Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
KEJADIAN DI MALL


__ADS_3

Setelah puas berbelanja dan makan ice cream mereka berdua memutuskan untuk kembali ke rumah.


"bunda bagaimana kalau kita ke kantor ayah dan memberi ayah kejutan" Gracia


"tapi ini udah sore sayang dan ayah juga sebentar lagu mungkin akan pulang ke rumah.


kita temui ayah di rumah aja ya nak" kata Sania karena khawatir anaknya itu kelelahan


"coba telpon ayah dulu bunda" kata Gracia karena sudah tidak sabar bertemu dengan ayah dan memberi kejutan


"baiklah" kata Sania dan mengeluarkan ponselnya


panggilan pertama dan kedua tidak di jawab


"tidak di jawab nak, mungkin ayah sedang sibuk" Sania


"coba lagi" rengek Gracia


panggilan ke tiga akhir ya di jawab Darmawan


"hallo" Darmawan


"mas di mana? masi sibuk? " Sania


"masi sibuk di kantor dan mungkin akan pulang telat malam ini.


kalian makan malam duluan dan tidak perlu menunggu aku" jawab Darmawan


"baiklah kalau begitu mas, jangan terlalu lelah bekerja nanti mas sakit.

__ADS_1


cepat lah pulang kami menunggu di rumah " Sania


Hati Sania entah kenapa makin gelisah


tidak biasanya suaminya itu bicara irit dan tidak menggunakan kata sayang seperti biasanya padahal tadi pagi semuanya baik baik saja


"apa kata ayah , bunda? " Gracia


"ayah masi sibuk nak" Sania


"kalau begitu kita ke kantor ayah saja bunda" Gracia


"sebaiknya kita langsung pulang nak, bunda takut kedatangan kita malah menganggu ayahmu" Sania


Setelah di bujuk akhirnya Sania menurut dan mau pulang ke rumah


deggg


"siapa wanita itu" batin Sania


"bukankah mas Darmawan katanya masi di kantor lalu kenapa dia ada di sini? " batinnya


Sania membawa Gracia masuk ke dalam mobil


"nak tunggu di sini sebentar ya, tadi bunda lupa membeli sesuatu" Sania


untuk memastikan keraguannya Sania menyusul orang yang mirip dengan suaminya itu


Tanpa sadar air mata Sania tumpah begitu saja saat melihat semuanya dengan jelas

__ADS_1


Laki laki itu benar suaminya dan dia sedang berjalan mengandeng seorang wanita dan tidak itu saja laki laki itu juga membawa sorang anak dalam gendongannya.


"mas" lirihnya pilu menatap suaminya yang sedang tersenyum dan bercanda bersama wanita itu


"dia, wanita itu!


sejak kapan? " batin Sania makin terluka ketika menyadari jika wanita itu adalah orang yang dia kenal


"Dita Anggraini" gumamnya pelan


Sania ingin sekali melabrak mereka tapi dia tidak ingin membuat keributan di tempat umum dan dia juga tidak mau Gracia melihat semuanya dan membuat batin anaknya itu terluka.


Sania diam diam mengambil foto kemesraan suaminya dan wanita itu


"sejak kapan mereka mengkhianati ku dan anak itu apakah anak itu milik mas dermawan" Sania


Sania kembali ke mobilnya karena tidak mau membuat anaknya menunggu terlalu lama. sebelum masuk ke mobilnya dia menghapus sisa sisa air matanya dan berusaha tersenyum di depan putrinya itu


"maaf bunda agak lama nak" kata Sania saat masuk ke dalam mobil.


Gracia ternyata sudah tertidur karena kelelahan seharian ini berjalan jalan bersama bundanya


"anakku sayang " kata Sania mengelus kepada putrinya sambil membenarkan posisi tidur anaknya itu


"apa yang harus bunda lakukan nak? " lirihnya


Gracia sangat dekat dengan ayah ya dan Sania tidak ingin membuat anaknya itu terluka karena masalahnya dengan sang suami.


"kamu jahat mas" lirih Sania pelan

__ADS_1


__ADS_2