Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
episode 17(memikirkanmu)


__ADS_3

Leon pergi ke kantor, sesampai di kantor dia udah di hidangkan sama tumpukan berkas berkas yang harus dia periksa.


"Jo buatkan kopi untuk aku" Leon


setelah beberapa saat sekretaris jo pun datang membawa kopi.


Leon pun meminum kopi itu terus lama memandang kopi tersebut.


Leon mengambil ponselnya dan memanggil istrinya.


setelah beberapa kali pangilan tersebut belum juga di angkat.


" kemana saja dia? kok tidak pernah menghubungiku padahal kemaren aku sudah mengirim pesan kepadanya kalau aku sakit dia tidak pulang bahkan tidak menghubungiku sama sekali"gumam Leon dalam hati.


sementara di apartemen Maura merasa seperti ada yang kurang, karena beberapa hari ini dia sibuk mengurus Leon dan sekrang Leon sudah sembuh dan pergi bekerja dia merasa ada hal yang kurang.


" apakah dia sudah makan? aku mau menghubunginya tapi aku tidak memiliki no kontak dia


ohh biar aku hubungi sekretaris Jo saja"


drrtttt drrrrr pesan masuk ke ponsel jo


"asalamualaikum maaf menganggu aku cuma mau bertanya apakah tuan sudah makan dan minum obatnya? tolong ingatkan tuan untuk menjaga kesehatannya"


jo membaca pesan itu sambil tersenyum


melihat jo tersenyum tak jelas Leon merasa heran


"jo, apa yang salah dengamu? apa kau sudah gila? dari tadi kau senyum senyum sendiri" Leon


"nyonya mengirimku pesan" jo


"untuk apa dia mengirimmu pesan? " Leon

__ADS_1


"dia bertanya tentang kesehatan tuan dan mengingatkan makan dan minum obat" jo


"perhatian juga dia, melsa aja tidak ingat menanyakan kabarku" gumamnya dalam hati.


"apa yang harus aku jawab bos? " jo


"tak usah di jawab" Leon


di sisi lain Maura menunggu balasan dari jo namun tak ada balasan sama sekali.


sementara dia mau menghubungi Leon namun tak memiliki kontaknya dan tidak mungkin dia pergi ke perusahaan Leon untuk melihat kondisi Leon karena dia tau akan posisi dia.


"aku berharap dia baik baik saja" batinnya


sore harinya leon pulang ke apartemenya.


sesampainya di sana dia membersihkan diri dan memesan makanan online.


tingg tongg, bunyi bel


"ah itu pasti makanan yang aku pesan" batinnya


setelah dia menerima makanan dia menghidangkan makanan untuk dirinya.


di apartemenya memang tidak ada pembantu hanya sesekali ada tukang kebersihan yang di kirim dari rumah orangtuanya untuk membersihkan apartemen tersebut .


saat menikmati makanan itu Leon merasa ada yang kurang dan dia teringat kepada Maura


"kenapa aku memikirkannya " batinnya


Leon tidak menghabiskan makananya dan dia melanjutkan kerjaanya.


jam sudah menunjukkan pukul 10 malam.

__ADS_1


karena lelah dia berniat tidur namun beberapa saat berusaha memejamkan matanya dia tak kunjung tidur dan perutnya terasa lapar.


dia beberapa kali berusaha menghubungi istrinya namun belum juga mendapat jawaban


dan akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke apartemen Maura.


tingg tongg bunyi bel


"siapa yang datang malam malam" batin Maura


sebelum membuka pintu dia mengintip dr lobang kecil yang ada di pintu


" malam malam begini untuk apa dia kesini apa dia masi sakit"


Maura buru buru membuka pintu


" apakah tuan masi sakit"Maura


"tidak" Leon


"ah jadi kenapa tuan datang kesini malam malam? apakah ada yang tuan butuhkan? " Maura


"apa aku tidak bisa datang ke sini? " Leon


"oh tidak tuan, hanya saja saya merasa heran karena tak biasanya tuan datang ke sini saat malam" Maura


"aku lapar, bisakah kau menyiapkanan untukku? " Leon


"duduklah di ruang tamu dan beristirahatlah


aku akan membuatkan makan untuk tuan dan setelah siap nanti aku akan panggil" Maura


"Mmm" Leon sambil berjalan ke sofa di depan TV dan menguarkan laptopnya dan melanjutkan kerjaannya yang tertunda.

__ADS_1


__ADS_2