
Entah keberanian dari mana Kenzo kembali mencuri ciuman dari Gracia .
"isssss aku lapar, bisakah kita mencari makan terlebih dahulu " keluh Gracia
"ah iya iya oke
maaf sepertinya aku terlalu bersemangat " kata Kenzo
"berarti setelah aku membuat perutmu kenyang aku bisa melakukannya lagi" ucap Kenzo yang mendapat pukulan dari Gracia.
Entah hal apa yang membuat hubungan mereka tiba tiba mencair padahal selama ini mereka sama sama canggung apalagi Kenzo yang menang jelas jelas menjaga jarak dari Gracia tapi malam ini tembok pembatas yang di bangun Kenzo seakan runtuh tak bersisa.
Sepanjang jalan Kenzo terus berpikir tentang perasaanya kepada Gracia.
"aku rasa aku harus berbicara kepada mama kalau pernikahanku dan Dara memang benar benar tidak bisa di teruskan, secepatnya aku akan berbicara masalah ini sama mama dan papa" ucapnya dalam hati.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit mereka berhenti di basemen hotel.
"kita sampai" kata Kenzo
Kenzo membawa Gracia lewat jalur khusus untuk naik ke lantai atas hotel tersebut.
Gracia hanya mengikuti langkah Kenzo tanpa berniat bertanya.
mereka tiba di lantai atas hotel
Kenzo langung memasukkan kode untuk membuka kamar itu.
di dalam sudah terhidang berbagai jenis makanan
"aku tidak tahu makanan apa yang kamu suka jadi aku memesan semua" Kenzo
"terimakasih" Gracia
__ADS_1
"mandilah dahulu, buat tubuhmu lebih segar" Kenzo
"aku tidak punya baju ganti" Gracia
Kenzo mengambil baju dari dalam lemari yang ada di kamar tersebut
"pakai ini" katanya.
Gracia terdiam berpikir itu pakaian Dara dan engan untuk memakainya
"ini pakaian adikku,
hotel ini milik keluarga kami dan di setiap hotel kami memiliki kamar khusus untuk kami jadi barang dan pakaian kami pasti ada yang tersedia di setiap hotel kami" kata Kenzo menjelaskan
"oh" kata Gracia dan menerima pakaian itu
Selesai membersihkan diri Gracia langsung duduk di meja yang penuh makanan
Kenzo tersenyum melihat sisi lain dari Gracia.
"sebenarnya dia wanita lemah lembut dan manja, entah apa yang membuat dia selalu bertingkah kuat dan galak" batin Kenzo
"pelan pelan saja, aku tidak akan merebut makanan itu darimu" Kenzo
Gracia hanya tersenyum
"maaf aku tidak sopan, tapi aku benar benar lapar" Gracia
"kau tidak makan?" tanya Gracia
"melihatmu makan seperti itu sudah membuatku kenyang " kata Kenzo
"iss" cibir Gracia
__ADS_1
Setelah makan mereka duduk di ruang TV
"di sini ada dua kamar dan kau bisa menempati kamar yang itu" tunjuk Kenzo
"Mmm" Gracia
Gracia menonton TV sambil makan buah
"apa kau mau? " kata Gracia menyodorkan sepotong apel yang telah dia kupas
Kenzo tersenyum dan mendekat ke arah Gracia
"aku lebih suka yang ini " katanya sambil memakan sisa buah apel yang ada di mulut Gracia
Mata Gracia membulat sempurna karena serangan tiba tiba Kenzo
"bernafas lah" kata Kenzo karena Gracia masi terdiam karena kaget dengan ulahnya barusan.
"ah mmmm iya" kata Gracia gugup
"aku mencintai mu" kata Kenzo tiba tiba membuat keterkejutan Gracia makin bertambah.
hari ini aku banyak mengalami kejadian aneh batinnya.
"aku mencintaimu pada pandangan pertama " ucap Kenzo lagi meneruskan kata katanya.
"tapi kau memiliki tunangan " Gracia
"dia pilihan orangtuaku, bukan pilihanku" Kenzo
Kenzo perlahan mendekat dan meraup pipi Gracia dan kembali menyatukan bibir mereka.
"aku tidak akan melepaskan mu" batin Kenzo
__ADS_1