
Pagi ini Donna sedang membantu Marco bersiap untuk pergi ke kantor.
Tiba tiba Donna merasa sakit di bagian perutnya
"ah akk kkh" kata Donna terduduk sambil memegang perutnya
"ada apa sayang? apa yang terjadi? " Marco
"sakit mas, perutku sakit" keluh Donna
Marco panik dan berjalan ke sana kesini tapi dia tidak tau apa yang harus dia lakukan.
dia mencoba menghubungi Vanno tapi tidak ada jawaban dari sebrang sana
"mas jangan panik, sepertinya aku mau melahirkan" kata Donna memegang tangan Marco
mendengar itu Marco bukanya menjadi tenang malah makin panik.
"Donna kau kenapa nak? " kata Mama Dina saat melihat Donna terkulai lemah di lantai
"perutku sakit ma, sepertinya aku mau melahirkan" Donna.
"ayo kita ke rumah sakit,
Marco apa yang kau lakukan?
cepat angkat istrimu dan bawa ke rumah sakit! " Terima mama Dina
Marco membawa Donna ke rumah sakit.
di perjalanan Marco terus meracau dan marah marah
"aku akan memberi perhitungan dengan dokter itu
katanya butuh waktu 1 minggu lagi istriku akan melahirkan, tapi ini tidak seperti yang dia katakan.
untung saja aku ada di rumah
jika aku sedang kerja di luar kota apa yang akan terjadi pada istri dan anakku." Marco
"kau pikir dokter itu Tuhan apa?
mereka cuma menafsirkan
__ADS_1
tapi kelahiran bisa terjadi lebih cepat atau bahkan lebih lama dari perkiraan dokter" kata Mama Dina yang kesal melihat Marco terus saja mengomel
Sampai di rumah sakit Donna langsung di tangani oleh dokter.
Marco meminta dokter untuk segera melakukan operasi karena dia tidak ingin melihat Donna lama lama menanggung rasa sakit.
Tapi Donna tidak mau di operasi dia mau melahirkan secara normal.
"aku mau melahirkan secara normal sayang, aku ingin merasakan rasanya melahirkan anak dengan normal.
ijinkan aku melahirkan normal" kata Donna memohon karena Marco tetap saja meminta di operasi
"ijinkan lah nak, Donna akan merasa bangga saat dia bisa melahirkan anaknya secara normal" Mama Dina ikut membujuk Marco
"tapi ma, aku tidak bisa melihat istriku kesakitan seperti itu" kata Marco membantah
"itulah pengorbanan seorang wanita,
aku dulu juga merasakan itu saat melahirkan mu.
jika kau melihat perjuangan istrimu maka kau harus lebih menghargai dan menyayangi istrimu " kata mama Dina menjelaskan
Dengan berat hati akhirnya Marco mengijinkan Donna untuk melahirkan secara normal.
Marco menemani Donna selama proses persalinan. dia memegang tangan istrinya dan terus memberi semangat.
"sudah lah sayang, di operasi aja ya" bujuk Marco karena sudah tidak tega melihat istrinya kesakitan
Donna menggeleng tanda tidak setuju
beberapa saat kemudian terdengar suara tangisan baby
"selamat ya pak anak anda perempuan" kata dokter
Marco mengusap kepala Donna dan mencium Donna
"terimakasih sayang, kau sudah mau berjuang dan memberiku putri yang sangat cantik.
hidupku sempurna berkat kehadiran kalian berdua" Marco
Setelah baby nya di bersihkan suster membawa dan memberikannya kepada Marco
"silahkan Di adzani pak" kata suster itu menyerahkan putrinya kepada Marco
__ADS_1
Marco memandang wajah putrinya dan tersenyum.
Marco meneteskan air mata saat mengadzan kan putrinya
"dia cantik sepertimu" kata Marco menatap istrinya
Donna tersenyum melihat wajah bahagia suaminya.
Mama Dina masuk kedalam dan melihat cucunya
"terimakasih sayang" kata Mama Dina mencium Donna
Mama Dina mengendong cucunya
"sana pergi beri dokter itu pelajaran, bukankah tadi kau bilang mau membuat perhitungan dengan dokter itu karena salah" kata mama Dina mengejek Marco
Marco hanya tertawa mendengar ejekan Mama Dina sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
Terimakasih sudah membaca karya aku ya kakak.
Jika ada kritik dan masukan kasi tau ya.
Jangan lupa mampir ke karya aku satu lagi yang berjudul
TERSIKSA RASA
RINDU TERLARANG
Mohon dukungannya ya kakak semua.
Dan jika berkenan kasi bintang lima dan di vote ya kak.
Terimakasih sudah membaca karya aku ya kakak.
Jika ada kritik dan masukan kasi tau ya.
Jangan lupa mampir ke karya aku satu lagi yang berjudul
TERSIKSA RASA
RINDU TERLARANG
Mohon dukungannya ya kakak semua.
__ADS_1
Dan jika berkenan kasi bintang lima dan di vote ya kak.
TERIMAKASIH