
Sudah satu bulan,
Donna sudah mempersiapkan diri untuk semua kemungkinan terburuk yang akan dia Terima.
Hari ini Gery datang ke restoran ditemani Desi.
Saat melihat kehadiran Gery yang di ikuti oleh Desi di belakangnya sesungguhnya hati Donna sudah tidak tahan lagi.
Donna sepertinya sudah tahu keputusan seperti apa yang akan di ambil Gery.
Donna menghela nafas panjang.
"bagaimanapun aku tetap harus menghadapi ini dan menyelesaikan semua" batin Donna
Gery menatap ke arah Donna
"bagaimana kabarmu? " Gery
"baik, seperti yang mas lihat" Donna
"bisakah kita berbicara sebentar" Gery
"ayo kita bicara di ruang itu" tunjuk Donna ke ruangan istirahat mereka yang sekarang menjadi tempat tinggal untuk Donna
Gery masuk ke ruangan itu dan melihat sekeliling
"apakah selama ini kau tinggal di sini? " Gery
"mmm iya" Donna
"apakah kau nyaman tidur di sini? " Gery
"tidak ada alasan untuk aku merasa tidak nyaman, tempat ini sudah lebih dari cukup menjadi tempat berlindung untuk aku,
aku sudah biasa hidup di jalan sejak kecil jadi tinggal di ruangan ini sudah sangat nyaman untuk orang seperti aku"Donna
Gery menundukkan kepalanya mendengar yang di katakan Donna.
" tapi setelah ini dimana kau akan tinggal? "Desi
__ADS_1
" maksudmu? "Donna
Gery menggenggam tangan Desi memberi isyarat untuk diam, namun Desi tidak mengindahkan tatapan dari Gery.
" maksudku kedatangan kami ke sini untuk membuat keputusan atas hubungan kita,
seperti yang kau bilang kemarin kau memberi waktu mas Gery untuk memilih antara kita dan sekarang kami datang ke sini untuk membuat keputusan itu"Desi
"cukup, bisakah anda diam?
aku bahkan tidak mengenal anda
yang menikah denganku adalah mas Gery bukan kau jadi apapun keputusan yang mas Gery pilih aku harap mas Gery bisa menyampaikan ya langsung kepadaku" Donna
"Mas cepat sampaikan keputusanmu agar semua jelas antara kita bertiga" Desi
Gery merasa berat untuk mengatakan keputusannya.
Gery sedari tadi diam dan tidak berani menatap Donna.
Setelah beberapa saat menunggu tapi Gery belum juga membuka mulutnya untuk menyampaikan keputusannya.
"Mmm, maafkan aku Don" Gery
"mm baiklah , aku sepertinya sudah tau apa keputusan Mas , aku Terima keputusan yang sudah Mas buat.
aku berterimakasih karena selama ini Mas sudah menjaga aku dan mencintai aku
aku juga minta maaf jika selama menjadi istri Mas aku melakukan kesalahan" Donna tampak tegar saat berbicara.
"Mas bisa secepatnya mengurus dokumen perceraian kita" Donna
"sekarang karena masalah ini sudah jelas dan mas Gery sudah membuat keputusan,
aku ingin mbak Donna mencari tempat tinggal yang lain karena sepengetahuan saya restoran ini dulu di buka saat mas Gery belum menikah dengan mbak." Desi
Gery menarik tangan Desi "diam lah " kata Gery kepada Desi
"iya seperti yang kau ketahui memang benar restoran ini di buka mas Gery saat belum menikah dengan aku dan restoran ini dulu masi kecil saat aku sudah menjadi istrinya.
__ADS_1
kami sama sama bekerja keras hingga restoran ini sudah menjadi besar seperti sekarang
tapi seperti yang kau bilang tadi ini tetap saja milik mas Gery jadi tanpa kau ingatkan aku juga akan pergi dari sini. " Donna
"tidak bukan seperti itu Don, kita akan membuat pembagian yang rata atas semua yang kita miliki selama pernikahan kita" Gery
"aku tidak perlu Mas, seperti yang Mas tahu aku sudah terbiasa menjalani hidup yang keras sejak kecil jadi aku tetap baik baik saja walaupun tanpa semua kemewahan ini" Donna
"Mas sudah dengar kan, mbak Donna sudah membuat keputusan jadi kita harus menerima keputusan mbak Donna" Desi.
"bisakah kau diam dulu, aku sedang berbicara degan Donna" kata Gery membentak desi
"yang dia katakan benar Mas dan menurutku semua sudah jelas jadi sudah tak ada yang perlu kita bicarakan, aku harap kalian bisa hidup bahagia selamanya" Donna
"Mas ayo kita pulang, aku ingin istirahat" Desi
"maafkan aku" kata Gery kepada Donna
"jangan minta maaf Mas, ini semua kesalahan aku
aku tidak bisa menjadi istri yang sempurna untuk Mas" Donna
Mereka bertiga berjalan menuju pintu keluar restoran.
Saat mereka berjalan tiba tiba lampu yang berada tepat di atas mereka terjatuh.
Dengan sigap Gery menarik Desi dan memeluk Desi
"apa kau baik baik saja? " tanya Gery panik dan memeluk Desi dengan erat.
tanpa Gery sadari Donna sudah terbaring tak berdaya karena tertimpa lampu yang terjatuh itu.
Para karyawan berlari melihat kondisi Donna
Donna masi setengah sadar
Donna bisa melihat bagaimana Gery dengan sigap menarik Desi dan menghawatirkan keadaan Desi
"semua sudah terlihat jelas olehku ya Allah,
__ADS_1
terimakasih sudah memperlihatkan semua kepadaku sehingga aku bisa lebih mudah melepaskan mas Gery" gumam Donna dalam hati sebelum kehilangan kesadarannya