
Dua minggu sudah berlalu sejak kejadian itu.
Maura dan Delon sudah kembali ke kota B
Maura berusaha keras melupakan kejadian itu,
Nathan juga belum menghubungi dia hingga sekarang.
Sejak saat itu Leon selalu menunggu Maura untuk menghubunginya namun dua minggu sudah berlalu Maura belom pernah sekalipun menghubungi Leon.
Setiap ponselnya berbunyi Leon selalu mengharapkan Maura lah yang menghubunginya.
Delon sudah kembali bersekolah seperti biasa.
Bus jemputan sudah datang menjemput Delon
"belajarlah yang rajin dan jadi anak baik" Maura
"iya mama" Delon
"jangan lupa makan bekal makanan yang sudah mama siapkan" Maura
"oke, bye bye " Delon
setelah Delon pergi ke sekolah Maura bersiap pergi ke kafe miliknya.
Ada pesan masuk di ponsel Maura
dia melihat ponselnya.
"hufff untuk apa lagi dia menghubungiku" batin Maura.
Maura mengabaikan pesan itu
pesan itu ternyata dari Natan
Siang hari Delon pulang dari sekolah.
di kafe milik Maura ada ruang khusus untuk tempat Delon bermain dan beristirahat.
setiap hari sepulang sekolah Delon menemani Maura di kafe.
Saat Maura sibuk melayani pengunjung Delon bermain sendiri karena hari ini Nia sudah mulai bekerja.
"mama aku suntuk" Delon
"sebentar ya sayang mama lagi melayani pembeli" Maura membujuk Delon agar mau bermain sendiri
"aku mau main game tapi ponsel milikku tidak ada baterai"kata Delon
__ADS_1
" ini pakai ponsel mama"Maura memberikan ponselnya kepada Delon
Delon mengambil ponsel itu dan segera berlari meninggalkan maura yang sedang sibuk.
Delon sibuk memfoto Maura yang sedang bekerja
tanpa sengaja Delon mengirim foto Maura ke semua kontak yang ada di ponsel Maura.
Di perusahaan milik Leon terlihat dia sedang sibuk.
"Jo, setelah ini apa aku ada jadwal lain? " Leon.
"Lima menit lagi akan ada meeting dengan petinggi perusahaan" jo
Leon dan jo sibuk mengurus berkas untuk dibawa untuk meeting nanti.
setelah itu mereka masuk ke ruang meeting.
meeting berjalan lancar hari ini.
"Jo, aku ingin pulang ke rumah dan beristirahat
jika tak ada hal penting yang mendesak jangan hubungi aku" Leon
"baik bos" jo
Leon duduk di kursi kebesarannya.
Leon membuka ponsel itu dan dia tersenyum karena itu adalah foto Maura.
"siapa yang mengirim foto ini? " batin Leon
Leon langsung menghubungi nomor itu namun tidak ada jawaban.
karena penasaran Leon terus mengulangi menghubungi nomor itu.
saat panggilan ke lima panggilan itu tersambung
"hallo" Leon
"halo" Delon menjawab dari sebrang sana
"suara anak kecil, ini sebenarnya siapa" gumam Leon bertanya di hatinya
setelah selesai bekerja Maura menyusul Delon.
saat melihat Delon sedang menelpon dengan seseorang Maura langsung mengambil ponselnya dari tangan Delon.
dia terkejut melihat kontak yang sedang melakukan panggilan dengan Delon.
__ADS_1
"halo" leon bersuara dari sebrang sana
dengan gelagapan Maura menjawab panggilan itu
"maaf tadi saya salah pencet,
maaf sudah mengganggumu"Maura
Leon mengenal itu suara Maura
" Maura"Leon
"ah iya ini aku, maaf sudah menganggu mu" Maura.
"tidak, aku tidak terganggu sama sekali" Leon menjawab dengan antusias.
"sudah dulu ya, aku sedang sibuk" Maura
"sebentar, apakah ini nomor ponselmu" Leon
"iya" Maura
"bagaimana kabarmu" Leon
"aku baik" Maura.
setelah itu mereka sama sama terdiam untuk beberapa saat
"bagaimana kabar tante? apakah dia sudah sembuh? " maura
"sudah lebih baik" Leon.
"terimakasih sudah menolongku waktu itu" Maura
"sudah dulu ya aku ada pekerjaan " Maura langsung memutuskan panggilan itu
"ah tadi itu suara anak kecil, anak siapa?" batin Leon
karena bahagia dia lupa menanyakan hal itu kepada Maura.
"mungkin anak Donna" batin Leon
setelah saat itu Leon sering menghubungi Maura tapi tak pernah mendapatkan jawaban.
Leon juga sering mengirim pesan kepada Maura namun hanya beberapa kali di balas oleh Maura
Hingga suatu hari Leon memutuskan untuk mendatangi Maura ke kota B
Leon sudah bertekad untuk memperjuangkan hubungannya dengan Maura.
__ADS_1
Leon berharap Maura bisa menerima dia kembali