
Hari ulang Dara
Terlihat semua orang sibuk di mension Dara karena sedang mempersiapkan semua keperluan menyangkut acara nanti malam.
"aku akan menunjukkan kepada wanita itu kalau dia bukan sainganku, dia tidak selevel sama aku.
dia harus tahu posisinya" kata Dara di depan kaca melihat dirinya yang sedang mencoba gaun mewah yang akan dia pakai untuk acara nanti malam.
"apa wanita itu lagi yang kau maksud nak? " Mariana
"Mmm iya ma, aku sangat tidak suka saat Kenzo menatapnya, Kenzo bahkan tidak pernah menatap aku seperti itu" keluh Dara
"Kenzo itu di takdirkan untukmu nak, jadi jangan khawatir dia tidak mungkin berpaling dari dirimu.
walaupun dia terkesan cuek tapi dia tidak akan pernah bisa membantah kedua orang tuanya dan kau jangan lupa kedua orang tuanya ada di genggaman kita.
mereka sangat menyukaimu" Mariana
Salah seorang asisten rumah tangga datang ke sana membawa minuman tanpa sengaja tersandung dan hampir saja mengenai gaun yang sedang di pakai Dara
"akhhhh maaf nona" kata nya meminta maaf dan buru buru membersihkan tumpahan air di bawah kaki Dara
"hei kau tidak bisakah kau bekerja dengan benar?
kau hampir merusak pakaian mahal ku ini.
kau tahu baju ini sangat mahal bahkan jika dirimu di jual pun mungkin kau tak sanggup membelinya" kata Dara sambil menendang pembantu itu yang sedang membersihkan air yang tumpah di bawah kaki Dara.
"maaf maafkan saya nona" katanya terus menundukkan kepala.
__ADS_1
Asisten rumah tangga itu umurnya bahkan lebih tua dari Dara tapi dia tidak sungkan untuk berbuat kasar kepada orang tua itu.
"keluar" teriaknya kencang
Mariana yang duduk di sana sama sekali tidak ada niatan untuk memberi nasihat kepada anaknya itu karena menurutnya orang itu pantas mendapatkan kemarahan Dara karena telah lalai
"sudah lah nak nanti wajah cantik mu ini hilang jika terus marah marah" Mariana
"Dara kesal kali ma, apa orang rendahan seperti mereka tidak bisa bekerja dengan baik.
melihatnya saja membuat aku kesal" Dara
"di depan calon mertuamu dan Kenzo jangan pernah seperti ini ya nak, jangan sampai mereka melihat kau seperti ini." Mariana
Kenzo dan keluarganya mengenal Dara sebagai wanita yang baik dan lemah lembut.
Hal itulah yang membuat Putri sangat yakin jika Dara adalah wanita yang tepat untuk anaknya.
Malam hari di kediaman Darmawan
Beberapa tamu undangan terlihat memasuki rumah besar itu.
rekan bisnis Darmawan juga banyak yang hadir di sana.
Teman teman Dara yang hadir di sana sangat mengagumi kemeriahan acara ulang tahun itu.
"Dara sangat beruntung ya terlahir dari keluarga yang kaya dan sebenar lagi akan menikah dengan Kenzo si idaman semua kaum hawa" kata temannya sambil terkekeh
Dara datang menyambut tamu tamunya
__ADS_1
Kenzo dan keluaran nya sudah ada di sana juga.
Gracia datang bersama Bella ke acara itu.
Saat memasuki gerbang mension hati Gracia sudah berdebar kala mengingat masa kecilnya di rumah ini.
Saat dia bahagia dan juga saat dimana luka di hatinya tumbuh di sebabkan ayah kandungnya sendiri.
Turun dari mobil Gracia dan Bella berjalan perlahan memasuki rumah megah itu, Gracia menggenggam kuat tangan Bella menahan gemuruh dalam hatinya.
"tenang lah, aku ada bersamamu.
jika kau tidak ingin berada di sini lebih baik kita pulang saja" Bella
"tidak kita kan terus ada di sini melihat kebahagiaan mereka sehingga aku memiliki lebih banyak semangat untuk membuat mereka menyesal telah membuat bunda dan aku menangis" Gracia
Memasuki ruang tamu Gracia memandang sekeliling
Foto keluarga besar itu terpajang rapi dan indah di sana dengan bingkai berwarna emas.
Gracia menelisik semua ruangan itu dan tidak anak satupun foto fotonya dan bundanya yang dulu ada di sana.
semua kini berganti dengan foto keluarga baru ayahnya tidak ada satupun tersisa kenangan tentang dia dan bundanya di rumah itu.
Melihat tangga hati Gracia semakin pilu kala mengingat dia dan bundanya turun dari tangga itu saat meninggalkan rumah ini.
Bundanya saat itu terlihat sangat rapuh namun berusaha kuat di depan Gracia.
"melihat kalian bahagia membuat aku makin bersemangat" kata Gracia dalam hatinya
__ADS_1