
Hari ini keluarga besar Kenzo berkunjung ke kediaman Darmawan.
Mariana yang mendapat kabar kalau sang besan akan datang berkunjung tentu sangat senang.
Dia menyiapkan makanan untuk menjamu calon besannya.
Di ruang tau kediaman Darmawan
Keadaan terlihat canggung.
Marco memulai pembiayaan
"Darmawan, maaf kami tiba tiba berkunjung hari ini " Marco
"iya tuan Marco" kata Darmawan
Darmawan berpikir keluarga besannya datang untuk membicarakan perihal pernikahan.
"tujuan kedatangan kami ke sini adalah untuk membicarakan tentang pernikahan kenzo dan Dara" Marco
"maafkan kami sebelumya karena dengan berat hati kami memutuskan pernikahan ini, ini keputusan sulit tapi percayalah keputusan ini bagi kami" Marco
Mariana yang dari tadi diam langsung menyela pembicaraan
"maksudnya ada apa?
kenapa batal? " Mariana
"maafkan saya tante, ini adalah kesalahan saya.
hingga saat ini saya belum memiliki perasaan kepada Dara, saya sudah berusaha untuk mencintai Dara namun rasa itu belum juga tumbuh" kata Kenzo karena ini semua tentang dirinya.
kesalahannya maka dia harus meluruskan sendiri.
"saya rasa keputusan ini adalah keputusan terbaik untuk kami berdua dari pada kamu terlanjur menikah dan terjerat dalam pernikahan tanpa cinta.
__ADS_1
Dara juga pasti tidak akan bahagia jika dia terjebak dalam pernikahan tanpa cinta " Kenzo
Dara yang baru turun dari kamarnya mendengar itu semua langsung menyela
"Kenzo, apa maksud kamu?.
aku begitu mencintai kamu
teganya kamu berbuat seperti ini padaku" teriak Dara
"cinta akan tumbuh seiring berjalan waktu, selama ini kalian jarang berinteraksi berdua karena kamu juga terlalu sibuk dengan pekerjaan kamu sehingga kalian jarang memiliki waktu berdua. " ucap Mariana
Dara menghampiri mereka
"aku tidak mau pernikahan ini di batalkan.
aku akan berusaha sekuat mungkin agar bisa menjadi seperti yang kau mau " ucap Dara berurai air mata.
Darmawan sedari tadi hanya bisa terdiam.
"tuan aku belum mengerti dengan semua ini.
bukakan selama ini juga semua berjalan baik baik saja.
kenapa tiba tiba jadi berubah seperti ink"? " tanya Darmawan
"maaf ini di luar kendaliku" kata Delon tertunduk
"katakan sesuatu kenapa kamu diam saja dari tadi? " tanya Mariana pada Putri yang hanya tertunduk
"Dara aku mohon mengertilah, ini adalah keputusan terbaik untuk kita" Kenzo
"untukmu.
bukan untukku
__ADS_1
apa kurangnya aku?
apakah aku memiliki kesalahan
katakanlah aku berjanji akan berubah menjadi seperti yang kau mau.
tapi tolong jangan batalkan pernikahan ini" ucap Dara lagi
"maafkan aku" ucap Kenzo yang sudah membuat keputusan
lebih baik seperti ini daripada terjebak dan menderita di kemudian hari menjalani pernikahan tanpa cinta batin Kenzo
"cinta akan tumbuh seiring berjalan waktu" ucap Mariana lagi.
Semua kini terdiam dan bergelut dengan pikirannya masing masing.
"maafkan kami tapi ini keputusan terbaik buat kita.
sebagai permintaan maaf kami, kami akan mengabulkan permintaan kalian" ucap Marco
"secara pribadi saya sebagai kakek Kenzo sangat menyesal dengan kejadian ini dan saya tahu ini pasti berat untuk kalian.
saya akan memberikan pulau pribadi milik saya untuk Dara sebagai permintaan maaf dari kami" Marco
Mariana yang memang mata duitan seketika terperangah dengan apa yang di katakan Marco.
"kebahagiaan putriku tak akan bisa di bandingkan dengan sebuah pulau pribadi tuan Marco" Darmawan
"kami tau itu tapi apa yang bisa kami lakukan ,
daripada memaksakan pernikahan mereka tapi pada akhirnya akan kandas juga" kata Marco yang sudah jenuh dengan perdebatan yang tidak ada ujungnya ini
"maaf kami harus pamit, kamu harap kalian bisa menerima keputusan ini " kata Marco lagi.
Marco memang cenderung keras dan tegas dalam berkata kata dan bernegosiasi mungkin karena profesi nya sebagai pengacara jadi sudah terbiasa menghadapi masalah yang menguruskan dia bersikap tegas saat negosiasi berjalan alot
__ADS_1
Marco merelakan pulau pribadinya karena baginya tidak ada yang lebih penting daripada kebahagiaan keluarganya