
Maura merasa ada yang kurang saat Leon tidak datang ke tempatnya.
selama beberapa hari ini Leon setiap hari datang ke tempatnya dan Maura sudah terbiasa dengan kehadiran Leon walaupun Maura masi bersikap acuh tapi di hati kecilnya sesungguhnya dia merasa nyaman dan senang jika ada Leon.
Hari ini Leon belum menghubungi Maura sama sekali.
Leon hari ini sangat sibuk karena banyak pekerjaan yang harus dia kerjakan setelah satu minggu dia meninggalkan perusahaan.
"mama kenapa dari tadi memandangi ponsel? " Delon
suara Delon membuyarkan lamunan Maura yang dari tadi menunggu Leon menghubungi nya.
"tidak sayang, mama hanya sedang menunggu telpon dari seseorang" Maura
"apa itu papa? " Delon
pertanyaan Delon membuat Maura terdiam
"apa sudah saatnya aku memberitahukan keberadaan Delon kepada Leon? " batin Maura.
"tapi aku takut kalau dia tidak bisa menerima Delon atau akan mengambil Delon dari aku" batin Maura
"mama kenapa melamun? " Delon
"tidak sayang, mama hanya sedang tidak enak badan" Maura.
setelah sibuk seharian bekerja Leon mengingat Maura.
"hari ini aku belum ada memberikan kabar kepadanya" batin Leon.
Leon mengambil ponselnya dan menghubungi Maura
baru saja panggilan itu terhubung langsung mendapat jawaban dari sebrang sana
"halo" Maura
"apa kau sedang memikirkan aku? " Leon
__ADS_1
"tidak" Maura.
"aku rasa kau sedang berbohong
tumben kali ini cepat kali kau mengangkat panggilan dari aku.
apa dari tau kau menunggu telpon dari aku? " Leon
"buka bukan begitu, aku memang sedang memegang ponsel karena baru selesai menelpon dengan Donna" bohong Maura
"yasudah lah, sedang apa kau saat ini? " Leon
"sedang duduk sambil menonton TV ,
kalau kau sedang apa? " Maura
"sedang memikirkan mu"Leon
Maura tersipu mendengar penuturan Leon
" hari ini aku sangat banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan makanya baru semoga memberi kabar "Leon
panggilan mereka berakhir.
Pagi hari setelah Delon berangkat ke sekolah Maura pergi ke salah satu restoran.
dia ada janji temu dengan pemilik restoran itu
pemilik restoran itu ingin Maura bernyanyi di acara ulang tahun pernikahannya.
Saat hendak keluar dari restoran itu Maura bertabrakan dengan seseorang.
"maaf maaf tuan saya tidak sengaja"? Maura
" Maura"
Maura menoleh ke orang itu, orang yang paling dia benci.
__ADS_1
orang itu adalah Dito
Maura bergegas pergi ke sana namun Dito mengejarnya.
"maaf kan aku ra" Dito
Maura tidak menjawab dan terus pergi dari sana
"Ra aku mohon berhenti sebentar aku ingin berbicara" Dito
"tidak ada yang perlu kita bicarakan " Maura
"Ra, aku mohon" Dito menarik tangan Maura
dengan penuh emosi Maura menghempaskan tanya Dito
"jangan sentuh aku" Maura
"jika kau masi mengikuti aku aku akan berteriak dan mengatakan kau melecehkan aku maka orang-orang akan datang dan memukuli mu" Maura
dengar terpaksa Dito berhenti mengikuti Maura
Dito sangat menyesal telah mengkhianati maura
dia menyakiti Maura karena usul dari Vivi.
namun sekarang dia merasakan sakit yang sama
karena penghianatan
Vivi mengkhianatinya dengan sahabat dekatnya dan karirnya makin hari makin redup
"andai saja dulu aku tidak mengkhianati maura
pasti sekarang kami sudah hidup bahagia bersama
betapa bodohnya dulu aku mau mendengarkan perkataan Vivi" batin Dito
__ADS_1
Diperjalanan pulang Maura menangis.
dia mengingat semua penghianatan, penghinaan dan rasa sakit yang ditanamkan Dito dalam hatinya.