Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
episode 86


__ADS_3

Hari ini Donna akan pulang ke Singapura, Maura, Delon dan Leon mengantarkan dia ke bandara.


Donna tampak gelisah mencari sosok yang selama ini selalu menemani dia kemanapun.


"kemana dia? dari semalam dia tidak datang ke tempat Maura padahal biasanya hampir setiap hari dia ke tempat Maura" batin Donna


Maura dan Donna berpelukan


"aku pasti merindukan kalian" Donna


"tidak bisakah kau tinggal disini saja? urusanmu dengan Gery juga sudah selesai." Maura


"kasian Nek Mina tinggal sendiri di sana, jika ada waktu aku pasti berkunjung ke sini.


kalian juga datang lah berkunjung ke sana" Donna


"iya, baik baik lah di sana" Maura


"kau juga, hati hati dan jangan terulang lagi kejadian kemarin" Donna


Donna berpaling melihat Delon


"mommy pergi dulu ya" Donna.


"Mommy ke mana? Delon


" Mommy kembali ke tempat Mommy,datang lah berkunjung ke tempat Mommy oke "Donna


Selesai berpamitan pada mereka, Donna pergi meninggalkan mereka.


hingga Donna masuk ke ruang tunggu mata Donna terus mencari seseorang namun orang itu tak muncul sama sekali.


Di tempat lain terlihat Marco sedang berbicara dengan seseorang


" cepat katakan pada siapa kau bekerja"Marco


anak buah Marco berhasil menemukan orang itu.


karena sibuk mengurus masalah itu Marco lupa bahwa Donna akan kembali hari ini.


Sudah lima hari berlalu, Donna sudah berada di Singapura dan menjalankan aktivitasnya seperti biasa.

__ADS_1


Marco sibuk mengurus orang yang telah mencelakai Maura waktu itu.


Sudah lima hari namun orang itu tetap tidak membuka suara untuk memberitahu kepada siapa dia bekerja padahal anak buah Marco sudah menghajarnya.


Marco menyuruh anak buahnya mencari tahu tentang keluarga orang itu.


setelah anak buahnya berhasil mencari tahu keluarga orang itu, Marco kembali mendatangi orang itu ke markas tempat Marco menyekap orang itu.


"apa kau masi belum mau berbicara? " Marco


orang itu tetap diam.


Marco mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sebuah vidio yang berhasil membuat laki laki itu membuka suara


"jangan jangan sentuh anak dan istriku, mereka tidak bersalah"


"akhirnya kau berbicara juga, kenapa kami tidak boleh menyentuh anak dan istrimu"? Marco


" dia tidak bersalah, dia tidak mengetahui apapun.


bunuh aku saja jika kau mau"


"kau bilang istrimu tidak bersalah, apakah Maura punya salah kepadamu sehingga kau berniat membunuhnya? " Marco


Marco menelpon anak buahnya


"apakah sekarang kau sedang ada di dekat mereka? "Marco


" iya bos"anak buah Marco


"lima menit lagi jika orang ini belum mau memberitahu siapa yang menyuruhnya aku akan menelpon mu kembali" Marco


"bagaimana? apa kau masi ingin diam? jika kau tetap seperti ini , aku akan menghubungi anak buahku dan menyuruh mereka melakukan hal yang sama seperti yang kalian lakukan pada Maura waktu itu" ancam Marco


"tidak tidak, jangan lakukan itu


aku akan memberitahukan nya padamu tapi berjanjilah padaku kau akan melepaskan anak dan istriku jika aku memberitahukannya padamu"


"cepat katakan, kau sudah membuang waktu ku selama lima hari" Marco


"aku tidak mengetahui siapa mereka tapi aku semoga memfoto mereka saat bos ku bertemu dengan mereka"

__ADS_1


Marco mengambil ponsel orang itu dan memeriksa galeri


Di Sana ada vidio waktu mereka berencana membunuh Maura.


Marco mengepalkan tangannya ketika melihat foto yang dia cari di ponsel laki laki itu.


Di dalam ponsel itu ada beberapa foto yang memperlihatkan Raja dan Melsa sedang bertemu dengan bos orang yang sedang dia sekap.


Terlihat Raja memberikan sebuah foto dan amplop yang diyakini berisi uang sebagai bayaran untuk mereka.


Marco pergi membawa ponsel laki laki itu dari sana tanpa berbicara apa apa.


"jaga dia" perintah Marco me salah satu anak buahnya


"siap bos"


Marco menghubungi Leon dan mengajak Leon bertemu di luar rumah.


mereka tidak mau membicarakan masalah ini di rumah karena takut Maura akan mengetahuinya dan membuat Maura mengingat kembali kejadian itu.


Tidak menunggu lama Leon langsung datang menghampiri Marco di restoran.


Mereka mengambil ruang privasi agar dapat berbicara dengan tenang..


"katakan apa yang kau dapat? " Leon


Marco tidak menjawab namun langsung memberikan ponsel orang itu kepada Leon.


Leon melihat apa yang di tunjukkan Marco


"aku tidak akan mengampuni mereka" Leon.


"apa yang ingin kau lakukan pada mereka? " Marco


"aku tidak ingin membunuh mereka, itu hukuman yang terlalu ringan atas apa yang mereka lakukan pada istriku.


kita akan memberikan hukuman yang lebih mengerikan dari kematian. " Leon


"apa rencana mu? "Marco


" sebentar lagi mereka akan mengadakan acara ulang tahun anaknya, kita akan mengirim mereka kado di saat itu juga. di hadapan orang banyak hingga mereka tidak berani lagi mengangkat kepala , aku akan mengambil semua yang mereka punya. semua yang mereka banggakan selama ini "Leon

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca karya aku ya kakak


jangan lupa mampir ke cerita aku satu lagi yang berjudul TERSIKSA RASA


__ADS_2