Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
judul novel tersiksa rasa / dendam yang salah.


__ADS_3

numpang promo


maaf menganggu acara membaca rindu terlarang


Alika buri buru menghabiskan makanan yang ada di depannya, mungkin karena lapar atau karena takut Alex akan pergi lagi.


"makan dengan pelan, aku akan menunggu" Alex


Alika mengabaikan Alex, dia tetap fokus pada makanannya.


Alika sudah selesai makan, dia langsung bergegas menghampiri Alex yang duduk di sofa sambil memainkan ponsel.


"aku udah siap, bisa kita bicara" Alika


"bicara lah" kata Alex tanpa menoleh ke arah alika dan tetap fokus ke layar ponselnya.


Alika merebut ponsel Alex dan meletakkannya di meja.


"jelaskan padaku apa yang terjadi? " Alika


"tentang apa? " Alex


"tentang semua ini, kenapa aku bisa tiba tiba menikah dengan mu? kau kenal dari mana sama ayah Toni dan apa yang kau janjikan padanya? " Alika mengutarakan semua pertanyaan yang selama ini mengganjal hatinya.


"tidak ada apa apa, aku hanya ingin" Alex


"maksudmu? ingin apa? bicara yang jelas? " Alika


"ingin menikah" Alex


"kenapa harus aku? aku bahkan tidak mengenalmu sama sekali" Alika


"kau tidak mengenalku tapi aku mengenalmu" Alex menjawab santai


"kemana ayah dan ibuku? " Alika


"aku tidak tau, mungkin lagi jalan jalan" Alex


"ini semua aneh dan seperti mimpi.


kita tidak saling mengenal dan kau tiba tiba menikahi ku tepat di hari pernikahan ku dengan Arjun" Alika


"aku tidak ingin kau membawa nama laki laki lain dalam urusan rumah tangga kita" Alex menatap tajam Alika


"apa alasanmu menikahi ku? "Alika


" mungkin karena cinta"jawab Alex acuh


"cinta, cihhhh aku tidak percaya" Alika


"jika tidak percaya ya sudah, terserah" kata Alex sambil berlaku pergi dari sana.


" tunggu , aku belum selesai bicara. heiii"teriak Alika memanggil Alex


Alex mengabaikan Alika dan pergi ke ruang kerjanya.


Setelah pertemuannya itu Alika tidak melihat Alex lagi Hingga malam hari.


"kemana dia? apakah dia sudah pergi lagi" kata Alika berbicara sendiri sambil memasak untuk makan malam


Setelah selesai makan Alika duduk di meja makan sendirian dan menikmati makanannya.


"sungguh membosankan " gumam Alika sambil memasukkan suapan demi suapan ke dalam mulutnya.


"kau merasa bosan? " kata Alex tiba tiba mengangetkan Alika


"aku pikir kau sudah pergi lagi" Alika


"apakah begini tingkah seorang istri? makan sendiri tanpa menunggu suami? " Alex


"aku tidak tau kau masi di sini, aku pikir kau sudah pergi lagi jadi aku tidak menunggumu untuk makan. " Alika


"siapkan makanan untukku, aku ingin makan" Alex menarik kursi dan mendaratkan pantat nya di salah satu kursi.


Alika menghidangkan makanan untuk alex.


"makan lah" kata Alika dan pergi meninggalkan Alex sendiri di meja makan.


Alex berjalan menyusul Alika yang sudah duduk di ruang tamu, tiba tiba Alex menarik tangan Alika


"apakah begini sikap seorang istri? meninggalkan suami yang sedang makan. cepat kembali ke meja makan dan temani aku makan hingga selesai" kata Alex sambil menarik tangan Alika menuju meja makan


"kau mempertanyakan sikap ku sebagai sorang istri, sementara kau saja tidak bertingkah seperti suami pada umumnya! " cibir Alika


"kau bahkan meninggalkan aku setelah acara pernikahan selesai dan mengurung aku di sini, jika aku tidak membuat aksi mogok makan aku rasa kau tidak akan datang ke sini sampai aku mati" Alika


"jadi mau marah karena aku meninggalkan mu? apa kau menunggu aku untuk melakukan malam pengantin? " Alex


"tidak buka begitu" jawab Alika terbata bata


"jika begitu mari kita lakukan sekarang, aku rasa belum terlambat untuk melakukannya sekarang" kata Alex menggoda Alika


bab 10


Alika berlari meninggalkan Alex di sana.


