untuk melamar putrimu menjadi istri seorang Lewis Alexander" Reyhan


Toni kembali mendudukkan bokongnya di kursi tadi.


"apa yang kau masud tadi adalah pemilik perusahaan LWX?" tanya Toni


"ya, kau benar dia adalah pemilik perusahaan LWX. kau bisa meminta apa saja tapi kau harus menikahkan putrimu dengan dia" Reyhan


"tapi putri ku sidang bertunangan dengan orang lain" kata Toni mengingat dulu dia juga yang memaksa Alika untuk bertunangan dengan Arjun.


"Arjun pratama, apakah dia laki laki yang akan menikah dengan putri mu?" Reyhan.


Toni mengangguk mengiyakan perkataan Reyhan


Reyhan mengangkat koper yang ia bawa dari tadi.


dia meletakkan kotor itu di atas meja yang ada di depan Toni.


"koper ini berisi uang, tentu jumlahnya lebih banyak dari uang yang mau Terima dari Arjun" Reyhan


Toni terperangah mendengar penuturan Reyhan


"bagaiman dia bisa mengetahuinya" batin Toni


"kau bisa memiliki semua uang ini jika kau bisa menikahkan putrimu dengan bosku" Reyhan


Reyhan membuka koper itu dan menunjukkan isinya kepada Toni.


"apakah kau menginginkannya? " tanya Reyhan


mata Toni berbinar melihat apa yang ada di depan mata dia.


Toni berusaha memegang uang itu namun dengan dekat Reyhan kembali menutup koper itu.


"buat keputusanmu secepatnya" Reyhan


"aku setuju, aku akan menikahkan putriku dengan dia" kata Toni yang susah terhipnotis dengan yang yang ada di hadapannya.


"kau tidak perlu melakukan apa apa


kami yang akan mengurus semua persiapannya


kau cukup membawa putrimu datang ke tempat yang kami minta. setelah acara pernikahan selesai maka kau bisa memiliki uang ini " Reyhan


"dimana dan kapan? "tanya Toni tergesa gesa karena sudah tidak sabar untuk memiliki uang itu.


" di waktu dan gedung yang sama dimana Arjun akan menikahi putrimu"Reyhan


"maksudmu" Toni


"kau tidak perlu memberi tahu ini kepada siapa pun, biarkan Arjun mempersiapkan pernikahannya dengan putrimu" Reyhan.


"baiklah, aku akan menjalankan semua seperti yang kalian mau" Toni memandang senang ke arah uang yang ada di dalam koper yang di pegang Reyhan.


Hari ini Alex berangkat ke luar negri untuk mengunjungi adiknya Putri Zefania.


Setiap sebulan sekali memang dia selalu menyempatkan waktu untuk melihat keadaan adiknya itu.


Alex tiba di apartemen Putri, apartemen sederhana yang dia beli untuk adiknya itu.


Alex mengunakan masker dan topi agar orang lain tidak mengenali dia.


"kakak aku merindukanmu" teriak Putri dan langsung berlari memeluk Alex saat Alex baru saja masuk ke dalam apartemen itu.


"aku juga merindukan adik kecilku ini" kata Alex sambil membelai kepala adiknya itu.


"kau sedang buat apa? " tanya Alex karena melihat dapur sedang berserah karena ulah adiknya itu.


"aku sedang membuat kue untuk kakak tapi aku gagal padahal aku sudah mengikuti panduan di buku resep itu, sepertinya mereka salah membuat resep" kata Putri


"bagaimana kuliahmu di sini? " tanya Alex sambil berjalan ke arah sofa dan duduk di sana.


"kuliahku dan hari hari aku di sini semua berjalan lancar hanya saja aku sering merasa kesepian" Putri


Putri merasa kesepian karena disana hanya tinggal sendiri saja dan dia tidak memiliki banyak teman karena orang orang mengenal dia sebagai orang biasa jadi tak ada yang mau berteman dengan orang kalangan bawah seperti dia.


