
Donna tidur di ruang kosong yang ada di sebelah kamarnya.
Dia tak mau tidur di kamarnya karena berasa di dalam kamar itu mengingatkan dia kepada Gery.
Gery tidak tau kalau ternyata Donna tidak jadi berangkat ke kota B.
Dia merasa kalau Donna masi berada di kota B.
Gery membawa Desi ke rumahnya.
"waww rumah kamu besar juga ya mas" kata Desi saat memasuki halaman rumah Gery dan Donna
"anak kita nanti pasti senang tinggal di sini,
nanti sediakan lapangan bermain buat anak kita ya mas" kata Desi sambil menyandarkan kepalanya ke dada Gery
"iya sayang, tapi kamu sabar dulu ya
aku akan cari cara memberi tahu tentang pernikahan kita pada Donna" Gery
Gery dan Desi masuk ke dalam rumah
"kamar kamu di mana mas? aku pengen lihat" Desi
Gery membawa Desi ke kamar tidurnya dengan Donna
"Mas nanti kalau aku udah tinggal di sini aku pengen kamar ini ya mas, kamarnya bagus dan besar" Desi.
Gery dan Desi menghabiskan waktu bercanda bersama di kamar itu.
mereka sibuk bercerita tentang masa depan mereka dan anak yang sedang di kandung Desi.
Donna terbangun dari tidurnya karena dia mendengar suara orang berbicara dan tertawa
Donna bangun dan mengikuti arah suara
Saat Donna membuka pintu kamarnya berapa kagetnya dia melihat gery dan Desi sedang bercumbu di kasur miliknya.
"eh, sayang kamu sudah pulang " kata Gery sambil memasang kancing bajunya yang sudah berantakan.
"aku bisa jelasin sayang" kata Gery
"setelah kalian selesai turun lah ke bawah,
kita bicara di sana saja" Donna
"kamu tunggu disini dulu ya biar aku berbicara dulu dengannya " kata Gery kepada Desi
Saat Gery menuruni tangga dia melihat Donna duduk di ruang tamu.
"sayang maafkan aku" Gery memegang tangan Donna
"kenapa kamu minta maaf mas? " Donna
__ADS_1
"karena aku melakukan kesalahan, maafkan aku" Gery
"jika kamu merasa ini salah terus kenapa kamu lakukan dan kamu bahkan membawanya ke atas tempat tidur kita" Donna
"sekarang mas jelaskan semua dan jangan ada yang mas tutupi lagi dari aku" Donna
"aku sudah menikah dengan nya dan sekarang dia sedang mengandung anak aku" kata Gery
"sejak kapan mas ?" tanya Donna tegar tanpa mengeluarkan air mata
Gery menceritakan semua tentangnya dengan Desi.
"apa yang kurang dari aku? apa yang salah dari aku sehingga mas mencari wanita lain"? Donna
" sayanggg"Gery
"jadi apa rencana mas untuk kedepannya? Donna
" kita akan hidup bersama menjadi keluarga,
aku janji akan bersikap adil untuk kalian berdua"Gery
"tidak mas, aku tidak mau" Donna
"aku tidak sanggup berbagi dengan orang lain" Donna
"tapi aku tidak bisa memilih di antara kalian,
"jadi mas tidak bisa meninggalkannya? "Donna.
" maafkan aku sayang"Gery
"baiklah, jika mas tidak bisa meninggalkan dia maka aku yang akan pergi" Donna.
"tidak, jangan pergi
jangan tinggalkan aku.
bagaimana aku bisa tanpa kamu" Gery
"ini juga berat buat aku mas tapi aku tidak dapat berbagi suamiku dengan wanita lain" Donna
Donna pergi ke kamarnya.
Dia melihat Desi masi ada di sana
Donna mengemas pakaiannya dan memasukkan ke koper.
Gery mengikuti Donna ke kamar
"sayang jangan seperti ini, Mari kita bicarakan baik baik" Gery
Desi hanya dia melihat sepasang suami istri itu.
__ADS_1
Donna mengabaikan semua yang di katakan Gery
hatinya mengeras seperti batu.
Setelah selesai berkemas Donna menyeret kopernya keluar dari kamar itu.
kamar yang penuh kenangan antara dia dan Gery
Gery menahan tangan Donna
"jangan pergi" Gery
Donna membalikkan badannya menghadap ke arah Desi.
"siapa namanya mas? " Donna
"Desi" jawab Gery
"mbak Desi, apakah dari awal bertemu dengan Gery , mbak sudah tau dia memiliki istri? " tanya Donna langsung kepada Desi
"ahh, mmmm" kata Desi tidak tau harus menjawab apa
"apa pertanyaan saya susah untuk di jawab? " Donna
"Dia sedang mengandung jadi jangan terlalu keras padanya, jika mau marah maka marah sama aku saja.
kamu bisa melampiaskan kemarahan mu sama aku tapi jangan padanya karena ini semua salah aku" Gery
"akulah yang salah mas, aku tidak bisa menjadi istri yang baik buat kamu sehingga kamu mencari wanita lain" Donna.
"jangan berbicara seperti itu sayang, akun yang salah, maafkan aku.
aku mohon jangan pergi" Gery
"aku beri mas waktu satu bulan untuk mengambil keputusan dan selama satu bulan ini aku akan tinggal di restoran" kata Donna sambil menarik kopernya pergi dari sana.
Gery hendak menyusul Donna namun Desi menahannya
"mas perutku keram" keluh Desi
"kita ke rumah sakit ya sayang, aku tidak mau terjadi apa apa sama kandungan mu"Gery
Gery pergi membawa Desi ke rumah sakit
sementara Donna pergi ke restoran
Setibanya Donna di restoran dia masuk ke ruangan yang selalu dia pakai untuk beristirahat saat berada di restoran.
Donna menangis sejadi jadinya.
sejak tadi dia berusaha tegar namun kini pertahanan nya runtuh.
Dia menangis menumpahkan segala kesedihan yang dia rasakan.
__ADS_1