
Marco mendekat ke ibunya
"Ma" Marco
baru Marco ingin bicara Mama langsung menyela
"jangan ganggu kami, jika kau ada kerjaan sana pergi"Mama Dina
Marco bingung mau berbicara apa lagi karena mamanya jika sudah berkehendak akan sulit untuk bernegosiasi dengannya
Marco pergi menjauh dari sana.
Di jalan dia bertemu dengan Leon dan keluarganya.
" Donna di mana? "Maura
" di sana"Marco
"dimana,? apa kau membuat dia marah? " Leon
"tidak, kami tidak sengaja ketemu mama di sana dan sekarang dia menyandera Donna di sana bersama teman teman arisannya" kata Marco bercerita
Leon tertawa mengejek Marco
pesan masuk ke ponsel Marco
"kalian pulang lah duluan, aku masi menemani tante" pesan Donna
"apa kau tidak keberatan menemani mamaku? maaf jika dia merepotkan mu. " Marco
"tidak masalah sama sekali" balas Donna
Mama Dina mengajak Donna berkeliling dengan teman temannya
Mereka memasuki toko
Ibu ibu itu semua sibuk berbelanja sementara Donna hanya mengikuti kemanapun tante Dina.
Mama Marco melihat satu baju yang sangat cantik, dia menyuruh karyawan toko itu mengambilnya
"nak, pergi dan coba baju ini" tante Dina
"tapi tante. " Donna
"aku akan sedih jika kau menolaknya" kata Dina sambil mengubah raut wajahnya jadi sedih
Donna pergi ke ruang ganti dan memakai pakaian itu, Donna keluar dan menunjukkannya Mama Dina
"cantik sekali, baju ini sangat sempurna di badan menantu mu"kata salah seorang teman tante Dina
Dina banga mendengar pujian dari teman temannya, selama ini dia selalu iri melihat teman teman berbelanja dengan menantu mereka.
" kau cocok memakai ini, jangan di ganti ya"Dina
Donna merasa segan menerima itu karena dia tau harganya sangat mahal tapi dia tidak bisa menolak keinginan Dina
seharian Donna di bawa berbelanja oleh mama Marco. malam hari Donna pulang ke rumah nek Mina. Marco dan keluarga Leon sudah sejak sore tadi kembali ke sana.
melihat Donna datang Marco langsung menghampiri nya
"apakah mamaku merepotkan mu? " tanya Marco
"tidak" jawab Donna
__ADS_1
Donna menyerahkan semua barang yang di beli mama Marco tadi.
"ini tadi semua di beli tante, aku tidak berani menolaknya jadi aku kembalikan aja padamu ya" Donna.
"itu pemberian Mama untukmu, kau berhak memilikinya" kata Marco
setelah menidurkan Delon, Maura turun dan melihat Donna membawa banyak belanjaan di tangannya
"kau baru kembali? " tanya Maura
"iya" jawab Donna.
"bagaimana perjalanan hari ini dengan ibu mertua mu? " tanya Maura dengan nada mengejek
Donna tersipu malu dan segera mengalihkan pembicaraan mereka.
nenek ada di mana? tanya Donna
"di kamarnya, aku rasa sudah tidur"Maura
" Don, besok kami akan pulang. tadi mas Leon dapat panggilan dari asisten nya "Maura
"ah, kalian baru saja di sini tapi sudah pulang lagi" Donna
karena sudah malam Marco pamit untuk pulang.
pagi hari Leon dan keluarganya bersiap untuk pulang. Donna dan Marco mengantar mereka ke bandara.
setelah mengantar Leon ke bandara Donna dan Marco pulang berdua.
"ini kan bukan jalan pulang" batin Donna melihat jalan itu asing baginya
"kita mau kemana? " tanya Donna memecahkan keheningan
Marco membawa Donna ke pantai.
suasana pantai itu terlihat sangat romantis banyak bunga dan balon berbetuk love di sana.
Marco ternyata sudah mempersiapkan ini semua tanpa sepengetahuan Donna.
Mereka duduk di meja yang sudah di sediakan.
Pelayan datang membawa makanan untuk mereka.
"ayo kita makan" Marco.
Donna masi merasa bingung dengan situasinya.
"makan lah dulu, setelah makan kita akan berbicara " kata Marco karena melihat kebingungan di wajah Donna.
Setelah mereka selesain makan tiba tiba Marco memegang tangan Donna
"Don, aku bukan tipe laki laki romantis.
hanya ini yang bisa aku persiapkan untuk mu.
aku juga tidak bisa berkata manis seperti laki laki lainnya
aku hanya ingin bilang kepadamu
" apakah kau mau menikah denganku? "Marco
Donna kaget dan langsung menarik tangannya
__ADS_1
" a a aku tidak mengerti apa yang kau katakan"Donna
"bagian mana dari kata kataku yang tidak kau mengerti? " tanya Marco
"aku harus pulang, nenek sudah menungguku" kata Maura dan berdiri dari tempat duduknya
Marco menahan tangan Donna
"aku tau hatimu masi terluka, aku berjanji akan menyembuhkan luka itu. beri aku kesempatan " Marco
"kau tau setatusku, kau bisa mendapatkan yang lebih baik dari aku" Donna
"bagiku kau sudah lebih dari cukup untuk aku.
menikahlah dengan aku Donna. aku bersungguh sungguh ingin menjadikanmu istriku.
aku juga tidak tau sejak kapan aku menyukaimu tapi aku selalu merindukanmu, aku bahagia melihat kau tertawa.
setiap melihat kau tertawa aku merasa bahagia" Marco
Donna menepis tangan Marco dan pergi dari sana.
Marco mengejar Donna dan memeluk Donna dari belakang
"aku tidak siap menerima penolakan MU, jangan katakan tidak Don, katakan kau akan memikirkannya dan aku akan menunggu selama kau mau" Marco
"aku aku" kata Donna terbata bata
"aku takut jika suatu hari nanti kau melakukan hal yang sama seperti mas Gery" Donna
"jangan samakan aku dengan dia, aku berjanji akan menjagamu dan tidak akan pernah melukai perasaanmu" kata Marco membalikkan badan Donna
Marco memberanikan diri memegang pipi Donna dan mencium bibir Donna. Donna tidak membalas ciuman Marco juga tidak menolak ciuman itu.
setelah selesai mencium Donna Marco memeluk Donna.
"menikahlah dengan ku dan aku akan membahagiakan kamu" Marco
Donna merasa kehangatan saat Marco memeluknya, merapat terlindungi oleh perlakuan Marco
Donna menganggukkan kepalanya memberi jawaban kepada Marco
Marco memandang Donna.
"apakah itu artinya kau setuju? " tanya Marco dengan mata berbinar
Donna kembali menganggukkan kepalanya
Marco kembali memeluk Donna
"terimaksih terimakasih" Marco
Marco mengambil ponsel di sakunya dan menghubungi Mama nya
"MA, segera siapkan pernikahanku, aku akan segera menikah dengan Donna" Marco
Mama Dina tertawa dan menari nari mendengar kabar itu
"apakah ini tidak terlalu cepat? aku takut tante tidak bisa menerima setatusku" Donna.
"Mama pasti menyetujui nya sayang" Marco
Donna mengerutkan keningnya mendengar Marco memanggil nya dengan kata sayang
__ADS_1