"maafkan kakak karena kakak takut kau menjadi incaran pesaing bisnis ku dan menjadikanmu sebagai alat untuk menjatuhkan aku.


seperti ini akan lebih baik untuk mu dan keselamatanmu akan terjaga " tutur Alex


"tapi sampai kapan akan seperti ini kak? hidup sendiri dan berjauhan dengan kakak sungguh membuat aku tersiksa" Putri


"sabar lah sebentar lagi, setelah kakak benar benar ada di puncak kesuksesan dan berhasil menjatuhkan mereka yang dulu menyakiti kita,


setelah itu kita akan menjalani hidup normal dan kau tidak perlu hidup sendiri lagi seperti ini" Alex


"kakak, bisakah kau melupakan itu semua? itu sudah lama berlalu. lupakan tentang semua dendam kakak, aku takut kakak sendiri yang akan terluka" Putri


"aku sudah berjanji kepada ibu dulu saat pertama meninggalkan rumah itu kalau aku akan membalas mereka semua" Alex


"tapi kakak" kata kata putri terhenti karena Alex lebih dulu memotong pembicaraannya


"sudah lah, aku tidak mau kita berdebat masalah ini" Alex


Alex pergi ke kamar dan menghubungi Reyhan.


"bagaiman persiapan di sana? " Alex.


"semua berjalan sesuai keinginan baginda" Reyhan


tanpa menjawab Alex langsung memutuskan sambungan telepon.


Sudah dia hari Alex di sana dan hari ini dia memutuskan untuk pulang karena dia tidak bisa mengambil libur lama lama serta hari pernikahan nya juga sudah dekat jadi dia memutuskan untuk kembali hari ini.


Setelah berpamitan kepada Putri, Alex kembali ke tanah air. Setelah pesawat yang ia tumpangi mendarat dia langsung ke makam ibunya.


Di makan ibunya dia bercerita tentang kehidupan yang ia jalani dengan adiknya Putri.


"Bu, hari ini aku datang ke sini sendiri karena Putri kuliah dan tak bisa ikut pulang bersamaku ke sini,

__ADS_1


kami hidup dengan baik Bu jadi tidak perlu mengkhawatirkan kami di sini.


Sebentar lagi aku akan menikah Bu,


aku tidak mengenal wanita itu dan aku juga tidak mencintainya, wanita itu adalah calon istri dari anak wanita yang telah merebut semua dari kita,


aku akan memulai semua dari sini.


Aku akan mengembalikan kepada mereka semua rasa sakit dan penghinaan yang dulu kita Terima


Mereka harus merasakan rasa sakit yang dulu mereka berikan kepada kita.


aku merindukan ibu" Alex masi saja menangis setiap mengunjungi makam ibunya.


Setelah puas melepas rindu dan bercerita dengan ibunya, Alex pergi meninggalkan pemakaman dan Langsung menuju kantornya.


Sampai di kantor Alex langsung di sambut dengan setumpuk kertas di meja kerjanya.


Alex mulai memeriksa laporan laporan dan berkas berkas itu.


bab 6


Hari pernikahan pun tiba.


Alika sedang bersiap siap di ruang rias pengantin.


Arjun juga sedang bersiap di kamarnya di bantu Lina.


"sebentar lagi anak ibu akan menikah" Lina


"hari ini aku sangat bahagia bu" Arjun


"ibu tau nak, semoga kau terus bahagian seperti ini. kebahagiaanmu adalah kebahagiaan ibu " Lina terharu melihat anaknya


Jordan datang menghampiri mereka


"ayo cepat kita turun, sudah banyak tamu yang hadir. kita harus menyambut mereka" Jordan


Mereka bertiga turun dan masuk ke tempat acara.


Sementara di ruangan yang lain di gedung itu juga sedang berlangsung juga acara pernikahan..


Reyhan sedang sibuk menyambut tamu undangan yang hadir ke sana.


Reyhan menyusul ke kamar Alex


"cepat lah turun, sebentar lagi acara akan di mulai dan tamu juga sudah banyak yang datang" Reyhan


"pastikan tidak ada kesalahan" Alex


"iya iya" Reyhan


Jordan dan Lina terlihat sibuk menyambut tamu yang datang. Tapi mereka merasa heran karena banyak di antara tamu mereka datang hanya untuk menunjukkan muka saja.


Mereka datang dan langsung pamit untuk pergi lagi padahal acara pernikahan belum di mulai.


Ternyata tamu tamu itu langsung menghadiri acara pernikahan yang diadakan di gedung itu juga yaitu pernikahan Alex


Mereka jelas tidak bisa mengabaikan undangan dari Alex karena Alex adalah pengusaha muda yang sedang naik di atas puncak kesuksesan.


