Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
episode 101


__ADS_3

Malam hari Desi kembali ke rumah, Gery sedang bermain bersama Yolanda.


"kau sudah pulang dari tadi sayang? " tanya Desi berasa basi tapi di abaikan oleh Gery.


Merasa di abaikan akhirnya Desi masuk ke kamarnya dan membersihkan diri


"aku sangat muak melihat dia, kapan ini berakhir


aku sudah tidak tahan bersandiwara dan berpura pura di hadapan dia.


aku pikir dia akan selamanya di rumah sakit jiwa.


apa obat yang aku berikan itu kurang ?


aku akan memberikannya obat itu lagi dan membuatnya kembali ke tempat seharusnya dia berada" kata Desi berbicara sendiri


Seminggu telah berlalu setelah kejadian itu


Desi dan Gery beraktifitas seperti biasa, selama itu Gery tidur di kamar Yolanda dengan alasan ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan Yolanda.


Padahal Gery lebih memilih tidur dengan Yolanda untuk menghindari Desi.


Desi tidak keberatan bahkan dia lebih senang jika Gery tidak tidur satu ranjang dengan dia.


Pagi hari Desi sedang duduk di ruang tamu dan menonton TV.


tingg tongg


"bik itu siapa yang datang, pergi buka pintu dan lihat siapa yang datang" kata Desi memerintah


Gery memandang ke arah pintu seakan dia tau apa yang akan terjadi setelah ini.


"nyonya ini surat buat nyonya" kata pembantu itu menyerahkan amplop berisi surat untuk Desi


Desi menerima dan segera membuka isi amplop itu


betapa terkejutnya Desi melihat isi surat itu.


Desi langsung bergegas mencari Gery


"apa ini? " tanya Desi ketika melihat Gery

__ADS_1


"kertas" jawab Gery santai


"iya aku tau ini kertas, kau tau kertas ini? jelaskan padaku ada apa ini semua" kata Desi dengan kesal


"aku rasa kau bisa membaca, kau baca saja sendiri" Gery


"aku sudah membacanya, ini surat dari pengadilan. apa maksudnya ini?. kenapa kau melakukan ini? " Desi


"kau tidak sepantasnya bertanya padaku


kau tentu tau dan sadar atas apa yang kau perbuat.


aku diam bukan karena aku tidak tau dan tidak mengerti.


aku hanya malas berdebat denganmu" Gery


"tapi bukankah kita baik baik saja, kenapa kau tiba tiba melakukan ini" kata Desi sambil menangis memulai sandiwaranya


"berhenti menangis dan bersandiwara Desi, aku bukan orang bodoh yang bisa kau tipu terus menerus. cukup sekali aku tertipu olehmu" Gery


"pergi dari sini, ini rumahku


"pergi dari sini dan jangan harap kau bisa menemui Yolanda" ancam Desi


Gery berjalan santai melewati Desi


"kita lihat hasilnya di pengadilan nanti" Gery


Setelah kepergian Gery, Desi langsung menghubungi kekasihnya


"bagaimana ini? apa yang harus kita lakukan


dia menuntut aku di pengadilan


aku tidak ingin kehilangan ini semua" Desi


"kau tenang saja sayang, aku akan memikirkan cara agar kita tidak kehilangan semuanya"kata orang yang ada di sebrang sana


" dia sudah pergi, kau datang lah ke sini


kita akan membicarakannya semua di sini

__ADS_1


cepat. aku menunggumu! "Desi


Setelah panggilan itu berakhir laki laki itu langsung datang ke rumah Desi.


Saat mereka berdiskusi tiba tiba Gery kembali ke rumah itu karena ada barangnya yang tertinggal


" Dito "Gery


kekasih Desi ialah Dito


Desi dan Dito sama sama kaget karena kedatangan Gery


" pantas saja waktu aku melihatnya di restoran aku merasa tidak asing dengan postur tubuhnya saat itu.


ternyata dia Dito


orang yang dulu menghancurkan Maura


dia Dito yang sama yang menjadi kekasih Desi"gumam Gery berbicara dalam hatinya


"tidak perlu sungkan dan gugup seperti itu.


lanjutkan saja apa yang sedang kalian bicarakan


aku kembali karena ada barangku tertinggal" kata Gery dan langsung pergi dari tempat itu


Terimakasih sudah membaca karya aku ya kakak.


Jika ada kritik dan masukan kasi tau ya.


Jangan lupa mampir ke karya aku satu lagi yang berjudul


TERSIKSA RASA


RINDU TERLARANG


Mohon dukungannya ya kakak semua.


Dan jika berkenan kasi bintang lima dan di vote ya kak.


TERIMAKASIH

__ADS_1


__ADS_2