
Melsa pergi dari tempat itu dan menelpon seseorang.
tak lama menunggu dokter datang dan memberi kabar kalau sudah mendapatkan darah yang cocok untuk Handika.
Vanno merasa ada sesuatu yang janggal d sini namun dia tidak bisa berkata apa apa karena Leon masi dalam keadaan panik dan dia tidak ingin menambah beban untuk Leon.
satu minggu kini berlalu dan Handika sudah di ijinkan untuk pulang ke rumah.
keadaan perusahaan Leon makin hari mengalami penurunan.
tidak ada tender yang berhasil di menangkan perusahaannya.
"argghhh kenapa bisa seperti ini? " Leon
"aku sudah menyelidikinya bos dan menurut aku ada pembocoran rahasia perusahaan kita" jo
"siapa yang berani melakukan itu? " Leon
"aku masi mencari tau dalang ini semua bos,
sekarang bos harus bertemu dengan pemilik perusahaan x untuk menawarkan kerjasama dengan mereka" jo.
"iya aku akan menemui nya ini kesempatan yang bagus untuk perusahaan kita jika aku berhasil menjalin kerja sama dengan perusahaan mereka" Leon
Leon dan Jo langsung menuju perusahaan x.
mereka di suruh menunggu karena pemilik perusahaan sedang ada tamu
setelah satu jam menunggu pemilik perusahaan keluar bersama seseorang.
"bos itu adalah pemilik perusahaan RJ namanya Raja dirgantara,aku rasa dia datang kesini juga untuk menawarkan kerja sama " jo
setelah Raja pergi dari sana pemilik perusahaan x menghampiri mereka
__ADS_1
"maaf sudah membuat kalian menunggu" pemilik perusahaan x
"tidak masalah tuan,
maksud kedatangan kami ke sini ingin menawarkan kerja sama dengan perusahaan tuan" Leon
"maaf tuan tapi saya baru saja membuat kesepakatan kerja sama dengan perusahaan RJ"
"apa tidak ada kesempatan untuk perusahaan saya tuan tolong di pertimbangkan lagi" Leon
"tinggalkan saja proposal nya di sini nanti akan saya pelajari dan jika saya berubah pikiran saya akan menghubungi kalian.
saya undur diri dulu karena aku ada rapat lagi setelah ini" pemilik perusahaan x
Leon dan Jo pergi dari perusahaan itu dengan rasa kecewa.
Leon menghubungi vanno dan Marco untuk bertemu.
sementara jo disuruh untuk mencari tau siapa yang membocorkan rahasia perusahaanya.
mereka minum sambil berbincang bincang.
Leon mendapatkan panggilan dari Sekretaris jo
"apa kau sudah mendapatkan info" Leon.
"sudah tuan" jo
"datang ke tempat Marco, aku menunggumu di sini" Leon
"baik bos" jo
"apa aku harus memberitahu kabar ini pada bos ?
__ADS_1
tapi aku tidak ada pilihan lain selain memberitahukan ini pada bos" gumam jo dalam hati.
jo menghampiri Leon ke rumah Marco
"cepat katakan" Leon
"maaf jika saya lancang tapi menurut bukti yang saya dapatkan dan setelah saya mencari tau ternyata dalang di balik ini semua adalah nyonya Melsa" jo.
"apa katamu? untuk apa dia melakukan itu? dia tidak mungkin melakukan itu" Leon
"ini buktinya tuan" jo menyerahkan bukti jika melsa membocorkan info tentang perusahaan kepada raja.
"dan setelah saya selidiki nyonya melsa juga memiliki saham di perusahaan RZ" jo
"ini tidak mungkin" Leon emosi sambil meremas bukti yang telah di berikan jo
"apa kau sudah memastikan kebenaran ini jo? jika tidak benar maka aku akan membunuhmu" Leon
"aku sudah memastikan kebenarannya tuan dan aset yang telah kau berikan atas nama tuan muda Handika telah di jual nyonya untuk mendanai perusahaan itu" jo
Leon mengeram marah dan ingin pergi dari sana
"tuan" jo
"apalagi yang ingin kau sampaikan " Leon
"maaf jika saya lancang
saya juga menemukan bukti hubungan gelap nyonya Melsa dan pemilik perusahaan RZ" jo
Leon marah dan pergi dari sana
"kita tidak bisa membiarkan dia pergi sendiri,
__ADS_1
dia akan melakukan hal yang merugikan dirinya" Marco.
merek bertiga mengejar Leon