Arjun tidak sabar menunggu Alika dan segera menjadikan Alika menjadi miliknya.


Toni dan Tina sedang menunggu Alika selesai di rias. setelah selesai Toni membawa Alika ke tempat pernikahan


Alika berjalan dengan anggun memasuki tempat acara, dia tidak menyadari bahwa dia akan menikah dengan laki laki lain.


Tiba di tempat acara, Alika langsung di sambut Alex dan membawa Alika ke meja tempat mereka akan melangsungkan pernikahan.


Alika masi belum menyadari tentang apa yang sedang terjadi, Dia mengedarkan pandanganya me segala arah mencari sosok laki laki yang akan menjadi suaminya.


Sekarang Alika sudah duduk,


Alex juga duduk di kursi sebelah Alika.


Alika merasa heran kenapa bukan Arjun yang duduk di sana dan dimana Arjun


"bisa kita mulai? " penghulu


"bisa pak" Alex


"tunggu" Alika berdiri dan mencari sosok Alex,


Toni langsung menghampiri Alika dan membisikkan sesuatu di telinga Alika


"duduk dan lakukanlah, jangan buat aku malu di disni" Toni


"nanti akan aku jelaskan, sekarang lakukan saja tanpa banyak tanya dan protes" Toni


Alika masi berdiri, Dia tidak tau apa yang sedang terjadi. yang dia tau adalah dia akan menikah dengan Arjun tapi kenapa sekarang di sebelahnya adalah laki laki lain yang dia tidak kenal.


"jangan membuat aku malu, Al cepat duduk" paksa Toni


"bagaimana? bisa kita mulai? " penghulu


Alika akhirnya duduk


Alex berjabat tangan dengan penghulu


dengan satu kali tarikan nafas Alex berhasil melakukan ijab kabul.


sekarang Alika sudah sah menjadi istri Alex.


Alika berjalan menghampiri ibu dan ayahnya untuk meminta penjelasan.


Toni dan istrinya membawa Alika ke tempat sepi untuk berbicara


"dia sekarang suamimu" Toni


"bukankan aku seharusnya menikah dengan Arjun? dulu ayah yang memaksa aku untuk menerima Arjun dan sekarang kenapa menjadi seperti ini? aku tidak mengerti sama sekali dan aku tidak mengenal dia. bagaimana bisa dia tiba tiba menjadi suami ku dan bagaimana dengan Arjun? " Alika.


"tidak usah banyak tanya, yang perlu kau tahu dia adalah tuan Alex dan sekarang dia suamimu" jawab Toni.


"dan bagaimana dengan Arjun? " Alika


"aku lebih menyukai Alex" Toni


"bagaimana bisa ayah berbicara seperti itu dan seenaknya aja padahal dulu ayah yang memaksa aku untuk menikah dengan Arjun.. apa yang akan aku katakan kepadanya nanti? " Alika


"bilang aja kalian tak cocok, sudahkah jangan banyak tanya." Toni dan istrinya meninggalkan Alika yang masi mematung di sana.


Alika menangis meratapi nasibnya.


"jika aku bisa memilih aku tidak ingin dibesarkan sama orang tua seperti kalian" gumam Alika dalam hati sambil menangis.


Terimakasih sudah membaca karya aku kakak.


bab 7


Arjun menunggu Alika namun Alika tak kunjung datang, Arjun akhirnya mengutus seseorang untuk mendatangi Alika ke kamarnya. Betapa kagetnya Arjun ketika mengetahui Alika tidak ada di sana.


Arjun mencoba menghubungi Toni namun tidak mendapat jawaban sama sekali. penghulu yang akan menikahkan mereka sudah berkali kali bertanya kepada Jordan


"kemana Alika? " tanya Lina kepada anaknya


"nggak tau ma, tapi tadi aku suruh seseorang ke kamarnya , katanya Alika tidak ada di sana.


aku juga sudah mencoba menghubungi ayahnya namun tidak di jawab" Arjun


"bagaiman ini? kemana perginya dia"Lina


Tamu undangan yang ada di sana sudah berbisik satu sama lain. karena sudah lama menunggu pengantin yang tak kunjung datang akhirnya para tamu pulang satu per satu.


Pak penghulu yang seharusnya menikah kan mereka juga sudah pergi dari sana..


