Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
mendadak


__ADS_3

Kenzo berkali kali menghubungi Gracia namun Gracia tidak juga mengangkat panggilannya.


Kenzo akhirnya memutuskan untuk mencari Gracia ke apartemen nya


Saat tiba di apartemen Kenzo melihat Gracia juga baru tiba di apartemen.


Kenzo mengejar Gracia


"gres aku ingin berbicara, bisakah aku masuk" Kenzo


Gracia memandang sinis Kenzo


"aku rasa tidak ada yang perlu di bicarakan antara kita" Gracia


Hati Gracia sangat hancur setelah bertemu dengan mama Delon. padahal Gracia sudah menyiapkan dirinya untuk keputusan terburuk yang akan di ambil Kenzo tapi mendengar kata kata ibu Kenzo membuat hatinya begitu terluka.


" aku mohon ijinkan aku masuk "Kenzo


Gracia akhirnya mengijinkan Kenzo masuk ke dalam apartemen nya.


dan di sinilah mereka berdua


duduk di ruang tamu


" Gracia aku sungguh minta maaf.


tapi aku tidak bisa membatalkan pernikahan ku dengannya"Kenzo


"mm, aku tahu dan aku menerima serta menghargai keputusan mu" Gracia


Kenzo terdiam


"ini keputusan yang sulit untukku tapi percayalah tentang perasaan yang aku punya kepadamu itu benar benar tulus" Kenzo

__ADS_1


"kau sudah mengatakan yang ingin kau katakan dan aku menerima keputusan mu.


sekarang antara kau dan aku sudah berakhir dan tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan.


pergilah dari sini karena aku ingin beristirahat" Gracia


Kenzo pergi dari apartemen Gracia dengan hati yang gelisah.


Seminggu kemudian


Setelah saat itu Gracia dan Kenzo tidak pernah lagi bertemu.


baik Gracia dan Kenzo sama sama menjaga jarak.


Hari ini adalah hari pernikahan Dara dan Kenzo


Dara terlihat cantik dengan gaun berwarna putih , kebahagiaan terlihat jelas di wajah Dara sementara Kenzo sama sekali tidak merasakan bahagia bahkan saat ijab tadi berkali kali dia gagal karena hampir salah menyebut nama calon istrinya.


Dua hari setelah pernikahan


Dia menghampiri Gracia


"Hai nona Gracia" kata Mariana menegur pura pura ramah.


Gracia saat itu datang bersama Bella


"Hai nyonya" sapa Gracia seadanya


"bisa kita bicara sebentar " Mariana


"tidak" jawab Gracia dengan mantap karena baginya dia dan Mariana tidak ada hubungan dan tidak ada yang perlu mereka bicarakan.


Mariana tertawa mengejek

__ADS_1


"kau sungguh sama seperti ibumu" Mariana


Gracia terperangah apakah Mariana sungguh tahu jati dirinya kalau dia adalah anak Sania.


padahal Darmawan sudah berjanji untuk tidak mengatakan identitas nya pada siapapun.


"kau terkejut aku mengetahui siapa dirimu? " ucap Mariana


Mariana mengetahui identitas nya karena waktu dia masuk ke ruang kerja suaminya dia menemukan foto Gracia ada di sana.


foto itu di ambil orang suruhan Darmawan saat mencari tahu siapa sebenarnya Gracia.


tentu saja Mariana juga menemukan dokumen dokumen yang menyatakan Gracia adalah anak Sania dan Darmawan.


"aku turun bersuka cinta atas kematian ibumu" kata Mariana mengejek.


"ibumu tidak pernah bisa menang melawan aku dan bahkan kekalahan itu di wariskan nya untuk putrinya.


kau juga tidak bisa menang melawan putriku.


kau mencoba merebut Kenzo dari putriku tapi kau gagal.


putriku lah pemenangnya dan kau sama seperti ibumu.


kalian di takdir kan untuk kalah" kata Mariana n tertawa mengejek.


Gracia meremas tangannya ingin menampar Mariana namun tangannya di pegang Bella


"ini di tempat umum" bisik Bella pada Gracia


"kau tidak lebih hanya seorang wanita murahan yang rela melemparkan dirinya ke ranjang majikannya hanya untuk menikmati hidup mewah.


jangan lupa setatus mu kalau kau hanya pengasuh yang di gaji bundaku tapi dengan tidak tahu malunya kau berani naik ke atas ranjang ibuku.

__ADS_1


sungguh menjijikan" cibir Gracia


__ADS_2