
"apa salahku kepadamu?
dimana letak kekurangku, jika aku memiliki kekurangan katakan padaku makan akan aku perubahi semua.
apa kurangnya keluarga kita?
aku kira kita sudah cukup hidup bahagia semalam ini.
hidup bersama beruang dari nol dan kita juga sudah memiliki anak yang lucu dan pintar.
setiap hari aku berusaha melayani semua kebutuhanmu , aku mengabdikan seluruh hidupku untukmu tapi ini balasan yang aku Terima darimu mas" isak Sania sambil memukul dada bidang suaminya itu.
"maaf" kata itu yang terus terucap dari mulut Darmawan
"cuma kau yang aku punya ,
aku meninggalkan keluargaku dan lebih memilih hidup bersama mu.
aku tidak masalah saat mereka mencoreng namaku dan melarang aku memakai nama besar keluarga hanya demi hidup bersamamu tapi ini balasan mu kepadaku?" Sania
"sayang maafkan aku, aku sungguh menyesal karena telah melukai perasaanmu" Darmawan
"apakah kau tidak mencintai aku lagi? " Sania
"aku masi sangat mencintaimu, cintaku tidak berubah sedikitpun dari dulu hingga saat ini" Darmawan
"jika cinta mengapa kau tega mengkhianati aku? " Sania
__ADS_1
"sungguh aku menyesal sayang, maafkan aku" Darmawan
saat mereka berdebat tiba tiba terdengar suara dari luar
"Bunda,
ayahhhh" teriak Gracia dari luar pintu kamar. eureka
Sania langung mengusap air matanya dan bergegas membuka pintu
"ada apa nak?
kenapa menangis? " Sania
"Gres takut tidur sendiri Bunda, Gres tidur dengan ayah dan bunda ya" Gracia
Sania menghela nafas tapi dia tidak bisa mengabaikan putrinya itu walaupun masi kesal kepada suaminya dan masi mau membahas masalah tadi.
Sania membawa putrinya ke dalam dan bertingkah normal seolah tidak ada masalah yang terjadi antara dia dan suami nya itu.
Gracia berceloteh dan menceritakan banyak hal kepada ayahnya
"jadi kemana kau mau pergi sayang? " Darmawan
"Disney" aku sangat ingin pergi ke sana ayah
"baiklah bulan depan kita akan pergi ke sana sesuai yang tuan putri inginkan" Darmawan
__ADS_1
Melihat kedekatan anak dan suaminya membuat semalaman Sania tida bisa tidur dan terus berpikir keputusan apa yang harus dia ambil.aku tidak bisa egois dan harus memikirkan bagaimana kehidupan Gracia jika aku berpisah dengan mas Darmawan.
Dan juga aku masi sangat mencintai mas Darmawan.
aku yakin dia pasti berubah dan tidak ada salahnya memberi dia kesempatan dan memperbaiki hubungan kami"batin Sania
Pagi hari
Gracia pergi lari pagi keliling komplek perumahan mereka ditemani asisten rumah tangga yang bernama bi Suminarti.
Biasanya Sania yang selalu menemani anaknya itu lari pagi saat libur sekolah tapi karena dia ingin berbicara berdua dengan suaminya makanya dia menyuruh bi sum menemani Gracia.
"mas aku ingin bicara" Sania
"iya sayang, apa yang ingin kau katakan? " Darmawan
"lupakan semua dan mari kita mulai dari awal.
tinggalkan wanita itu jika kau memang masi ingin memperbaiki semua dengan ku" Sania
Darmawan terdiam sejenak
"bagaimana? " Sania
"baiklah aku akan mengakhiri hubunganku bersama dia" darmawan
Sania diam saja, entah kenapa dia tidak puas dan tidak senang dengan keputusan ini.
__ADS_1
masih ada rasa sayang dan takut kehilangan tapi rasa kecewa yang dia rasakan juga sangat besar.
"aku pegang janjimu mas" batin Sania walaupun ada suatu rasa yang tidak bisa dia gambarkan yang dia rasakan.