Tinggal mereka sekeluarga yang masih berada di sana karena Arjun tidak mau pergi.


dia masi meyakini kalau Alika pasti akan datang


Acara pernikahan Alex dan Alika sudah selesai.


mereka sedang dalam perjalanan pulang ke rumah milik Alex.


Alika dan Alex belum bertegur sapa dari tadi.


tidak ada yang mencoba berbicara antara mereka.


Setelah Alex dan Alika pergi, tinggal Toni yang masi ada di gedung itu.


Toni menghampiri Arjun


Arjun langsung berlari ke arah Toni ketika melihat kedatangan Toni


" Alika, dimana Alika? "Arjun

__ADS_1


" dia ada di rumah "Toni


" bagaimana bisa dia ada di rumah, kenapa dia menghilang begitu saja? "geram Arjun


" dia tidak menghilang, tadi setelah selesai menikah dia langsung di bawa pulang oleh suaminya "Toni menjelaskan tanpa rasa bersalah


" menikah? dengan siapa dia menikah? "Arjun


" iya dia sudah menikah dengan tuan Alex, pernikahan mereka baru saja selesai "Toni


" bagaimana bisa seperti ini, tadi aku melihat sendiri dia ada di sini sedang bersiap di kamarnya"Arjun.


"ya memang benar, tadi dia bersiap di sini karena acara pernikahannya juga ada di gedung ini" Toni


"apa maksudmu? bicaralah yang jelas! " Arjun


"acara pernikahannya di gedung ini juga tapi di ruangan yang lain" Toni


Arjun tersungkur , dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa orang yang sangat ia cintai sekarang sudah menikah dengan orang lain tepat di hari yang sama saat seharusnya dia akan menikahi wanita itu bahkan di tempat yang sama.


Dari kejauhan terlihat seseorang telah merekam mereka secara diam diam dan mengirimnya ke Alex.


Alex tersenyum melihat vidio yang dikirim anak buahnya


"dulu kau mengambil semua yang aku punya, sekarang saatnya aku akan mengambil satu per satu hal yang berharga dalam hidupmu" gumam Alex


"sekarang kau tahu dia sudah menikah, aku harap kau tidak pernah mencari dia lagi.


ini aku mengembalikan uang yang dulu kau berikan kepadaku" kata Toni sambil meletakkan koper yang berisi uang di hadapan Arjun.


"apa kau sedang bercanda? " Jordan.


"tidak" Toni


"apa kau anggap ini seperti permainan? berani sekali kau mempermainkan keluarga kami.


dari awal seharusnya aku menentang hubungan Arjun dengan anakmu tapi karena Arjun bersikeras untuk menikahi anakmu aku terpaksa menyetujuinya" Jordan berteriak marah kepada Toni


"terserah apa katamu" Toni melangkah pergi dari sana


"aku tidak akan melepaskan mu, kau sudah mempermalukan keluarga kami. lihat apa yang akan aku lakukan kepadamu" Jordan mengancam Toni


Tapi Toni tidak merasa takut sedikitpun.. karena dia berencana akan meninggalkan kota itu bersama istrinya setelah menerima uang dari Alex.


Toni menghubungi Reyhan dan mengatur pertemuan dengan Reyhan.


"aku sudah melakukan semua seperti yang kalian minta" Toni.


"kau melakukan semua dengan sempurna, bos sangat menyukai cara kerjamu jadi dia memberi bonus tambahan untukmu" Reyhan menyodorkan koper kepada Toni.


Toni membuka koper itu. matanya berbinar melihat uang yang sangat banyak.


"terimakasih terimakasih" Toni


"setelah ini jangan pernah datang menemui nona Alika lagi, jika kau menemui atau menghubunginya aku tidak akan melepaskan mu" Reyhan


"aku tidak akan pernah menemui dia lagi, sampai kan salamku kepadanya"Toni tanpa rasa bersalah mengatakan itu


" pergilah dan nikmati uangmu"Reyhan


terimakasih sudah membaca karya aku kakak.


bab 8


Sudah seminggu sejak pernikahan Alex dan Alika, namun Alika belum pernah bertemu lagi dengan Alex..


setelah acara pernikahan selesai Alex memerintahkan anak supir pribadinya untuk membawa Alika ke rumahanya. sudah satu bukan Alika tinggal di rumah Alex namun dia belum pernah bertemu dengan Alex.Selama sebulan itu Alex tidak pernah pulang ke rumahnya.


