Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
episode 27(mengakhiri)


__ADS_3

Maura bergegas pergi dari sana


"heiiii pelan pelan ra" Donna


"aku sudah tidak sabar memberi kabar bahagia ini pada mas Leon, dia pasti akan sangat bahagia" Maura


"iya tapi berhati hatilah kau harus menjaga keponakanku dalam perutmu itu" Donna


saat keluar dari rumah sakit Donna melihat Leon berjalan memasuki rumah sakit dengan Sekretaris jo.


"Ra bukanlah itu Leon? " Donna


Maura mengikuti arah pandangan Donna dan benar saja Leon ada di sana.


Maura memanggil Leon namun Leon tidak mendengar panggilan Maura


Maura pun mengikuti Leon,


Leon berhenti di salah satu ruangan dokter


itu adalah ruangan dokter Marco


"aku sudah menunggumu dari tadi, apa yang ingin kau bicarakan denganku? " Marco.


"berikan aku selamat" leon


"selamat atas apa? seingat aku ini bukan hari ulang tahunmu" Marco.


"sebentar lagi aku akan menjadi ayah" Leon dengan bangga mengatakannya kepada Marco


"ahhhh selamat broo akhirnya kau menjadi seorang ayah dan aku akan menjadi paman " Marco memberi pelukan selamat kepada Leon


"kau harus lebih memperhatikan Maura, karena ibu hamil biasanya mengalami masa masa morning sickness " Marco

__ADS_1


"kenapa Maura akan mengalami itu" Leon


"karena dia sedang hamil muda" Marco


"aku akan menjadi ayah tapi bukan Maura yang sedang mengandung" Leon


"jadi? "


"ya istriku melsa , dia sedang mengandung anak kami walaupun kecil kemungkinan dia bisa mengandung tapi Allah telah memberi mujijat kepada kami" Leon


Marco terdiam. mendengar penuturan sahabatnya itu.


"jadi maksud kedatanganku tadi kesini aku ingin berbicara denganmu tentang masalah Maura" Leon


"memangnya ada masalah apa dengan Maura? " Marco


"aku ingin mengakhiri ini semua" Leon


"maksudmu" Marco


"apa kau sudah memikirkan semuanya? Maura adalah gadis baik bagaiman kau bisa melepaskan wanita sebaik Maura" Marco


"tentu aku sudah memikirkannya dan aku sudah membuat keputusan,


bukankah hubungan kami terjadi karena aku menginginkan keturunan dan aku udah mendapatkn itu dari melsa " Leon


"jadi bagaimana dengan Maura? " Marco


"aku akan melepaskan ya dan memberikan uang untuk modal dia membuka usaha sehingga dia bisa hidup dengan layak ke depannya,


aku memberikan itu sebagai ucapan terimakasih ku untuknya" Leon


"apakah tidak ada sedikit saja rasa cinta di hatimu untuknya" Marco

__ADS_1


"aku lebih mencintai melsa dan aku tidak ingin membuat melsa salah paham"Leon


" aku sudah menyuruh jo untuk mengurus segalanya dan aku juga akan memberikan apartemen yang sekarang dia tempati untuk Maura"Leon


"tapi tidakkah kau mau mempertimbangkan kembali keputusan ini? " Marco.


"tidak, aku sudah yakin dengan keputusanku" Leon


"apakah kau sudah menemui maura untuk membicarakan ini? " Marco


"aku tidak akan menemuinya dan aku sudah menyerahkan urusan itu kepada jo" leon


"temuilah dia dan jelaskan padanya setidaknya buatlah perpisahan ini tidak terlalu menyakitkan bagi nya" Marco


"dia pasti akan mengerti, dari awal juga dia tau posisinya dalam hidup ku" Leon


"terserah padamu" Marco


dari luar ruangan dokter Marco,


Maura berdiri sambil menahan tangisannya


dia mendengar semua apa yang di kataka Leon tadi.


"apakah aku tidak ada sedikitpun di dalam hatimu mas bahkan untuk mengakhiri semuanya kau tidak datang menemuiku untuk mengucapkan salam perpisahan" gumam Maura dalam hatinya sambil menahan tangisan


Maura berbalik dari tempat itu tanpa berbicara apa pun pada Donna.


donna melihat kepergian Maura pun turut mengejar Maura


"apakah kau tidak akan memberitahunya kalau kau juga sedang mengandung anaknya? " Donna


"untuk apa aku mengatak kepadanya? ini sudah berakhir don, seharusnya aku sadar posisi aku dan tidak berharap lebih pada hubungan kami" Maura

__ADS_1


mereka pulang ke apartemen Maura.


selama perjalanan pulang Maura tidak mengatakan apa pun.


__ADS_2