
Hari ini Gery pergi bersama Desi ke restoran.
"sayang kau pasti sangat senang melihat kondisi restoran sekarang. kau tau aku berjuang dan berusaha sangat keras agar restoran kita bisa bangkit dari keterpurukan saat kau tinggalkan" kata Desi mengarang cerita agar Gery kagum padanya
Gery mendengar itu hanya mangut mangut saja.
Sampai di restoran Gery melihat restoran itu dengan rasa haru
"masi sama seperti dulu, tidak banyak yang berubah dari tempat ini" kata Gery dalam hati
Sebagian karyawan masi mengenal Gery, mereka tersenyum dan bahagia menyambut kedatangan bosnya itu.
Gery memandang salah satu karyawan dan tersenyum. orang itu adalah karyawan pertama di restoran milik Gery.
"selamat datang kembali tuan"
"senang bisa berjumpa denganmu lagi Dodi" kata Gery menepuk bahu Dodi si karyawan lama itu.
Sebagian karyawan baru berbisik bisik karena mereka tidak mengenal Gery.
"Des, aku pergi dulu ya.
aku ada kerjaan yang harus aku urus.
nanti kita ketemu di rumah saja" Gery
"baiklah sayang, hati hati yaa" kata Desi
sepeninggal Gery Desi langsung menghubungi teman laki lakinya
"aku akan ke apartemen mu sekarang"
"baiklah, aku tunggu"
Gery mendatangi Marco ke rumahnya
__ADS_1
"Marco nya ada Don? " tanya Gery saat melihat Donna dan anaknya duduk di ruang tamu
"ada mas, duduk lah
sebentar lagi mas Marco akan turun" kata Donna mempersilahkan Gery untuk duduk
Donna memerintahkan pembantunya untuk membawakan minum dan cemilan untuk Gery
Tidak menunggu lama akhirnya Marco turun dan bergabung bersama mereka.
"bagaimana? " Marco
"ya seperti itu lah" Gery
"mari kita berbicara di ruang kerja ku aja" ajak Marco
Mereka berdua berjalan beriringan menuju ruang kerja Marco
"aku tidak menggangu waktu ju bersama anak dan istrimu kan? " tanya Gery merasa tidak enak
"santai aja, kau tidak mengganggu kok" Marco
"aku sudah kembali ke rumah dan aku tidak mengatakan apa pun kepada Desi.
aku mengikuti permainan dia dan pura pura tidak tau apa pun sampai semua rencana kita berjalan lancar" Gery.
"aku sudah mendapatkan sampel rambut putri kami dan aku juga sudah mengirimnya untuk di tes.
jika Yolanda adalah putri kami maka aku ingin kau membantuku mendapatkan hak asuh sepenuhnya atas Yolanda, namun jika dia buka darah dagingku maka aku tidak menginginkan dia dan aku akan menyerahkan dia kepada Desi serta aku tidak mau bertanggung jawab atas anak itu sedikit pun" Gery
Marco mendengarkan penjelasan Gery dengan serius
"baiklah, bukti yang kita miliki sudah cukup kuat untuk merebut semua milikmu dan mengalahkan Desi.
sekarang terserah kau saja kapan kita membuat gugatan kepada Desi? " Marco
__ADS_1
"aku ingin secepatnya, aku tidak tahan hidup dengan dia. sebentar saja aku sudah muak melihat semua sandiwara dan semua cerita yang dia karang" Gery
"baiklah, besok kita akan mendaftarkan gugatan untuknya. apa kau sudah siap?
dan masalah putri kalian aku harap kau mempersiapkan diri untuk hasil yang akan kau dapatkan nanti " Marco
Setelah selesai berdiskusi mereka keluar dari ruang kerja Marco dan bergabung dengan Donna
Gery melihat Donna sedang mengendong anaknya
"bisakah aku menggendongnya sebentar? " tanya Gery
Donna tersenyum dan berjalan ke arah Gery
"duduklah mas, aku akan meletakkan dia di Pangkuanmu" Donna.
Gery mengikuti instruksi Donna
Saat mengendong Putri, Gery terus memang wajah Putri dan tersenyum
"kenapa mau tersenyum melihat putriku?
dia cantik bukan? persis seperti ibunya" kata Marco sambil melingkar kan tangannya di pinggang Donna
"ya dia cantik persis seperti ibunya" Gery
"jangan bilang kau berpikir untuk kembali bersama istriku lagi" ejek Marco
"setelah aku pikir pikir aku sudah tidak menginginkan ibunya tapi sepertinya anaknya lebih cantik dibandingkan ibunya.
aku berpikir akan menunggu dia besar " balas Gery dengan bercanda
"tidak tidak, aku tidak ingin memiliki menantu sepertimu" Gery
"tapi aku sangat ingin menjadi menantumu ayah mertua" kata Gery
__ADS_1
Mereka bertiga tertawa bersama
"aku merasa Geli saat kau memanggilku ayah mertua, rasanya aku sudah sangat tua" cibir Marco