Alex tertawa melihat tingkah alika.


Alex menikmati makanan yang di hidangkan alika.


setelah selesai makan Alex menyusul Alika ke kamarnya.


"aku akan pergi" Alex


"kemana? " Alika


"bekerja" Alex menjawab singkat


"tapi ini sudah malam" Alika


"ada pekerjaan mendesak yang harus aku lakukan,


jaga kesehatanmu dan jangan lakukan hal hal aneh yang merugikan dirimu sendiri.


jika kau ingin berbicara padaku, kau tinggal menghubungiku tidak perlu melakukan aksi mogok makan untuk memanggilku"kata Alex menyindir Alika


" aku tidak memiliki nomor ponselmu dan ponselku juga tidak tau entah hilang ke mana"Alika


Alex menyadari dia belum memberikan ponsel baru kepada alika setelah dia menyuruh salah satu anak buahnya mengambil ponsel Alika dan memberikannya padanya.


Alex memberikan kartu namanya pada Alika.


kau bisa mengunakan telpon rumah untuk menghubungi aku"Alex


Setelah memberikan kartu namanya, Alex langsung pergi dari sana.


Alex pergi bukan untuk bekerja melainkan kembali ke apartemennya.


"aku tidak membencimu, kau juga tidak memiliki masalah denganku tapi kau terpaksa terjebak dalam situasi ini karena kau adalah orang yang di cintai Arjun, jika saja kau tidak berhubungan dengan Arjun maka kau tidak akan terjebak dalam situasi ini" kata Alex berbicara sendiri


Alex sesungguhnya tidak ingin menyakiti Alika karena setiap melihat Alika dia teringat kepada adik perempuan nya


tapi Alex harus melibatkan Alika dalam balas dendamnya karena dia adalah orang yang paling di cintai Arjun.


"bagaimana keadaan kantor? " tanya Alex kepada Reyhan melalui sambungan telpon


"baik, besok aku akan mengantar dokumen yang harus kau periksa" jawab Reyhan dari sebrang sana.


"mm" kata Alex menjawab singkat


"tadi perusahaan BBC mengirim undangan kepadamu, mereka membuat pesat ulang tahun pernikahan dan sepertinya Arjun akan ada di acara tersebut" Reyhan


"kapan acaranya? " tanya Alex


"minggu depan" Reyhan


"persiapkan baju dari desainer terkenal untuk Alika dan carikan perias untuk merias Alika nanti.


aku akan pergi dengan Alika ke pesta itu.


aku ingin Alika terlihat sempurna " Alex.


"siap, laksanakan " jawab Reyhan dari sebrang sana..


tanpa berkata apa apa lagi Alex langsung mematikan sambungan telepon.


"cih, dia selalu saja begini. bertingkah seenaknya" cibir Reyhan berbicara dengan ponsel yang dia pegang.


Reyhan melaksanakan perintah Alex.


dia menghubungi salah satu desainer ternama di negaranya.


memesan baju paling indah untuk di pakai Alika.


Pagi hari Alex menghubungi penjaga rumah dan menanyakan kabar Alika.


"bagaiman keadaanya? " Alex


"baik tuan, tadi pagi nyonya sudah keluar kamar dan membuat jus untuk dia minum" Joko


"apa yang dia lakukan sekarang? " Alex


"sedang bersantai di taman belakang rumah" Joko


"kirim fotonya padaku" perintah Alex..


pak Joko langsung pergi ke tama dan mengambil foto Alika.


setelah mengambil foto Alika pak Joko mengirimnya kepada Alex sesuai dengan ya g di perintahkan alex.


Alex memandang foto Alika yang sedang duduk di taman sendirian


"kau pasti kesepian di sana" kata Alex berbicara sendiri sambil memandang foto Alika yang di kirim pak Joko


Alika merasa bosan terus terusan berada di dalam rumah, dia ingin pergi tapi pak Joko tidak mengijinkan ya keluar ruang tanpa ijin Alex


Alika berusaha menghubungi Alex untuk meminta ijin keluar rumah namun Alex tidak mengangkat panggilan Alika karena saat ini Alex sedang ada meeting dengan rekan kerjanya


bab 11


Hari hari Alika tidak ada yang sepesial.


sudah seminggu berlalu tapi Alex belum juga menampakkan dirinya. Alika sudah berusaha menghubungi Alex namun tak pernah mendapatkan jawaban dari Alex


"cihhh,katanya jika aku membutuhkannya aku bisa menghubunginya tapi kenyataanya dia tidak pernah merespon panggilan dari aku." kata Alika berbicara sendiri.


