Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
episode 23( mengemaskan)


__ADS_3

Maura ingin beranjak dari tempat tidur namun Leon menahannya


"mau kemana?" Leon


"mandi dan pergi menemui Donna " Maura


"tak usah pergi, temani aku untuk hari ini " Leon.


"Donna mungkin sudah menungguku" Maura


"kirim dia pesan , sudah tidurlah aku lelah" Leon


Maura berniat mengambil ponselnya namun saat beranjak dia merasa nyeri di bagian kewanitaannya.


"ayuuu uwww" Maura


mendengar Maura merintih Leon langsung bangun dan memberikan ponsel Maura


"apa sangat sakit? " leon


"sdikit, tak usah khawatir" Maura


Maura mengirim pesan kepada donna kalau hari ini dia tidak jadi datang ke tempat Donna


mereka tidur dalam keadaan berpelukan.


hari sudah mulai sore dan Leon pun akhirnya bangun, saat dia bangun dia melihat Maura dalam pelukannya


dia memandangi wajah Maura.


"dia terlihat sangat cantik" batin Leon


Maura akhirnya bangun,


dia melihat Leon memandangi nya


sadar dia masi dalam keadaan polos dia menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.


"tidak usah di tutupi aku juga sudah melihat dan merasakan setiap jengkal bagian tubuhmu" Leon


Maura tersipu malu mendengar penuturan Leon


"aku ingin mandi" Maura


"mari mandi bersama" Leon

__ADS_1


"tidak tidak aku mandi sendiri saja" Maura


"tapi aku ingin mandi bersamamu " bisik Leon di telinga Maura


tanpa menunggu jawaban Maura , Leon langsung mengangkat tubuh Maura ke kamar mandi.


langkah kaki Leon terhenti saat mendengar bunyi bell


tinggg tonggg tinggg tonggg


"siapa yang datang? mengganggu saja" Leon


"mandilah dulu, aku akan melihat siapa yang datang" Leon


Leon memakai celananya dan pergi membuka pintu


sebelum membuka pintu Leon mengintip terlebih dahulu memastikan siapa yang datang


"aissaahhhh kenapa para penganggu ini datang di saat tidak tepat" Leon


Leon akhirnya membuka pintu


"kenapa kalian datang kesini" Leon


"ohhhh maaf aku lupa kalau kita ada janji ketemu " Leon


"cihhhh dasar kau ini" Marco


"tunggu tunggu ada apa dengan badan mulusmu?" vanno


Marco dan Leon mengikuti arah pandangan vanno.


di badan leon telihat ada bekas cakaran Maura.


"aku rasa kita datang di waktu yang salah" vanno


"sepertinya kita telah menganggu kegiatan bos besar ini" marco


Marco dan vanno mengejek Leon


"berhenti menertawakan aku,


kalian juga harus mencari pasangan agar tidak terus terusan menganggu aku" Leon


"aku rasa kami berdua harus pergi" vanno

__ADS_1


"pergilah kalian merusak momenku saja" Leon


akhirnya vanno dan Marco pergi dari tempat itu.


saat Leon masuk ke kamar dia mendapati Maura sudah siap mandi dan berpakaian


"siapa yang datang" Maura.


"vanno dan Marco" Leon


"aku akan membuatkan minuman untuk mereka


kamu pergilah mandi" Maura


"tidak usah, mereka sudah pulang" Leon


"oh baiklah" Maura


setelah selesai mandi Leon memakai pakaian rapi


"aku akan ke rumah papa,


tadi mereka menelpon dan menyuruhku pulang" Leon


"apakah tuan akan tidur di sana untuk malam ini" Maura.


"sudah berkali kali aku katakan jangan memangilku dengan panggilan itu " kata Leon terlihat marah


"maaf kan aku " Maura tertunduk


"malam ini aku mungkin menginap di sana" Leon


"baik lah m m m mmas" Maura


saat hendak pergi dari sana Leon memang Maura dan mencium kening Maura.


Maura yang mendapat perlakuan tak biasa dari Leon merasa terkejut.


pipi Maura terlihat memerah.


"aku pamit" Leon


"i Iiya mas" Maura


"dia terlihat sangat mengemaskan "batin leon

__ADS_1


__ADS_2