Setiap hari Alika menunggu Alex pulang,Alika ingin meminta penjelasan tentang semuanya.


Apa yang sebenarnya terjadi.


sejak pernikahannya dengan Alex, ayah dan ibunya tidak pernah mengunjungi nya.


Alika berusaha menghubungi orang tuanya namun tidak pernah tersambung..


Alika ingin mendatangi rumah orang tuanya dan meminta penjelasan namun dia tidak di ijinkan keluar rumah.


Dia seperti burung dalam sangkar emas.


Dia tinggal di rumah besar itu sendirian, asisten rumah tangga hanya datang sesekali untuk membersihkan rumah dan mengisi bahan makanan di kulkas, Dan beberapa penjaga yang berjaga di sekitar rumahnya.


Karena pernikahan yang gagal banyak orang yang membicarakan tentang Arjun.


Keluarga mereka menjadi bahan perbincangan orang orang. Arjun tampak frustasi karena gagalnya pernikahannya, dia ingin meminta penjelasan Alika namun sejak waktu itu dia tidak pernah bertemu Alika lagi.


Alika hilang tanpa kabar. Arjun sudah berusaha melacak keberadaan Alika namun dia tidak bisa menemukan Alika.


Dia mencari tau siapa yang menikah di gedung itu selain dia namun pengelola gedung tidak mau memberi tahu karena alasan privasi pelanggan.


Setelah Dua bulan berlalu, hari ini Alex pulang ke rumahnya.


penjaga membukakan pintu untuk Alex


"dimana dia? " kata Alex menanyakan keberadaan Alika


"Di kamar tuan, nyonya tidak mau keluar kamar selama dua hari ini, nyonya bahkan menolak untuk makan. dia hanya meminum air putih selama dua hari ini .makanya aku menghubungi tuan.


maaf karena aku tidak bisa melaksanakan tugas dengan baik tuan" kata pak Joko


"tidak masalah, kau sudah melakukan tugasmu dengan baik. aku akan mengurus dia" Alex.


Alika sudah putus asa, dia memilih mogok makan agar bisa bertemu dengan Alex


ternyata benar Alex langsung pulang ke rumah setelah Alika mogok makan selama dua hari.


Alex membuka pintu kamar Alika dengan kunci cadangan yang dia punya. Terlihat Alika sedang terbaring lemah di tempat tidur


"apa yang kau lakukan? " Alex


Alika membalikkan badannya


"akhirnya aku bisa bertemu denganmu setelah melakukan cara ini" Alika


Alex tidak menjawab apa apa,


dia duduk di sofa yang ada di depan kasur Alika.


Alex sibuk memainkan ponselnya.


"jelaskan padaku, apa yang sebenarnya terjadi? " Alika


Alex memicingkan matanya, melirik sekilas ke arah Alika dan mengabaikan Alika lagi tanpa menjawab perkataan Alika.


"apa kau tidak mendengar aku? " Alika


Tiba tiba ada suara ketukan pintu dari luar kamar mereka.


"masuk" perintah Alex


pak Joko masuk membawa nampan berisi makanan.


"ini bubur yang tuan pesan tadi" Joko


"letakkan di sana" perintah Alex menunjuk meja yang ada di sebelah tempat tidur Alika.


Setelan meletakkan makanannya pak Alex menundukkan kepala dan pamit dari ruang itu.


"makan lah, setelah kau makan kita akan berbicara" Alex


"tidak, aku ingin kita berbicara sekarang" Alika


"apa kau yakin? " Alex.


"iya" Jawab Alika


"lihat lah keadaanmu, apakah kau masi punya tenaga untuk berbicara dengan aku? " Alex


"ini semua karena kau" Alika.


"terserah, jika kau ingin bicara maka makan dulu makanan itu" Alex


Alika menatap malas me arah Alex


Alika mengambil nampan itu dan memakan makanan itu hingga habis.


silahkan mampir ke karyaku satu lagi ya kak.


judul tersiksa rasa / dendam yang salah.


numpang promo di sini ya kak.


maaf jika menganggu kenyamanan membaca rindu terlarang

__ADS_1


terimaksih sudah setia membaca karya karyaku.


semoga kalian semua sehat di manapun kian semua berada.


__ADS_2