Alika tidak banyak memikirkan tentang batalnya pernikahan ya dengan Arjun karena aku sesungguhnya dia juga tidak menginginkan pernikahan itu. bahkan dia juga tidak mencintai Alex tapi dia terpaksa menikahi Alex karena kelakuan orang tuanya.


"apakah begini takdir yang harus aku jalani? menikah dengan orang yang tidak aku kenal sama sekali. tinggal di istana dengan segala kesepian.


mungkin kehidupan orang biasa di luar sana jauh lebih beruntung dibandingkan aku.


mereka tinggal di rumah sederhana tapi mereka bisa menikmati hidup.


sedangkan aku tinggal di rumah bak istana tapi aku kesepian, tinggal sendiri dan tidak bisa menikmati kehidupan." Alika


tak tak tak


terdengar suara langkah seseorang memasuki rumah.


Alika membalikkan badannya untuk melihat siapa yang datang.

__ADS_1


"ternyata di asisten kepala batu" batin Alika


"selamat siang Alika, bagaimana kabarmu? " Reyhan.


"seperti yang kau lihat, keadaanku tidak baik


kalian mengurung aku di sini. bagaiman bisa aku baik baik saja dalam keadaan terkurung.


aku bukan burung, bukan juga ayam yang bisa kalian kurung sesuka hati kalian.


aku manusia sama seperti kalian, aku juga ingin melakukan banyak hal tapi kalian dengan kejam mengurungku di sini.


bahkan si kepala batu itu tidak pernah datang ke sini, katanya jika aku membutuhkannya aku bisa menghubunginya tapi dia tidak pernah merespon panggilan aku" kata Alika mengeluh kepada Reyhan


Reyhan mendengarkan keluhan Alika dan tersenyum


"apa kau merindukan suamimu? " Reyhan.


"tidak sama sekali, aku menghubungi dia hanya untuk meminta ijin agar aku bisa ke luar rumah karena penjaga tidak membiarkan aku kekuatan tanpa ijin dari dia", Alika


" dia sedang berada di luar negri maka ya dia tidak mengangkat panggilan dari mu, hari ini dia akan kembali.


aku akan menyuruhnya untuk datang ke sini"Reyhan


"kau ada perlu apa ke sini? " Alika


"tidakkah kau sebagai tuan rumah seharusnya menawarkan aku minuman terlebih dahulu? " kata Reyhan menyindir Alika


"kau bisa mengambilnya di dapur jika kau mau" jawab Alika acuh


Reyhan tersenyum dan duduk di sofa yang ada di depan Alika.


"aku kesini untuk melihat keadaanmu, Alex memintaku ke sini memeriksa keadaanmu" Reyhan


"katakan padanya aku tidak baik dan mungkin tahanan ini akan segera mati" Alika menamai dirinya sebagai tahanan


Reyhan tertawa mendengar penuturan Alika.


Saat ini Alex memang berada di luar negri untuk mengunjungi adiknya seperti biasa.


Hari ini Alex akan kembali karena besok mereka akan menghadiri sebuah acara.


Alika dan Reyhan sama sama diam.


Reyhan sibuk dengan ponselnya sementara Alika menonton TV yang ada di ruangan itu.


Tanpa sepengetahuan Alika, Reyhan mengambil beberapa fotonya dan mengirimnya kepada Alex.


"dia baik, hanya saja dia terlihat sangat kesal kepadamu. Bersiap lah aku rasa dia akan menerkam mu jika dia melihatmu" kata Reyhan mengirim pesan kepada Alex


Alex melihat pesan yang di kirim Reyhan padanya dan tersenyum sendiri.


Alex sedang dalam perjalanan kembali ke tanah air. Dia berencana langung kembali ke rumah nya dan menemui Alika.


Terimakasih sudah membaca karya aku ya kakak.


maaf jika aku jarang update karena akhir akhir ini aku sedang sibuk.


bab 12


Alex dalam perjalanan pulang ke rumah.


Ditengah perjalanan dia melihat sorang anak laki laki yang sedang duduk di pinggir jalan.


anak laki laki itu terlihat letih, di tangan ya dia memegang alat musik sederhana yang terbuat dari tutup botol.


"berhenti pak" perintah Alex pada supirnya


Alex turun dan menghampiri anak itu


"apa yang kau lakukan malam malam di sini? " tanya Alex pada anak itu.


