
Di perjalanan tidak ada yang berbicara di antara mereka.
suasana terasa hening hingga suara ponsel Maura memecahkan keheningan.
Maura melihat ponselnya dan ternyata panggilan itu dari Nathan
"hallo" Maura.
"halo, bagaimana kabar kalian hari ini" Natha
"baik, kami sedang di kota J mengunjungi Donna" Maura
"besok aku akan pulang
setelah sampai nanti di kota J aku akan menghubungimu " Natha
"baiklah, jangan terlalu lelah bekerja dan Ingat jaga kesehatanmu" Maura
"aku merindukanmu" Nathan.
"aku juga merindukanmu cepat lah pulang" Maura
setelah panggilan mereka berakhir Maura menyimpan ponselnya ke dalam tas.
"apa itu panggilan dari Natan? " Donna
"iya, katanya besok dia akan kembali" Maura
Leon mendengar pembicaraan mereka
ada sedikit rasa sakit dan kecewa ia rasakan namun dia memendam perasaan ya itu.
"Nathan, apa mereka membicarakan Nathan prakasa tapi Nathan prakasa kan sudah memiliki istri" batin Leon.
"ah mungkin Nathan yang lain karena di dunia ini banyak orang memiliki nama yang sama gumam Leon dalam hatinya
tanpa mereka sadari mereka sudah tiba di depan rumah Donna
mereka turun dari mobil Leon.
Donna mengucapkan terimakasih kepada Leon
__ADS_1
karena mendengar suara mobil Delon yang dari tadi menunggu Donna dan Maura pulang langsung berlari dan membuka pintu..
Donna mengangkat Leon kedalam gendongan ya
" belum tidur? "Donna.
" belum mom, aku menunggu mommy dan mama pulang"Delon.
dari jauh Leon memperhatikan mereka dan melihat Delon
dia berpikir kalau Delon itu adalah anak Donna dan Gerry.
Leon pergi dari sana dan pulang ke apartemennya..
sesampainya di apartemen Leon membersihkan diri dan duduk di meja kerjanya
pikirannya tidak fokus dan terus terusan mengingat Maura
"apakah masi mungkin kami kembali bersama" gumam Leon dalam hatinya.
dia ingin memeriksa dokumen tapi karena pikirannya terus mengingat Maura dia tidak bisa fokus bekerja.
pikirannya melayang kemana mana.
dia terus terusan mengingat Leon.
Maura tidak bisa membohongi dirinya sendiri
sesungguhnya dia masi memiliki rasa itu terhadap Leon namun dia terus mencoba untuk mengubur rasa itu.
Hingga lewat tengah malam Maura baru bisa memejamkan matanya.
pagi hari
Leon bersiap pergi ke kantor namun langkahnya terhenti saat ada panggilan masuk ke ponselnya.
panggilan itu ternyata dari ayahnya
ayahnya mengabarkan kalau kesehatan mama Leon menurun dan meminta Leon untuk datang ke rumah besar.
memang kesehatan mama Leon terus menurun setelah dia mengetahui perbuatan melsa dan dia sangat terpukul saat mengetahui kebenaran bahwa cucu yang sangat dia sayangi selama ini bukan darah daging Leon..
__ADS_1
Leon langsung bergegas ke rumah besar milik keluarganya.
di perjalanan Leon menghubungi jo
"jo, hari ini aku tidak bisa ke kantor
tunda semua jadwal meeting ku hari ini " Leon
"baik bos tapi bagaiman pertemuan dengan bapak Natha? " jo
"hubungi dia dan atur jadwal ulang pertemuan dengan nya" Leon
"baik" jo.
setelah panggilan dengan Leon berakhir jo langsung menghubungi Nathan
"maaf tuan ketemuan hari ini di tunda karena bos saya ada urusan mendadak hari ini" jo
"bukankah kita sudah mengatur jadwal ini jauh jauh hari kenapa bisa tiba tiba ditunda" Natha
"maaf karena ini mendadak tuan,
bisakah pertemuannya di undur" jo
"baiklah, atur ulang jadwal pertemuannya dan nanti hubungi sekretaris ku saja" Natha
setelah panggilan itu berakhir Natha melemparkan ponselnya
dia terlihat sangat kesal karena pertemuan itu di tunda
"kalau bukan karena aku sangat membutuhkan investor untuk suntikan dana ke perusahaan,
aku tidak akan mau diperlakukan semena mena seperti ini" batin Natha
"daripada pusing mikirin pertemuan yang gagal lebih baik aku menemui Maura saja " batin Natha
dia menghubungi Maura dan mengatur pertemuan dengan Maura.
karena keadaan mamanya terus menurun maka harus di bawa ke rumah sakit.
Leon langsung menghubungi pihak rumah sakit agar menyiapkan segala keperluan untuk perawatan mamanya.
__ADS_1