Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
episode 93


__ADS_3

Hari ini mama Dina datang ke apartemen Marco.


"Donna di mana? " tanya mama saat Marco membuka pintu


"lagi masak sarapan ma, tumben Mama pagi pagi ke sini? " Marco


"awas, aku ada perlu sama menantuku" Dina


"Donna, Donna " teriak mama Dina


"ada apa ma? " Donna


"cepat tinggalkan itu,ganti bajumu


aku mau mengajakmu berbelanja" Mama Dina


"tapi Ma, hadiah yang Mama kirim kemarin saja belum aku buka semua masak kita belanja lagi. " Donna


"cepat lah, kau harus belajar mengunakan uang suami. jika tidak berbelanja ayo kita ke salon " Dina


Marco mendekati Donna


"pergilah dengan Mama, Mama tidak akan mau mendengarkan mu"Marco


Donna pergi untuk menganti baju,


" bagaimana? apakah sebentar lagi mama akan punya cucu? "tanya mama Dina


Marco tidak menjawab pasalnya dia bahkan belum melakukan hubungan suami istri dengan Donna.


Mama Dina dan Donna pergi berbelanja dan ke Salon.


setelah seharian mereka berbelanja Donna pulang ke apartemen sendirian karena Mama Dina langsung kembali ke rumahnya.


Donna meletakkan barang barangnya di ruang baju, di sana banyak barang barang hasil belanja mertuanya yang belum di buka semua olehnya


" apakah kau lelah? "tanya Marco


Donna menganggukkan kepalanya.


" maaf jika aku terlalu boros ,aku tidak berani menolak keinginan Mama mas"Donna


"tidak masalah, kau bisa membeli apa pun yang kau mau, uangku tidak akan habis hanya krena membeli barang barang ini" Marco


Donna kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri.


Saat Donna mandi tiba tiba lampu di sana padam.


Donna keluar dari kamar mandi dengan perlahan karena di sana sangat gelap.


Marco segera menyusul istrinya ke dalam kamar.


saat Marco membuka pintu kamar dia tanpa sengaja menabrak tubuh Donna yang hanya berbalut handuk.


Dengan sedikit cahaya dari lampu senter ponsel yang dia pegang dia bisa melihat tubuh istrinya.


Marco terpana melihat istrinya itu, hasrat yang selama ini dia tahan sudah tidak bisa di kendalikan lagi.


Marco menatap lekat istrinya, sementara Donna yang di tatap seperti itu merasa gugup dan malu.

__ADS_1


Donna menutup wajahnya dan ingin berbalik dari hadapan Marco. Marco dengan sigap menarik tangan Donna


"aku menginginkannya, aku sudah tidak bisa menahan lebih lama lagi" bisik Marco di telinga Donna. selama ini Marco memang tidak memaksakan Donna untuk melayaninya.


Tanpa menunggu jawaban Donna, Marco langsung mencium Donna.


Mulai dari bibir dan kini turun ke bagian leher.


Marco dengan perlahan menelusuri bagian tubuh mulus istrinya itu.


Donna menerima semua sentuhan Marco walaupun Donna tidak membalasnya.


Menyadari dari tadi istrinya hanya diam dan tidak memberikan balasan Marco menghentikan aktivitas nya.


Marco mencium kening istrinya dan berbalik meninggalkan Donna.


"aku akan melihat ke bawah dan menyuruh mereka memperbaiki agar lampunya cepat nyala" Marco


Marco berbalik dan hendak melangkah namun Donna dengan cepat memeluknya dari belakang.


"kenapa berhenti? apa kau tidak menginginkan aku? " Donna


"bukan seperti itu, aku hanya merasa kau belum siap. aku tidak ingin memaksa mu untuk melakukannya" kata Marco


Donna tau Marco tidak meneruskannya karena dia tidak membalas semua sentuhan Marco tadi.


Marco berbalik dan mengelus kepala istrinya


"aku paham, aku akan menunggu sampai kau siap. kita tidak melewati masa masa pacaran jadi kau mungkin butuh waktu untuk lebih mengenal aku" Marco


Saat hendak berbalik lagi, Donna menggenggam erat tangan Marco. Donna memberanikan diri untuk mencium Marco.