"aku mengamen, aku baru saja beristirahat karena lelah"


"apa kau sudah makan? " Alex


anak itu menggelengkan kepalanya.


"ayo ikut aku, kita makan di sana"kata Alex menunjuk salah satu restoran di sekitar sana.


" tidak, mereka tidak akan mengijinkan aku masuk ke sana"


"ikutlah dengan aku, kita akan makan di sana" alex


anak itu akhirnya menuruti Alex dan mengikuti alex berjalan memasuki restoran itu.


Beberapa karyawan menatap kagum kepada Alex.


apalagi karyawan wanita, mereka tentu terpesona dengan wajah ganteng Alex.


Tapi mereka menatap jijik ke anak yang berjalan di belakang Alex


"kenapa kau kembali? bukankah tadi aku sudah mengusir mu" kata salah satu karyawan.


"dia kesini bersamaku, kau akan mendapat bayaran atas apa yang akan dia makan. jadi tak ada bedanya dia dan pengunjung lain" jawab Alex tegas


karyawan tadi langsung diam dan menundukkan kepalanya..


Alex membawa anak itu ke ruang privasi yang ada di restoran itu. Alex juga mengirim pesan kepada supirnya tadi untuk membelikan pakaian untuk anak itu.


Mereka sedang menunggu makanan yang sudah mereka pesan. supir datang membawa baju yang di orang Alex.


"kau pergilah mandi di toilet ini dan ganti pakaianmu" kata Alex sambil menjulurkan paper bag


anak itu menerima dan pergi ke toilet.


setelah mandi anak itu berganti pakaian, dia memandang dirinya di cermin


Anak itu kemabli ke tempat Alex.


disana sudah ada beberapa hidangan makanan.


Anak itu menatap heran


"kenapa banyak sekali? "


"ini semua untukmu, makanlah yang mana kau suka" Alex..


Anak itu menyantap makanan yang ad di depan dia.


"baru kali ini aku bisa memakan makanan seenak ini, " kata anak itu saat perutnya sudah kenyang.


"kau bisa memesan untuk dibawa pulang" Alex


"aku tidak punya tempat tinggal"


"keluargamu? " Alex


"tidak punya" jawab anak itu


Alex menatap kasihan pada anak itu.


"siapa namamu? " Alex


"orang orang biasa memanggilku cebol, kau juga bisa memanggilku cebol saja"


"kau mau ikut aku? " tawar Alex


"kemana? "


Alex membawa anak itu ikut bersamanya


"Kau bisa memanggilku kak Alex " kata Alex saat berada di mobil dalam perjalanan pulang


"apa kau benar benar tidak memiliki nama? " tanya Alex.


anak itu menggelengkan kepalanya


"Edward Alexander sepertinya nama itu cocok untuk mu, apakah kau tidak keberatan jika aku memberimu naman? " tanya Alex


"mulai sekarang namamu adalah Edward, setiap ada orang yang bertanya siapa namamu maka katakan nama itu" Alex.


"aku suka nama itu, " Edward


"berapa umurmu? " Alex


"12 tahun " Edward


Mereka tiba di rumah Alex.


Alika mendengar suara mobil berhenti di halaman rumah.


"siapa yang datang malam malam. begini"batin Alika. Alika mengintip keluar dari jendela kamarnya.


" akhirnya laki laki itu datang juga"kata Alika dan segera berlari turun menemui Alex


bab 13


Alika berlari menghampiri Alex.


Alika ingin menumpahkan segala kekesalannya kepada laki laki yang berstatus sebagai suaminya itu


"kemana aja kau? kau bilang aku bisa menghubungimu jika aku membutuhkan sesuatu.


tapi Kau tidak pernah menjawab panggilan dari aku. " kata Alika berteriak saat melihat Alex.


"tunggu di sana" kata Alex kepada Edward sambil menunjuk ke arah ruang kerja nya


Alex berjalan dengan santai menghampiri Alika.


"ikut aku" kata Alex


Alika dengan kesal mengikuti langkah Alex menuju kamar nya.


"aku rasa ini lah yang membuat banyak orang ingin menikah" kata Alex saat mereka sampai di kamar


"apa maksudmu? " Alika


Alex menatap ke arah Alika,


Alika tidak menyadari kalau dia tidak memakai bra dan hanya memakai gaun tidur tipis.


