Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
Episode 5


__ADS_3

sebualn sudah belalu


selama itu juga dito tidah mendatangi atau menhubungi maura


untuk  sekedar memberrikan


penjelasan  pada maura.


maura masi merasa sedih


sejak kejadian itu dia masi berdiam diri dan mengurung diri di kontrakannya


sementara urusan butik dia serahkan  pada


dona


di sisi lain terlihat dito sangat bahagia bersama vivi


mereka sedang mempersiapkan acara pernikahan mereka


Dona membaca dan melihat semua berita tentang mereka


“hhahha dia terlihat mengagumkan


mereka terlihat sangat serasi


mereka sangat bagia.


sedangkan aku masi saja menangis dan menderita sendiri .


dia bahkan tak menghubungiku sama sekali untuk sekedar berkata slamat tinggal


dan mengakhiri semua,


tida tidak aku tidak bisa sperti ini


aku kuat dan aku harus bangkit dari keterpurukan ini” batin maura


sore harinya dona pulang ke kontrakan mereka


dona langsung ke kamar maura untuk melihat keadaan sahabatnya itu


doan yang tak mendapati maura di dalam kamar seketika panik dan mencari maura


“mauraaa kamu di mana ?” teriak dona manggil maura


“aku di sini don, di dapur


aku membuat makanan buat kita”


dona langsung berlari kedapur dan memeluk maura

__ADS_1


“aku sangat menghawatirkanmu.


apa kau sudah merasa lebih baik  ra?”tanya dona


“aku belum baik baik saja dona tapi aku akan berusaha agar lebih baik


aku tidah bisa terus terpuruk buka?


aku punya kamu jadi untuk apa mengharapkan dia yang tak mempedulikanku sama


sekali”


kata maura sambil tersenyum


waktu terus berlalu


maura sudah berkativitas sperti biasanya


hari ini maura pergi ke butiknya


“don,bagaimana keadaan butik?


aku ingin kita melakukan penjualan secara online juga biar butik kita makin di


kenal dan agar penjualan kita makin meningkat don. Bagaimana menurutmu?”


“itu ide yang sangat bagus ra, smoga penjualan butik kita meningkat


di luar butik maura ada dua pasang manusian yang hendak masuk


mereka masuk sambil bergandengan dan menunjukan kemesraan


maura melihat ke arah pengunjung, seketika maura menghela nafas dalam


“don, kamu layani mereka ya aku mau ke atas”kata maura sambil ingin berlalu


meningalkan mereka


maura sudah memutuskan untuk bangkit dan melupakan dito sepenuhnya bahkan dia


bertekat seakan akan dia dan dito tidak pernah memiliki hubungan dan tidak


saling kenal.


“kami datang ke sini bukan mau berbelanja kami ingin berbicara denganmu”kata


vivi


maura diam dan terkejut dengan apa yang vivi katakan karena dia berpikir vivi


tidak tau akan hubungannya dama dito..

__ADS_1


“mmh denganku?


spertina tidak ada yang harus kita bicarakan nona


kita tidak saling kenal jadi mana mungkin ada hal yang harus kita


bicarakan”terang doan


“aku mengenalmu dan sangat tau akan dirimu dan dito”kata vivi sambil tersenyum


“kami tidak punya banyak waktu maura? Kami ke sini karena ingin berbicara padamu”dito


bersuara


maura dan dona saling pandang


“mari kita berbicara di meja itu ,


dona aku bicara dengan mereka dulu ya dan kamu layani costemer yang baru masuk


itu”kata maura sambil berlalu menuju meja tempat mereka akan bicara


“oke , jangan terlihat lemah di hadapan manusia tak berhati itu ra ingat kamu


wanita kuat”kata doan


sesampainya di meja tempat mereka bicara


“kami akan langsung ke intinya karena kami tidak mau buang buang waktu berharga


kami”kata vivi


“kami ingin kamu meningalkna butik ini”kata dito tanpa menoleh ke maura dan


tanpa bersalah


“hah apa aku tidak salah dengar? Aku pikir kamu manusia tanpa hati ternyata


kamu juga manusia tak tau malu tuan dito.


apa hak kamu mengusirku dari butiku sendiri?


jika hanya itu yang ingin kalian bicarakan maka pembicaraan kita sudah selesai


dan segera pergi dari tempatku”kata  maura sambil berlalu pergi


“aku harap kami tidak lupa kalau ruko dan butik ini atas namaku maura”kata dito


sambil mengeluarkn surat surat


seketika maura berhenti berjalan dan membalikan badannya

__ADS_1


__ADS_2