Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
Episode 4


__ADS_3

maura berjalan tanpa arah menyusuri jalan yang panjang


dia berhenti di sebuah taman yang tak jauh dari gedung acara tersebut


hujan pun turun tiba tiba , sperti suasana hati maura


hujan turun dengan deras


dona yang kini tiba di tempat dona langsung menghampiri dona dan memeluk dona


“ra, aku tau perasaan kamu. Menangis lah dan


menjerit lah jika itu bisa membuat kamu lebih baik”


maura hanya diam


rasanya menangis pun sudah tidak dapat dia lakukan


tiba tiba dia tertawa


“hahahahhaha , indah sekali tuhan!


aku sungguh menikmati semua


semua yang kau takdirkan untukku”


dona panik melihat maura yang terus tertawa


“ra, menangis lah dan lepaskan beban ini


aku tau kau wanita kuat


kita sudah melawan kerasnya hidup dari kecil tanpa orang tua


aku tau kamu sanggup” kata dona memeluk maura


akhirnya maura menangis menumpahkan semuanya


“don, apa ini? Aku sungguh tidak kuat


katakan ini tidak nyata dona,, katakan ini hanya mimpi buruk yang akan hilang


saat bangun dari tidurku

__ADS_1


bangunkan aku dona , bangunkan aku


aku tidak kuat donaaaa” kata maura sambil menjerit


“ya , ini akan berlalu maura


kita akan melewatinya bersama


sperti kesulitan dan kesedihan  yang


sudah kita lewati dari dulu


maka kita juga akan melewati badai ini bersama sperti biasanya”


maura memeluk dona


“dona hanya kau yang aku punya dari dulu


berjanjilah kau tak akan pernah meningalkanku sperti mereka yang meningalkanku”


Dona mengangkat badan maura


“itu janji kita bersama ra,


ayo kita pulang, mari kita lawan rasa sakit ini


berjanjilah padaku kau tak akan larut dalam rasa sakit ini


berjanjilah kau akan baik baik saja”


dona memanggil taksi


dia membawa daona pulang ke rumah mereka,


di perjalannan maura hanya diam dan menangis


dia mengingat semua janji janji manis dito


dona yang melihat keadaan maura yang sangat kacau itu merasa kasihan padanya


"kenapa dito tega menghianati maura? apa yang kurang darinya


padahal maura sudah mengorbankan semuanya demi dito dan tega teganya dito berbuat seperti ini

__ADS_1


dasar laki laki b*j*ngan"gumam dona dalam hatinya


sesampainya di rumah maura tetap tidak berbicara apa apa


dia masuk ke kamar mandi dan menyitam dirinya sendiri


air matanya terus mengalir rasa sakit itu sangat melekat di hati maura


"kenapa mas kenapa kamu tegaaaa haaa apa salah aku mas ?"kata maura menjerit dalam kamar mandi


dona yang khawatir mengetuk pintu kamar mandi


"ra aku mohon jangan seperti ini,


dengan seperti ini keadaan juga tidak akan berubah


aku harap kamu kuat ra"


stelah lama berada di kamar mandi akhirnya maura keluar


dona yang melihat itu merasa lega dan memeluk maura


"semua akan baik baik saja ra, percayalah padaku"


"apa salah aku don? kenapa mas dito tega sama aku


aku sudah mengorbankan semua demi dia tapi dia don" kata maura sambil menangis ddalam pelukan dona


"tidak ada yang kurang sama kamu ra, tapi memang dia lah yang tidak tau kalau dia sudah membuang berlian seberharga kamu,


suatu saat dia pasti menyesakl dan akan merasa sakit yang lebih dari yang kamu rasakan saat ini"


hari hari berlalu dan maura tetap masi sedih dan setelah kejadiaan itu dia lebih banyak diam


dia tidak seperti dulu yang ceria.


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2