"di sambut oleh istri saat pulang kerja dengan penampilan yang sangat menarik" Alex


Alika dengan cepat segera menutup bagian dadanya dan berjalan ke arah kasur, Alika dengan cepat menarik selimut dan menutup badannya dengan selimut.


"mundur kau, jangan mendekat" kata Alika


"bukankah kau sudah lama menungguku, kau bahkan berlari turun ke bawah saat mendengar suara mobilku" kata Alex terus berjalan mendekati Alika


"menjauh lah" kata Alika gelagapan


Alex tiba tiba menjatuhkan dirinya ke kasur


"aku capek, kita berbicara besok.


aku ingin istirahat" Alex


Alika merasa lega.


dia mengambil pakaian dan pergi menganti pakaiannya dengan baju tidur yang tertutup.

__ADS_1


"siapa orang tadi? " tanya Alika ketika dia keluar dari kamar mandi.


"adikku" Alex


"besok aku akan mengenalkan dia padamu" Alex


Alika duduk di tepi ranjang


"tidur lah" Alex


"apa kau akan tidur di sini? " tanya Alika


"jadi aku harus tidur di mana jika tidak di sini? " tanya Alex.


"aku tidak ingin berbagi tempat tidur denganmu" jawab Alika cepat


"kau bisa tidur di sofa atau di kamar lain" jawab Alex acuh


Satu jam berlalu , tidak ada lagi yang berbicara di antara mereka.


Alika membaringkan badannya di sofa.


Alex bangkit dari tidurnya karena mengingat Edward.


Alex berjalan keluar kamar dan menghampiri Edward ke ruang kerjanya.


Disana Edward masi dudu menunggu Alex


"ini adalah rumahku, dan wanita tadi adalah istriku


kau bisa memanggilnya kakak. " Alex


Edward mengangguk kan kepalanya tanda mengerti.


"apa kau suka bernyanyi? " tanya Alex


"tidak, aku terpaksa menyanyi di jalanan untuk mendapatkan uang" Edward


"apa kau ingin sekolah? " Alex


Edward terdiam, dia selama ini sangat iri melihat anak anak lain memakai seragam dan pergi ke sekolah. Edward terpaksa berhenti sekolah karena tidak memiliki biaya setelah ibunya meninggal.


"aku tidak memiliki biaya untuk sekolah" jawab Edward


"aku akan menanggung semua biaya sekolahmu hingga kau kuliah, tapi berjanjilah padaku jangan mengecewakan aku. " Alex


Edward terharu karena sekarang ada orang yang memperhatikan dia.


"ini sudah malam, kau istirahat lah. besok kita akan berbicara dan mengurus segala keperluan mu" Alex.


Alex mengantar Edward ke kamar yang akan di tempati Edward


"ini kamarmu, mulai sekarang kau akan tinggal di kamar ini. besok kita akan pergi berbelanja keperluan mu" Alex


"bisakah aku memelukmu? " tanya Edward ketika alex hendak pergi dari sana


Alex merentang kan tangannya dan memeluk Edward


"mulai sekarang jangan pernah merasa kau sendirian, sekarang aku adalah kakakmu,. kita adalah keluarga. " Alex


"terimakasih kak" Edward


"baiklah, sekarang tidurlah. besok banyak yang harus kita urus" Alex


Alex kembali ke ruang kerjanya


Dia menghubungi Reyhan


"bagaimana untuk acara besok" Alex


"acaranya besok malam, aku sudah mencari tahu tentang Arjun


dia akan datang ke acara itu untuk mengantikan ayahnya karena ayahnya tidak bisa hadir" Reyhan


"mm, persiapkan segala keperluanku dan Alika" Alex


"siap bos" Reyhan


Alex berencana membawa Alika ke pesta itu besok dan sengaja mempertemukan Arjun dan Alika.


terimakasih sudah membaca karya aku kakak.


bab 14


Hari ini Alex mengurus dokumen dokumen yang di butuhkan untuk mengurus identitas baru untuk Edward dan dokumen untuk keperluan mendaftar sekolah.


Alika masi tidur di kamarnya.


setelah selesai mengurus dokumen dokumen yang di perlukan Alex membawa Edward untuk berbelanja keperluan Edward.


Alex menyuruh pak Joko untuk merenovasi kamar yang akan Edward tempati.


Alex dan Edward kembali ke rumah setelah selsai berbelanja.


"kau pergi lah ke kamarmu, aku akan memeriksa pekerjaan ku" kata Alex


"baik kak" Edward


Sampai di ruang kerjanya Alex menghubungi Reyhan.


