Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
yang hilang akan kembali


__ADS_3

Disinilah mereka berada, Di ruang pribadi Ganesha.


Ganesha dan Anandita masi terlihat sehat bugar di umur dia yang tidak lagi muda.


Bella tidak mau meninggalkan Gracia sendiri karena dia takut Gracia kenapa kenapa.


"bisakah tinggalkan kami, kami ingin membicarakan masalah pribadi dengan nya" ucap Arjun.


"maaf uncle aku tidak akan meninggalkan Gracia, kami baru mengenal kalian dan aku tidak akan pernah mau meninggalkan Gracia sendirian" ucap Bella


"dia teman dan keluargaku, aku rasa tidak ada masalah jika dia ada di sini menemani aku dan aku juga merasa lebih nyaman jika ada dia" ucap Gracia


Semetara Anandita duduk di samping Gracia tanpa melepas pegangan tangannya.


"jadi namamu Gracia? " tanya Anandita lembut


"iya" Gracia


"kau tadi bilang Sania itu bundamu, benarkah kau anak sania? " tanya Ganesha


"iya bundaku bernama Sania" Gracia


Arjun mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sebuah foto.


foto dimana saat Sania memakai baju yang sama seperti yang saat ini di pakai Gracia.


"Bunda" gumam Gracia pelan memandang foto ibunya sedang tertawa sambil membawa kue.


"jadi benar yang di foto ini Sania bundamu? " tanya Arjun memastikan


"iya dia bundaku, bagaimana bisa foto bundaku ada pada kalian? " tanya Gracia


Anandita langsung memeluk Gracia


"aku, aku nenekmu.

__ADS_1


Sania anak ku.


dimana dia sekarang?


bisakah kau membawa kami menemuinya


kami sungguh merindukan dia" Anandita


Gracia terpaku mendengar apa yang di katakan Anandita


"apa maksud nyonya? aku sungguh tidak paham" Gracia


"kami keluarga Sania, sudah lama kami mencari dia.


terimakasih Tuhan karena telah mempertemukan aku dan cucuku" kata Anandita


Gracia terdiam dan seketika air matanya mulai menetes


"b b b bundaku sudah tiada" Gumam Gracia pelan.


Ganesha terperangah mendengar apa yang di utarakan Gracia.


"bundaku sudah meninggal" ucap Gracia dengan suara berat


Seketika ruangan itu menjadi hening dan menyedihkan.


"a anakku" lirih Anandita


Adhitya yang baru tiba di ruang itu seketika langsung terpaku dan menangis.


Arjun dan Adhitya saling pandang.


Mereka sama sama mengingat di masa lalu saat mereka masih kecil Sania sangat manja dan dekat dengan mereka berdua.


Saat Ganesha melarang Sania membeli es cream mereka selalu diam diam memberikan es crem kepada Sania agar Sania tidak sedih.

__ADS_1


Teringat di saat Sania naik di atas punggung mereka dan mereka main bersama.


"Sania ku, anakku yang malang.. apakah kau masi marah pada ayahmu ini sehingga ajal menjemput mau tak sekali pun menghubungi kami nak.


ini semua salahku, andai aku tidak terlalu keras padanya" gumam Ganesha


"bunda sangat merindukan kalian, bunda selalu bangga saat menceritakan tentang kalian.


bunda bangga memiliki ayah yang bertanggung jawab, Bunda selalu merindukan masakan buatan ibunya.


bunda selalu bercerita bagaimana kedua kakanya selalu melindungi dia dan menutupi semua kesalahannya.


bunda sungguh sangat merindukan kalian.


bunda terlalu malu untuk datang ke sana karena sudah membuat kakek kecewa" Sania


Gracia menceritakan semua pada keluarganya.


tak lupa dia bercerita bagaimana egoisnya dia kala mengetahui ayahnya berselingkuh tapi dia menutup mata karena takut kedua orang tuanya berpisah.


bagaimana setiap malam Sania menangis saat tahu Darmawan berselingkuh.


Setiap dia Sania menangis dia selalu menyebut kalian


"ayah, ibu maafkan aku" itulah yang selalu dia katakan saat dia menangis ketika Darmawan tidak pulang ke rumah.


Mereka semua menangis mengenang Sania.


"bawa kami ke tempatnya beristirahat, kami mau melihatnya dan mendoakan nya" Ganesha.


Gracia mengangguk tanda setuju.


"aku benar benar tidak akan memaafkan laki laki itu ayah, dia telah banyak menyakiti adikku.


bagaimana dia tega menyakiti adikku saat adikku telah meninggalkan segalanya demi dia" ucap Arjun.

__ADS_1


Ganesha menatap Gracia karena bagaimana pun dia adalah anak Darmawan dan dia akan menjaga perasaan cucunya itu.. dia tidak mau mengulangi kesalahan yang sama.


"jangan pikirkan aku, aku merasa tidak memiliki hubungan apapun dengannya setelah dia lebih memilih keluarga barunya dan meninggal kan kami" ucap Gracia seakan paham arti tatapan Ganesha


__ADS_2