Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
inikah akhirnya


__ADS_3

"a a apa?


mas mau menceraikan aku demi dia? " Sania


"jika memang itu yang kau pilih maka aku akan mengabulkannya.


aku juga tidak mau berpisah denganmu tapi jika kau menyuruh aku meninggalkannya dan m milih salah satu antara kalian maaf aku tidak bisa melakukannya" Darmawan


"maksudmu? " Sania


"jika kau tidak mau berpisah denganku maka belajar menerima dia dan anak kami.


kita bisa hidup rukun bersama " Darmawan


"kau gila mas" Sania


Tanpa mereka sadari Gracia mendengar perdebatan mereka.


Gracia memilih kembali ke kamarnya dan menangis pilu seorang diri di dalam kamar.


"ayah jahat" lirihnya


Setelah pertengkaran mereka waktu itu tidak ada lagi percakapan antara Sania dan Darmawan.


Darmawan juga tidak ada usaha untuk meluluhkan hati sang istri seperti waktu pertama dia ketahuan berkhianat.


Mereka akan bersikap normal hanya di depan Gracia dan begitu sebaliknya Gracia memilih untuk diam saja dan pura pura tidak tahu.

__ADS_1


Dalam lubuk hatinya yang paling dalam dia berharap kedua orangtuanya bisa kembali harmonis.


Namun seiring berjalan waktu Darmawan tidak kunjung berubah dan berniat memperbaiki hubungannya dengan Sania.


Darmawan malah jarang pulang ke rumah.


Setahun berlalu hubungan keduanya tidak ada perkembangan hingga suatu hari Darmawan tiba tiba mengatakan kepada Sania untuk mengajak wanitanya itu untuk tinggal bersama di rumah utama.


"tidak bisa" tolak Sania dengan tegas


"kau tidak ada hak untuk melarang karena aku kepala keluarga di sini, semua keputusan aku tidak dan ingat aku tidak meminta ijin mu. aku mengatakan ini kepadamu agar saat mereka ke sini kau tidak kaget dan kau harus bersikap baik kepada mereka karena walau bagaimanapun mereka juga keluarga ku dan kalian memiliki hak yang sama atas apa yang aku punya" Darmawan


"jika kau tidak lagi memikirkan perasaanku jadi bagaimana dengan Gracia? " Sania


"kita tidak bisa terus menyembunyikan ini dari dia, lambat atau cepat dia akan tahu.


"apa kau tidak bisa memikirkan perasaan Gracia barang sedikitpun? dia pasti terluka dengan semua ini" Sania


"lalu bagaimana perasaan anak anakku dengan Mariana? " Darmawan


"jangan sebut nama wanita itu di rumah ini" Sania


"dan masalah anak kalian aku tidak mau tahu karena bukan urusanku.


kalian yang bermain api jadi itu masalah kalian sendiri" Sania


"ayo lah Sania coba terima kenyataan bahwa semua sudah terjadi, pikirkan bagaimana nasib putraku.

__ADS_1


Dia satu satunya penerus dan pewaris keluarga ini


anak laki laki satu satunya yang aku punya.


aku tidak ingin berjauhan dengan dia dan aku ingin memberi dia pendidikan yang layak agak kelak dia bisa mengantikan ku mengurus perusahaan" Darmawan


"pewaris katamu?


bukankah dari dulu kita sudah sepakat apa yang kita miliki semua adalah milik Gracia.


Kita sama sama merintis usaha ini dari nol dan kau mau memberikannya kepada anak wanita itu?


lalu bagaimana dengan Gracia ku? " Sania


"dia anak wanita dan akan lebih tepat anak laki laki yang memimpin semuanya.


suatu saat dia akan menikah dan ikut dengan suaminya" Darmawan


Sania yang sudah tidak bisa menahan emosi pun meluapkan semua emosinya. Dia melempar seluruh barang yang ada di kamar itu.


Dia tidak menyangka hidupnya akan hancur seperti ini karena wanita itu.


Mariana adalah mantan pengasuh yang dia pekerjakan dulu waktu Gracia masi kecil.


Entah kenapa waktu umur Sania satu tahun tiba tiba dia mengundurkan diri tanpa alasan.


mungkin di saat itu mereka sudah berselingkuh.

__ADS_1


terbukti dari umur putri pertamanya dan Gracia tidak terpaut jauh.


__ADS_2