Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
episode 42


__ADS_3

Leon terus mendekat ke arah Maura.


Maura terus mundur hingga punggungnya membentur dinding


"a apa yang kau lakukan? tolong menjauh dari ku" Maura


Leon tidak merespon pertanyaan Maura namun terus menatap tajam Maura


"kau menakuti ku, tolong menjauh lah " Maura


Leon mencium bibir Maura dengan rakus.


Maura terus memberontak namun tenaganya kalah jauh dibandingkan tenaga Leon


Leon menggenggam erat tangan Maura yang dari tadi terus mendorong dadanya.


tangan Maura terasa sakit


kini Maura sudah tidak melakukan perlawanan lagi karena dia sudah tidak memiliki tenaga.


air matanya mengalir di wajah cantiknya.


Leon yang merasa tidak ada perlawanan dari Maura dan Maura juga tidak membalas ciumannya menghentikan aktifitasnya karena melihat Maura menangis.


setelah Leon melepaskan tangannya Maura langsung merosot kebawah dan duduk dibawah kaki Leon.


Maura menangis sejadi jadinya


"tolong lepaskan aku, aku hanya ingin bahagia.


tolong jangan ganggu aku lagi " kata Maura sambil terisak


Leon menatap kasihan kepada Maura


Leon langsung memeluk Maura


"maafkan aku maafkan aku" Leon.


"tolong bebaskan aku, aku sudah lelah hidup seperti ini" Maura.


Leon melepaskan pelukannya dan mengangkat tubuh Maura


"apa kau sungguh tidak mencintaiku lagi? " Leon


Maura menggeleng lemah


"apa sekarang ada pria lain yang kau cintai? " Leon.


Maura menjawabnya dengan menganggukkan kepalanya


"tolong lepaskan aku, mari kita akhiri semua ini


kau juga memiliki keluarga dan aku tidak ingin menjadi wanita egois yang menginginkan suami orang lain" Maura

__ADS_1


Maura tidak mengetahui tentang perceraian Leon.


"apa kau mencintai pria itu? " Leon kembali bertanya


"iya" Maura


"apa kau bahagia jika dengan nya? " Leon


"iya" Maura


Leon diam mendengar jawaban Maura


dia memeluk Maura dan mencium pucuk kepala Maura.


setelah melepaskan pelukannya tanpa bicara Leon pergi dari Sana


Leon menghampiri pengemudi kapal dan memerintahkannya untuk membawa kapal ke tepi.


Leon juga menghubungi jo untuk menunggunya di pelabuhan dan memerintahkan Jo untuk mengantarkan Maura kembali ke hotel.


Maura turun dari kapal itu dan langsung di sambut oleh Jo


"mari nyonya , aku akan mengantarkan anda kembali ke hotel " jo


Maura menatap sekeliling namun tidak menemukan leon.


Leon sengaja pergi tanpa menemui Maura.


saat di perjalanan menuju hotel Leon menghubungi Jo..


"berikan ponselmu pada Maura" Leon.


jo memberikan ponselnya kepada Maura


bos ingin berbicara pada anda nyonya.


Maura menerima ponsel jo


"ini aku" Maura


"mmmm, aku tau


aku cuma ingin meminta maaf " Leon


"tidak masalah semua yang sudah terjadi biarlah berlalu" Maura.


"berjanjilah padaku untuk selalu berbahagia" Leon


"iya, kau juga berbahagialah" Maura


"mulai sekarang kau tidak perlu bersembunyi lagi,


aku tidak akan mengganggumu" Leon.

__ADS_1


"terimakasih" Maura


panggilan mereka berakhir


Leon menatap langit langit kamar hotel yang ia tempati.


dia sangat menyesal karena dulu pernah menyianyiakan wanita sebaik Maura.


dulu dia sudah memiliki perasaan terhadap Maura namun dia tidak bisa melepaskan melsa dan lebih memilih melsa


namun kenyataanya melsa malah mengkhianati nya.


dulu dia tidak menemui Maura secara langsung untuk mengakhiri hubungan mereka karena dia tidak sanggup mengatakannya secara langsung pada Maura.


Maura sampai di hotel dan langsung menuju kamarnya


di kamarnya ada Donna yang terlihat sangat khawatir.


saat Maura membuka pintu Donna langsung berlari dan memeluknya


"kamu darimana saja ra? Donna


" Delon ada dimana don? "Maura


" dia sudah tidur di kamar Nia "Donna


" kita berbicara nanti ya don, aku mau melihat Delon dulu"Maura


Maura menuju kamar yang di tempati Nia


dia menghampiri Delon dan memeluk Delon


Maura menciumi wajah Delon.


Delon menggeliat karena terganggu .


Maura menghentikan kegiatannya karena takut Delon terganggu dan bangun dari tidurnya


"terimakasih ya Nia, kau sudah menjaga Delon " Maura.


"tidak perlu sungkan kak, kita kan keluarga" Nia


Maura kembali ke kamarnya dan langsung dihujani Pertanyaan dari Donna


"kemana saja kau menghilang, Natha juga ikut menghilang " Donna


Maura mengambil ponselnya dan melihat ada pesan dari Natha yang mengatakan dia pulang duluan karena ada urusan mendadak .


Maura menceritakan semua yang terjadi pada Donna


"syukurlah kau baik baik saja" Donna


beristirahatlah besok kita akan kembali.

__ADS_1


kau pasti sangat lelah.


__ADS_2