
Malam hari Desi kembali ke rumah, Gery sedang bermain bersama Yolanda.
"kau sudah pulang dari tadi sayang? " tanya Desi berasa basi tapi di abaikan oleh Gery.
Merasa di abaikan akhirnya Desi masuk ke kamarnya dan membersihkan diri
"aku sangat muak melihat dia, kapan ini berakhir
aku sudah tidak tahan bersandiwara dan berpura pura di hadapan dia.
aku pikir dia akan selamanya di rumah sakit jiwa.
apa obat yang aku berikan itu kurang ?
aku akan memberikannya obat itu lagi dan membuatnya kembali ke tempat seharusnya dia berada" kata Desi berbicara sendiri
Seminggu telah berlalu setelah kejadian itu
Desi dan Gery beraktifitas seperti biasa, selama itu Gery tidur di kamar Yolanda dengan alasan ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan Yolanda.
Padahal Gery lebih memilih tidur dengan Yolanda untuk menghindari Desi.
Desi tidak keberatan bahkan dia lebih senang jika Gery tidak tidur satu ranjang dengan dia.
Pagi hari Desi sedang duduk di ruang tamu dan menonton TV.
tingg tongg
"bik itu siapa yang datang, pergi buka pintu dan lihat siapa yang datang" kata Desi memerintah
Gery memandang ke arah pintu seakan dia tau apa yang akan terjadi setelah ini.
"nyonya ini surat buat nyonya" kata pembantu itu menyerahkan amplop berisi surat untuk Desi
Desi menerima dan segera membuka isi amplop itu
betapa terkejutnya Desi melihat isi surat itu.
Desi langsung bergegas mencari Gery
"apa ini? " tanya Desi ketika melihat Gery
__ADS_1
"kertas" jawab Gery santai
"iya aku tau ini kertas, kau tau kertas ini? jelaskan padaku ada apa ini semua" kata Desi dengan kesal
"aku rasa kau bisa membaca, kau baca saja sendiri" Gery
"aku sudah membacanya, ini surat dari pengadilan. apa maksudnya ini?. kenapa kau melakukan ini? " Desi
"kau tidak sepantasnya bertanya padaku
kau tentu tau dan sadar atas apa yang kau perbuat.
aku diam bukan karena aku tidak tau dan tidak mengerti.
aku hanya malas berdebat denganmu" Gery
"tapi bukankah kita baik baik saja, kenapa kau tiba tiba melakukan ini" kata Desi sambil menangis memulai sandiwaranya
"berhenti menangis dan bersandiwara Desi, aku bukan orang bodoh yang bisa kau tipu terus menerus. cukup sekali aku tertipu olehmu" Gery
"pergi dari sini, ini rumahku
"pergi dari sini dan jangan harap kau bisa menemui Yolanda" ancam Desi
Gery berjalan santai melewati Desi
"kita lihat hasilnya di pengadilan nanti" Gery
Setelah kepergian Gery, Desi langsung menghubungi kekasihnya
"bagaimana ini? apa yang harus kita lakukan
dia menuntut aku di pengadilan
aku tidak ingin kehilangan ini semua" Desi
"kau tenang saja sayang, aku akan memikirkan cara agar kita tidak kehilangan semuanya"kata orang yang ada di sebrang sana
" dia sudah pergi, kau datang lah ke sini
kita akan membicarakannya semua di sini
__ADS_1
cepat. aku menunggumu! "Desi
Setelah panggilan itu berakhir laki laki itu langsung datang ke rumah Desi.
Saat mereka berdiskusi tiba tiba Gery kembali ke rumah itu karena ada barangnya yang tertinggal
" Dito "Gery
kekasih Desi ialah Dito
Desi dan Dito sama sama kaget karena kedatangan Gery
" pantas saja waktu aku melihatnya di restoran aku merasa tidak asing dengan postur tubuhnya saat itu.
ternyata dia Dito
orang yang dulu menghancurkan Maura
dia Dito yang sama yang menjadi kekasih Desi"gumam Gery berbicara dalam hatinya
"tidak perlu sungkan dan gugup seperti itu.
lanjutkan saja apa yang sedang kalian bicarakan
aku kembali karena ada barangku tertinggal" kata Gery dan langsung pergi dari tempat itu
Terimakasih sudah membaca karya aku ya kakak.
Jika ada kritik dan masukan kasi tau ya.
Jangan lupa mampir ke karya aku satu lagi yang berjudul
TERSIKSA RASA
RINDU TERLARANG
Mohon dukungannya ya kakak semua.
Dan jika berkenan kasi bintang lima dan di vote ya kak.
TERIMAKASIH
__ADS_1