"aku rasa kau tidak menginginkannya lagi" kata Donna saat melihat ekspresi Marco


Marco menggenggam tangan Donna


dan mencium Donna kembali


"aku hanya terkejut karena kau tiba tiba melakukannya, jika sudah seperti ini jangan harap aku akan melepaskan mu, aku tidak akan berhenti walaupun kau meminta " kata Marco dan langsung menyerang bibir istrinya.


Marco menarik handuk yang menutupi tubuh mulus Donna. sambil berciuman Marco mendorong tubuh Donna dan membaringkan ya ke kasur.


Pagi hari Donna masi tertidur,


Marco bangun dan melihat wajah Donna yang kelelahan. bagaimana tak lelah mereka baru tidur jam tiga subuh karena Marco lagi dan lagi menyerang Donna.


"terimakasih" kata Marco dan mencium kening istrinya. Donna membuka matanya saat merasa ada yang menyentuhnya.


"maaf aku membangunkan mu" Marco


"sudah jam berapa mas? " Donna


Marco menunjukkan layar ponselnya kepada Donna. Donna segera bangun karena hari sudah siang


"sudah jam 10 pagi ya mas, maaf aku telat" Donna


"tidak apa apa, tidur lah lagi" Marco.


"Mas tidak ke kantor? aku akan menyiapkan keperluan Mas" Donna.

__ADS_1


"tidak aku tidak ke kantor hari ini, tidur lah lagi.


kau pasti kelelahan" Marco


"ya, aku masi ngantuk tapi perutku juga lapar mas" Donna


"aku sudah memesan makanan online, mungkin sebentar lagi sudah di antar. " Marco


"aku akan membersihkan diri dulu" Donna.


"ayo mandi bersama" kata Marco dan langsung mengangkat tubuh Donna ke kamar mandi


Saat mandi, Marco terus saja memandang tubuh Donna. Marco mulai mendekat dan mencium leher Donna dari belakang


"Mas, jangan lagi. aku lelah, kakiku bahkan tidak sanggup berjalan pagi ini karena semalam mas terus melakukan nya" keluh Donna


"maaf maaf " kata Marco sambil tersenyum melihat wajah memelas isterinya.


Mereka selesai mandi dan berganti pakaian.


Tak lama setelah itu makanan yang di tunggu pun datang.


Donna langsung menghidangkan makanan itu di meja makan.


Saat mereka makan Mama Dina datang,


"hari ini Mama mau arisan, Donna temani Mama ya nak" ajak Mama Dina


Donna tidak berani menolak permintaan Mama mertuanya itu namun rasanya dia sangat lelah dan tidak akan sanggup jika harus menemani mertuanya itu.


Marco menatap wajah istrinya itu, dia paham apa yang sedang di rasakan Donna


Marco langsung menarik Mama Dina dan membawanya ke ruang tamu


"Mama pergi sediri aja ya" Marco


"tidak, aku mau dengan Donna" Mama Dina


"apa mama tidak menginginkan cucu? " bisik Marco di telinga Mama Dina


"apa Mama akan memiliki cucu? " tanya Mama Dina dengan wajah bersinar


"aku sedang berusaha, bagaimana aku bisa melakukanya jika Mama membawanya pergi padahal aku sudah mengambil cuti agar bisa memberikan cucu buat Mama" Marco


"baiklah, aku akan pergi.


aku tidak akan membawa istrimu


lakukan dengan baik dan segera beri Mama kabar bahagia" kata Mama Dina dengan gembira.


selesai membereskan sisa makanan tadi Donna menyusul mereka ke ruang tamu


"Mama mana mas?" tanya Donna saat tidak melihat Mama mertuanya di sana


"sudah pergi, kayanya dia berangkat sendiri saja" Marco


Donna merasa heran kenapa Mama mertuanya bisa pergi begitu saja. Biasanya dia tidak akan pergi jika tidak mendapatkan keinginannya


"Mas bilang apa sama Mama? " Donna.

__ADS_1


"tidak ada" kata Marco sambil tersenyum


__ADS_2