Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
episode 49(bereskan kekacauan ini)


__ADS_3

Nadia terus memojokkan Maura.


semua orang yang melihat mulai berbisik bisik dan menatap jijik ke arah Maura.


Nadia menjambak rambut Maura.


Nathan melihat itu semua diam saja karena dia tidak mau membuat istrinya lebih marah kepadanya.


"tapi aku tidak mengetahui kalau dia sudah memiliki istri " Maura.


"masi mau membela diri kau dasar wanita rendahan" Nadia


"apa ini yang di ajarkan orang tuamu? " Nadia


pertanyaan itu membuat hati Maura sangat sakit karena dia besar tanpa di dampingi kedua orang tuanya.


"Nathan tidak pernah bilang kalau dia memiliki istri" Maura tertunduk sambil menangis


"Nathan tolong jelaskan ini semua? apa benar dia istrimu dan kenapa selama ini kau menutupinya dari aku" Maura


Nadia mendorong Maura hingga terjatuh dan menyiram tubuh Maura dengan minuman.


semua orang hanya melihat saja dan mengolok olok Maura.


yang membuat hati Maura sangat sakit adalah Nathan yang tidak berkata apa apa.


padahal baru saja laki laki itu menyatakan keseriusan ya dan berjanji membahagiakan Maura tapi saat Maura di hina dia diam sama dan tidak membela Maura sedikitpun.


Leon datang ke sana dan menerobos kerumunan yang menonton kejadian itu.


dia melihat keadaan Maura sangat kacau.


Maura terlihat sangat memperihatinkan.


hati Leon sangat sakit melihat keadaan wanita yang sangat dia cintai.


Jo tiba di sana dan langsung membubarkan kerumunan.


Jo memerintah kan kepada orang orang yang sempat merekam kejadian tadi untuk menghapusnya dan jika ada yang mempublikasikan nya maka mereka akan di tuntut.


mereka segera bubar dari sana karena mereka tau siapa itu Leon.


Leon tidak akan melepaskan orang orang yang menganggu nya dan dia memiliki kekuasaan untuk membuat orang yang mengusiknya hancur dalam sekejap..


Leon menatap tajam ke arah pasangan suami istri itu.


tanpa bicara dia membuka jas yang ia kenakan dan memakaikannya kepada Maura.


dia membantu Maura untuk berdiri.


setelah Maura berdiri dia menuntun Maura untuk pergi dari sana.

__ADS_1


Nathan kaget dengan yang ia lihat.


"tuan Leon ini tidak seperti yang Anda lihat,


saya bisa menjelaskannya" Nathan


Leon mengangkat tangannya dan menatap tajam ke arah Nathan


"Jo bereskan kekacauan ini" Leon


Leon membawa Maura ke mobilnya.


Maura masi saja menangis.


tanpa bicara Leon memberikan tisu kepada Maura


Maura memandang ke arah Leon


"terimakasih sudah membantuku,


tapi ini buka seperti yang kau pikirkan "Maura mencoba menjelaskan kepada Leon agar Leon tidak salah paham terhadapnya.


" aku tidak membutuhkan penjelasan darimu "leon


"selama ini aku tidak tahu kalau ternyata dia sudah memiliki istri" Maura


"aku tau dan aku percaya kepadamu


"kau mau aku antar ke mana? " leon.


"bisakah kau mengantarku ke toko pakaian


aku tidak mau Donna melihat keadaanku seperti ini" Maura.


senarnya Maura tidak ingin Delon melihat keadaanya yang kacau seperti ini.


Leon membawa Maura ke butik.


Maura menganti pakaian nya.


Leon membayar pakaian yang di beli Maura


"biar aku saja yang bayar" Maura


Leon tidak menjawab perkataan Maura dan membawa Maura pergi dari butik itu.


di mobil tidak ada yang berbicara antara mereka


hingga tiba di depan rumah Maura Leon menghentikan mobilnya


"terimakasih untuk hari ini" Maura

__ADS_1


Leon tidak merespon perkataan Maura


karena merasa di abaikan Maura membuka pintu dan hendak keluar namun tangannya di tahan oleh Leon.


"apa kau bahagia seperti ini" Leon


"maksudnya? " Maura


"dulu kau memintaku melepaskan mu agar kau bisa hidup bahagia tapi apa seperti ini kebahagiaan yang mau maksud itu? " Leon


Maura tertunduk dan kembali menangis


"apa kau tidak mau kembali kepadaku? " Leon


Maura tidak menjawab pertanyaan Leon.


karena tidak mendapatkan jawaban dari Maura Leon pun memutuskan untuk pergi dari sana


"pulang lah, aku harus segera kembali ke rumah sakit " Leon


"siapa yang sakit? " Maura


"mamaku" Leon


"baiklah terimakasih dan semoga tante cepat diberikan kesembuhan" Maura


"iya" Leon.


"sampaikan salam ku untuk istrimu" Maura


"aku tidak memiliki istri" Leon


"maksudmu? " Maura


"ceritanya panjang dan saat ini kau tidak memiliki waktu untuk menceritakannya padamu" Leon


"oh baiklah" Maura


"bisakah aku meminta nomor ponselmu" Leon


"untuk apa? " Maura


"agar aku bisa menghubungimu dan menceritakan kebenarannya" Leon.


karena tidak mendapat jawaban dari Maura


Leon mengambil ponsel Maura


dan mengetikkan nomor ponselnya di sana


"ini nomor ponselku, hubungi aku jika kau ingin mendengarkan ceritaku" Leon

__ADS_1


setelah melihat Maura masuk ke dalam rumah Donna, Leon langsung pergi dari sana dan kembali ke rumah sakit .


__ADS_2