
Leon masi menangis di tempat kejadian, melihat mobil yang terbakar di dalam jurang.
Polisi tiba di tempat kejadian dan melakukan penelusuran di TKP.
"ada anak kecil" teriak salah satu petugas
mendengar itu leon langsung berlari menghampiri petugas itu. Dia yakin anak kecil yang di maksud adalah Delon anaknya.
Leon melihat Delon tidak sadarkan diri.
Leon memeluk erat anaknya itu
"maafkan papa nak, papa tak bisa menjaga kalian"tangis Leon memeluk anaknya itu.
Tak lama setelah itu Vanno datang dengan Marco.
setelah mendengar kabar ini dari Jo mereka langsung bergegas ke tempat kejadian.
Vanno langsung memeriksa Delon
" bagaimana keadaannya"tanya Leon khawatir.
"Dia baik baik saja, dia hanya syok. Sebentar lagi dia akan sadar" kata Vanno menjelaskan keadaan Delon.
Leon bernafas lega setelah mengetahui keadaan anaknya yang baik baik saja.
Leon menitipkan Delon kepada Vanno untuk di bawa ke rumah sakit
"Van, bisakah kau bawa Delon ke rumah sakit dulu, aku masi harus di sini untuk mencari Maura" Leon
"oke, aku akan bawa Delon ke rumah sakit, kau tenang saja semua akan baik baik saja" kata Vanno menenangkan sahabatnya itu
Sore hari,
Polisi menemukan badan seorang wanita wang terbaring lemah tak berdaya di bibir jurang.
Mendapat informasi itu Leon langsung menghampiri.
Tubuh wanita itu penuh dengan bekas pukulan.
__ADS_1
Tubuh dan wajahnya penuh dengan luka.
"Dia dia Maura kata Leon" saat melihat tubuh istrinya
Saat para penjahat mendorong mobilnya ke jurang,
Maura membuka pintu mobil dan melompat ke luar dengan sisa tenaga yang dia punya.
Maura memeluk tubuh Maura yang tak berdaya
Salah seorang petugas memeriksa nadi Maura
"Dia masi hidup" kata petugas itu.
mereka langsung bergegas membawa Maura ke rumah sakit.
Didalam perjalanan Marco menghubungi Vanno untuk menyediakan ruangan dan keperluan untuk Maura agar saat sampai di rumah sakit dia bisa langsung di tangani.
Mereka tiba di rumah sakit dan Maura langsung di tangani oleh Dokter ahli.
Leon tampak kacau
"Tolong cari tau siapa yang melakukan ini semua,
jangan lepaskan mereka. Hukum semua orang yang terlibat dalam masalah ini" kata Leon dengan penuh amarah.
Marco adalah seorang pengacara tapi dia juga adalah kepala Mafia.
Marco tahu apa yang di maksud Leon
Dia mau menghukum orang itu dengan caranya sendiri bukan dengan hukuman penjara.
"kau tenang saja, aku pasti akan menemukan mereka semua" Marco
Donna masi merasa gelisah
Dia terus menghubungi Maura namun tidak mendapat jawaban sejak pagi.
"Maura, aku harap kau baik baik saja" kata donna berbicara sendiri.
__ADS_1
"jika kau sangat mengkhawatirkan nya pergi ke sana dan pastikan keadaanya" kata Nek mina
"sepertinya aku memang harus ke sana Nek, aku khawatir akan keadaan Maura" Donna
Donna segera bersiap dan pamit kepada Nek Mina
"aku pergi dulu ya Nek" pamit Donna
"iya, beri kabar ketika kau sudah sampai di sana" Nek Mina
Di perjalanan menuju Bandara Donna terus menghubungi Leon dan Maura namun tak ada jawaban dari mereka berdua.
Saat pesawatnya tiba di bandara kota J
Donna langsung menuju kediaman Maura
saat tiba di sana Donna bertemu dengan Jo yang sedang mengambil pakaian ganti untuk Leon
"Maura dimana Jo? " tanya Donna
"Maura sedang di rumah sakit" jawab jo
"kenapa dia di rumah sakit? apa yang terjadi? " Donna
Jo menceritakan semua kejadian yang terjadi hari ini
"jika kau mau melihat nyonya ayo ikut denganku ke rumah sakit" tawar Jo kepada Donna
tanpa pikir panjang Donna langsung naik ke mobil Jo dan ikut ke rumah sakit melihat keadaan Maura.
Terimakasihnya sudah membaca karya aku kakak.
mohon dukungannya
Jika berkenan mampir ke cerita aku satu lagi ya
yang berjudul TERSIKSA RASA
TERIMAKSIH
__ADS_1