
Satu hari setelah acara itu Raja tak henti henti nya mendapat panggilan, panggilan itu berasal dari rekan bisnis nya yang hadir maupun yang tidak hadir di acara semalam,
mereka memutuskan kerja sama dengan perusahaan Raja dengan berbagai alasan.
"arggghhhhhh, bagaimana ini bisa terjadi?! " Raja
"ini pasti ulah Leon, aku rasa dia telah mengetahui apa yang kita lakukan kepada istrinya" Melsa
"apa yang harus kita lakukan mas? " Melsa
"aku akan mencoba menghubungi teman temanku, dia pasti bisa menolong perusahaan kita" Raja
Raja menghubungi teman temannya, namun tak ada satu orang pun yang bisa menolong Raja.
bahkan ada beberapa teman Arjun yang tidak merespon sama sekali panggilan dari Arjun.
"kenapa saat seperti ini tidak ada yang mau menolong aku, dulu mereka semua mendekati aku tapi sekarang tak ada yang bisa di andalkan" Geram raja
Raja mencoba mencari investor untuk menopang perusahaan ya Namun tak ada investor yang mau menanam saham di perusahaan miliknya.
Raja juga mencoba meminjam ke bank namun senja bank menolak pinjaman yang dia ajukan.
Satu bulan sudah berlalu, keadaan perusahaan Raja makin memburuk.
karyawan berdemo di depan gedung perusahaan Raja karena perusahaan belum mengeluarkan gaji mereka.
Melsa dan Raja tidak berani keluar rumah karena rumah mereka juga di kepung pendemo.
"bagaimana ini mas? " Melsa
"aku juga tidak tahu, aku sudah mencoba semua cara namun gagal" Raja
setelah mencoba berbagai cara untuk mempertahankan perusahaannya namun semua gagal akhirnya Raja dengan berat hati harus merelakan perusahaan ya di ambil alih oleh orang lain
Ada beberapa orang yang membuat tawaran, namun hanya satu orang yang menawar dengan harga tinggi.
__ADS_1
Raja menghubungi orang itu, mereka sepakat untuk bertemu malam ini di restoran.
Malam hari Raja di temani Melsa untuk menemui calon pembeli perusahaan milik mereka.
sudah satu jam mereka menunggu namun yang di tunggu belum datang juga.
"sudah lah mas, kita pulang saja.
sepertinya mereka hanya mempermainkan kita"kata Melsa dengan kesal
" tunggu sebentar lagi, hanya dia yang menawar dengan harga tinggi.
kita tunggu satu jam lagi, jika dia tidak datang setelah satu jam kita akan pulang "Raja
Melsa dan Raja masi menunggu di sana.
Tiba tiba datang Leon dan Marco
" apakah kalian sudah lama menunggu"Leon.
"jika aku pergi maka dengan siapa kau akan berdiskusi tentang masalah penjualan perusahaan milikmu" jawab Leon dengan nada mengejek
"maksudku? " Melsa
"tepat seperti yang kau pikirkan, aku adalah calon pembeli yang menghubungi kalian" Leon
"aku tidak mau menjualnya untukmu" jawab Melsa dengan nada marah , melsa menarik Raja.
"apakah kau yakin tidak akan menjualnya padaku? kalau kau yakin maka pergilah. tunggu sampai pihak bank menyita semua aset mu." ejek Leon
Melsa tidak menghiraukan perkataan Leon dan menarik Raja pergi dari sana namun Raja tidak beranjak
"apa yang kau lakukan? ayo kita pulang. kita akan mencari pembeli lain" Melsa
Marco dan Leon duduk di kursi yang di tempati Raja tadi
__ADS_1
Mereka menatap Melsa dan Raja.
"pergilah"Leon
Marco mengeluarkan beberapa dokumen dan meletakkannya di atas meja
" jika kau setuju maka tanda tangani sebelum kami berubah pikiran, waktu mu cuma lima menit dimulai dari sekarang"kata Marco sambil melirik jam di tangannya.
"apa yang kau pikirkan? ayo kita pergi dari sini" Melsa
Raja langsung mengambil pulpen yang ada di meja itu dan menandatangani berkas berkas yang sudah di siapkan Leon dan Marco.
Leon mengeluarkan cek dari dalam sakunya dan melemparkan ya kepada raja setelah raja selesai menandatangani berkas berkas itu.
Leon dan Marco berdiri dan pergi dari sana.
setelah beberapa langkan Leon kembali berbalik
"malam ini biar aku saja yang membayar minuman yang kalian minum selama menunggu aku" kata Leon sambil melemparkan beberapa lembar uang ke hadapan Raja dan Melsa.
"ini adalah balasan jika kalian berani menganggu kehidupanku lagi, dan kau Raja berhentilah menjadi pesuruh nya" kata Leon sambil melirik Melsa
Raja sama sekali tidak menjawab cibiran dan ejekan yang di lontarkan Leon.
"apa yang akan kita lakukan setelah ini? " tanya Melsa
"kita akan pindah ke luar negri dan memulai semua dari sana" Raja
"jadi maksudmu? kita akan pergi dan membiarkan Leon hidup dengan tenang" Melsa
"apa lagi yang ingin kau lakukan? ini terjadi pada kita karena kita berani mengusik kehidupan Leon, jika saja aku tidak menuruti keinginanmu maka ini semua tidak akan terjadi" Raja
"jadi kau menyalahkan aku? " melsa
"terserah, jika kau ingin tetap di sini maka tinggal di sini sendirian.
__ADS_1
aku tetap akan pergi" jawab Raja sambil beranjak meninggalkan Melsa yang masi berdiri dengan penuh amarah di sana