
Hari ini Marco dan Donna pergi ke pengadilan untuk mendaftarkan gugatan perceraian.
Setelah selesai mereka pergi meninggalkan pengadilan dan tiba tiba Marco menghentikan mobilnya di salah satu restoran.
"untuk apa kita ke sini? kenapa nggak langsung pulang aja? " Donna
"aku lapar, kita makan dulu sebelum pulang " Marco.
Donna menuruti Marco dan makan di sana.
Sambil makan Marco terus melirik ke arah Donna
"apakah kau masi memiliki perasaan terhadapnya? " tanya Marco tiba tiba kepada Donna
Donna diam dan meletakkan Sendok yang ada di tangannya.
Donna mengenang serpihan masa lalu dengan Gery
"bohong jika akun berkata aku tidak memiliki perasaan lagi terhadapnya, bohong jika aku berkata aku sudah melupakannya" Donna
"jadi kau masi mencintainya? " tanya Marco kesal mendengar jawaban Donna.
"cinta? tanya Donna
aku bahkan tidak tau apakah aku masi mencintainya atau tidak.
aku masi sering merindukan dia, masi sering memikirkan dia tapi saat aku bertemu dengannya aku tidak merasakan adanya kenyamanan" Donna
"apakah kau sungguh ingin bercerai darinya? tidaklah kau ingin memberikan dia kesempatan?" tanya Marco.
"tidak, aku pernah memberikan dia kesempatan tapi dia membuang kesempatan itu" Donna
"Dia dulu adalah laki-laki yang sangat baik, dia melindungi aku dan selalu ada disaat aku membutuhkannya. aku tidak menyangka dia bisa berubah seperti ini.
aku kecewa karena dia telah mengkhianati ku tapi aku masi memberikan dia kesempatan saat itu namun saat kejadian di restoran saat aku melihat dia menyelamatkan Desi dan sangat mengkhawatirkan Desi saat itu hati aku benar benar sakit. Saat itu juga aku menyadari bahwa kami sudah tidak bisa bersama lagi" Donna meneteskan air mata saat mengingat kejadian itu.
__ADS_1
"maaf aku telah mengingatkanmu tentang hal itu" Marco merasa tidak enak melihat Donna bersedih
"tidak masalah, aku sudah bisa menerima semuanya" Donna
"apakah kau membencinya? " Marco.
"tidak, aku sama sekali tidak membencinya.
aku memilih meninggalkannya untuk kebahagiaan dia, mungkin dia bisa bahagia dengan Desi dan anaknya nanti.
aku selalu berdoa untuk kebahagiaan dia" Donna
Marco menatap Donna dengan penuh rasa kagum.
Hari terus berganti,
sidang perceraian Donna dan Gery sudah memasuki tahap hakim akan memberikan keputusan atas masa depan rumah tangga mereka.
Akhirnya hakim telah membuat keputusan
Hakim mengabulkan permohonan perceraian Donna
Di luar pengadilan Gery menemui Donna yang sedang berjalan bersama Marco menuju mobil.
"Donna, bisakah kita bicara sebentar? " Gery
"mas mau bicara apa, bicara aja di sini" Donna.
"aku hanya ingin minta maaf kepadamu atas apa yang telah aku lakukan" Gery
"jauh sebelum mas minta maaf aku sudah memaafkan mas, aku tidak marah dan tidak menyimpan dendam terhadap mas" Donna
"terimakasih, aku harap kau akan hidup bahagian selamanya"Gery
"iya mas,aku juga berharap mas akan hidup bahagian bersama dengan Desi dan anak kalian nanti" Donna
__ADS_1
"bisakah aku memelukmu untuk yang terakhir kalinya? " tanya Gery kepada Donna.
Donna nampak canggung mendengar pertanyaan Gery..
Marco yang berada di sana merasa tidak suka dengan pertanyaan Gery dan berharap Donna akan menolaknya
"hanya pelukan perpisahan" Gery
Donna akhirnya mengangguk memberi tanda persetujuan.
Marco tidak senang dengan jawaban Donna, Marco pergi menjauh dari sana krena dia tidak ingin melihat adegan itu.
Donna dan Gery sama sama menitikkan air mata saat mereka berpelukan.
"Mas pernah melakukan kesalahan yang sama ya" Donna.
Gery menganggukkan kepala memberi jawaban kepada Donna.
"jika kau ada masalah dan membutuhkan aku jangan sungkan sungkan ya,
anggap aku seperi saudaramu" kata Gery saat melepaskan pelukannya.
"iya Mas" Donna
Donna pergi meninggalkan Gery yang masi berdiri di sana.
"semoga kau selalu bahagian dan bertemu dengan seseorang yang mencintaimu dengan tulus, kau orang yang baik Donna kau pantas bahagia.
sesungguhnya aku masi sangat mencintaimu namun aku harus melepaskan mu demi kebahagiaan mu.
Betapa bodohnya aku telah melepas berlian sepertimu" gumam Gery dalam hati melihat Donna yang melangkah pergi meninggalkan nya.
Terimakasih sudah membaca karya aku kakak.
mohon dukungannya.
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke cerita aku satu lagi ya
yang berjudul TERSIKSA RASA