"kirim semua persiapan untuk acara nanti malam" perintah Alex


"mereka sedang dalam perjalanan ke sana. " Reyhan


"kau juga bersiap lah dan jemput kami nanti " Alex


"baik" Reyhan


orang suruhan Reyhan sudah sampai di kediaman Alex. pak Joko membawa mereka ke ruang rias


"tunggu di sini,saya akan memanggil nyonya" Joko


Orang orang itu menatap kagum rumah Alex.


besar dan sangat mewah itulah yang ada di dalam pikiran mereka


"betapa beruntungnya wanita yang jadi nyonya rumah ini, aku dengar tuan Alex sangat tampan.


aku ingin sekali bertemu dengannya" kata salah seorang dari mereka.


"ya memang dia sangat tampan, aku pernah melihatnya dulu. tapi dengar dengar dia memiliki sifat yang sangat dingin." kata orang satu lagi


Pak Joko mengetuk pintu kamar Alika namun tidak ada jawaban dari dalam.


"tuan, saya sudah mengetuk pintu kamar nyonya tapi tidak ada jawaban dari nyonya tuan" kata Joko menghadap Alex


"biar saya aja yang memanggilnya, bapak kerjakan yang lain saja" Alex


Alex langsung masuk ke kamar itu, dia membuka dengan kunci cadangan yang dia punya.


Alex menghela nafas saat melihat Alika masi tertidur.


"cepat bangun, kita akan menghadiri pesta." kata alex membangunkan Alika. tapi Alika tidak bergeming


Dengan kesal Alex menarik selimut yang menutupi tubuh mungil istrinya itu.


Alika berbaring dan terlihat pucat.


melihat tubuh Alika , Alex panik


"Heii kau kenapa? " Alex.


"sss diam lah, perutku sedang sakit. jangan ganggu aku" Alika


"kau sakit apa? ayo ke rumah sakit atau perlu aku panggil kan dokter? " kata Alex panik melihat wajah pucat Alika dan badan yang gemetar menahan rasa sakit


"tidak, tidak perlu. aku sudah biasa seperti ini.


nanti juga sakitnya hilang"Alika


" bagaimana bisa di biarkan saja, nanti kau mati di sini dan aku yang akan jadi tersangka "Alex


" aku tidak akan mati, ini hanya karena aku sedang datang bulan, nanti juga sembuh sendiri"Alika


"jadi setiap datang bulan akan sakit seperti ini? " Alex


"iya, kau pergilah, aku ingin istirahat" Alika


Alex keluar kamar, dia masi memikirkan ucapan Alika "jadi setiap bulan dia akan merasa sakit seperti itu dan menahannya sendirian " batin Alex simpati kepada Alika.


Alex tiba tiba teringat kepada adiknya


"apa putri juga merasakan sakit setiap bulan" batin Alex


Alex langsung mengambil ponselnya dan menghubungi adiknya


"hallo ada apa kak" Putri


"bagaimana keadaanmu? " Alex


"baik, " putri


"apa kau mengalami masalah setiap bulan? Alex


" tidak aku baik baik saja, masalah apa kak? "tanya putri heran


" itu, wanita "Alex.


" apa sih kak, bicaralah dengan jelas supaya aku bisa mengerti "Putri


" itu, setiap bulan wanita kan datang bulan.


apa kau merasa sakit setiap datang bulan?"Alex


"ooh itu, tidak aku baik baik saja.


tidak semua wanita merasa sakit saat datang bulan. semua punya keluhan yang berbeda.


aku tidak merasa sakit" kata Puteri menjelaskan kepada kakaknya


"oh syukurlah jika kau tidak merasakan sakit" kata Alex


"tapi kenapa kakak tiba tiba bertanya seperti ini padaku? " Putri


"tidak, tadi aku melihat temanku merasa sakit karena masalah itu jadi aku teringat padamu" Alex


"oh, baiklah" Putri


"jaga dirimu di sana" Alex


Setelah panggilan mereka berakhir Alex menghubungi Reyhan "aku tidak jadi pergi ke sana, kau pergilah sendiri ke sana mengantikan aku" Alex


"kenapa? " Reyhan


"dia sedang sakit, tidak mungkin untuknya pergi ke pesat itu dalam keadaan sakit" Alex


"oke baiklah" Reyhan


Terimakasih sudah membaca karya aku ya kakak.


Jika ada kritik dan masukan kasi tau ya.

__ADS_1


__ADS_2