Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
andaikan kau datang kembali


__ADS_3

Hari ini Gracia merasa kesal karena jadwal pertemuannya dengan calon investor baru tiba tiba di batalkan dan di atur jadwal ulang untuk pertemuan berikutnya padahal Gracia sudah berada di kafe tempat pertemuan mereka.


"hallo Bella kau di mana? " Gracia


"di ruangan ku" Bella


"cepat pergi ke kafe biasa tempat kita nongkrong dulu waktu SMA" ucap Gracia


"aku sedang banyak kerjaan" Bella


"datang ke sini atau ku pecat kau" ancam Gracia


"iss kau ini baru kau lah bos yang mengancam memecat karyawan yang serius bekerja" gumam Bella


"aku tunggu" kata Gracia memutuskan sambungan telepon


"mak Lampir ini ada ada aja" kata Bella menggerutu.


Bella langsung pergi ke kafe yang di katakan Gracia


Dia tahu Gracia pasti sedang sangat kesal saat ini makanya dia mengajak Bella ke kafe itu untuk menghilangkan kekesalannya.


Tiba di kafe itu Bella langsung celingak celinguk mencari Gracia.


Gracia melambaikan tangan saat melihat Bella


"apa apa lagi kali ini? " Bella


"andaikan aku tidak benar benar lagi butuh aku pasti sudah mendatangi mereka dan memaki mereka.


seenaknya aja tiba tiba membatalkan padahal aku sudah menunggu dia di sana.


sangat tidak profesional"Gracia


Gracia mengirim pesan ke Okta untuk mencari investor lain dan jika ada calon investor lain maka dia tidak akan mau bertemu lagi dan bekerjasama dengan investor yang seenak jidatnya saja membatalkan janji temu.


Setelah mendengarkan Gracia mengoceh tak jelas akhirnya Bella buka suara


"sabar" bella


"cihh kau bisa setenang ini padahal keadaan perusahaan sedang kacau" Gracia


"tugasku hanya menciptakan mahakarya yang bagus sementara tugasmu menyelesaikan kesulitan di perusahaan" jawab Bella santai


"jika aku tidak bisa menyelesaikan maka perusahaan akan bangkrut dan kau tidak akan memiliki tempat untuk bekerja" Gracia


"aku tinggal pergi ke perusahaan lain untuk bekerja " Bella


"mana ada perusahaan yang mau mempekerjakan mu, cuma aku yang berbaik hati mau menampung mu kau pemalas dan lelet" Gracia


Setelah selesai berdebat mereka merasa lapar dan akhirnya memesan makanan di sana.


seperti biasa mereka akan menghabiskan waktu untuk bersantai di sana untuk melupakan segala permasalahan yang ada di pikiran mereka.


Kafe itu sangat cocok untuk tempat bersantai karena memiliki taman yang indah.


Mereka menikmati makanan mereka sambil mendengarkan musik.


Setelah selesai makan Bella pamit pergi ke toilet


Bella ternyata bukan pergi ke toilet tapi pergi ke belakang panggung mini yang ada di kafe itu.

__ADS_1


entah apa yang dia rencanakan tapi hanya dia lah yang tahu.


Setelah Bella kembali duduk bersama Gracia tiba tiba seseorang dari panggung memanggil Gracia


"untuk nona cantik yang duduk di sana bisakah anda datang ke sini dan menyumbangkan lagu untuk menghibur kami" kata MC dari atas panggung


Gracia menoleh ke sekelilingnya


"nona baju Merah" kata MC lagi memperjelas


Gracia menunjuk dirinya sambil mengerutkan kening


"iya benar anda nona" kata MC itu lagi.


"ayo Gres dia memanggilmu" kata Bella sambil tersenyum jahil


"ini pasti ulahmu" geram Gracia


Bella hanya tertawa mengejek.


Semua mata pengunjung di sana mengarah kepada Gracia


Gracia menggelengkan kepalanya tanda menolak.


namun tiba tiba semua pengunjung disana bersorak serentak meminta dia menuju panggung.


Dengan langkah yang berat Gracia mulai berjalan ke atas panggung


"awas kau Bella" geram Gracia


Sepasang kekasih yang baru tiba di kafe dan langsung duduk di tempat paling ujung.


"silahkan nona" kata MC memberikan mic kepada Gracia


Gracia meminta gitar dan duduk di bangku yang ada di sana.


melihat Gracia kesulitan akhirnya MC itu menawarkan diri untuk memegang mic nya.


Gracia terdiam sejenak dan mulai memainkan gitarnya menyanyikan lagu salah satu musisi Indonesia.


Terlalu indah dilupakan


Terlalu sedih dikenangkan


Setelah aku jauh berjalan


Dan kau kutinggalkan


Betapa hatiku bersedih


Mengenang kasih dan sayangmu


Setulus pesanmu kepadaku


Engkau 'kan menunggu


Andaikan kau datang ke mari


Jawaban mana yang 'kan kuberi


Adakah jalan yang kau temui

__ADS_1


Untuk kita kembali lagi?


Bersinarlah bulan purnama


Seindah serta tulus cintanya


Bersinarlah terus sampai nanti


Lagu ini kuakhiri


Betapa hatiku bersedih


Mengenang kasih dan sayangmu


Setulus pesanmu kepadaku


Engkau 'kan menunggu


Andaikan kau datang ke mari


Jawaban mana yang 'kan kuberi


Adakah jalan yang kau temui


Untuk kita kembali lagi?


Bersinarlah bulan purnama


Seindah serta tulus cintanya


Bersinarlah terus sampai nanti


Lagu ini kuakhiri


Bersinarlah bulan purnama


Seindah serta tulus cintanya


Bersinarlah terus sampai nanti


Lagu ini kuakhiri


Bersinarlah bulan purnama


Seindah serta tulus cintanya


Bersinarlah terus sampai nanti


Tanpa sadar Gracia meneteskan air mata ya saat menyanyikan lagu itu.


Bella yang melihat itu pun ikut merasa sedih


"kau pasti sangat merindukan Bunda Sania" lirihnya yang juga ikut meneteskan air mata


Seseorang yang duduk di salah satu sudut kafe itu juga menikmati suara merdu Gracia.


Pengunjung lain juga ikut merasa tersentuh mendengar Gracia membawakan lagu itu dengan sangat baik .


Setelah Gracia selesai bernyanyi semua pengunjung di sana bertepuk tangan kepadanya.


Gracia hanya menampilkan senyum tipis dan menundukkan kepalanya sebelum turun dari panggung itu.

__ADS_1


__ADS_2