Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
mencari


__ADS_3

Anandita dan Ganesha sedang berada di mension mewah yang baru mereka beli.


"untuk apa membeli mension sebesar ini jika hanya kita yang akan tinggal di sini" gerutu Anandita


"apa kau tak lelah terus marah padaku?


aku tahu aku salah karena mengusir Sania tapi kau tahu alasanku melakukan itu.


jangan limpahkan semua kesalahan padaku.


saat berjumpa dengan Sania nanti akan ku tarik telinganya hingga memanjang " kata Ganesha menerawang mengingat masa lalu saat Sania maaf kecil.


Sania selalu kesal saat telinganya di tarik oleh Ganesha dan kedua kakaknya tapi mereka justru senang setiap melihat wajah kesal Sania.


Ganesha duduk termenung mengingat masa kecil Sania


"aku sungguh merindukan Sania, maafkan ayah yang terlalu egois" gumam Ganesha.


Anandita melihat wajah sedih suaminya jadi tidak tega


dia tahu suaminya terlalu menyayangi Sania dan menaruh harapan besar pada Sania maka saat Sania membantah kata katanya untuk yang pertama kali Ganesha sangat kecewa dan terluka.


"aku tidak marah padamu hanya saja aku merasa kesepian" kata Anandita dan mengelus tangan suaminya.


"maafkan aku karena keegoisan dan keras kepalaku kau harus menderita, aku tahu berat bagiku selama ini karena berjauhan sama Sania" Ganesha


"semua sudah berlalu, lupakan masa lalu" Anandita


Saat ini Gracia sedang duduk di dalam kamarnya memegang kotak barang barang peninggalan bundanya.


"apa kamu akan hadir di acara itu?


di sana akan banyak berkumpul pengusaha pengusaha dan investor besar" kata Bella yang harus masuk ke kamar Gracia dan membaringkan dirinya di kasur milik Gracia


"mm, aku akan ke sana" Gracia


"besok ayo berbelanja,


semua tamu undangan di sarankan memakai pakaian india.


besok kita akan membeli pakaian india untuk kita pakai ke sana" gumam Bella antusias


"aku akan memakai pakaian Bunda, sudah lama aku ingin memakainya tapi selama ini aku berpikir kemana aku memakai pakaian india di sini mungkin ini saat yang tepat untuk menyalurkan keinginanku" kata Gracia

__ADS_1


"ya, aku hampir saja lupa kalau tante Sania keturunan india.


ayo kita bongkar pakaian tante Sania.


kita lihat mana yang cocok untuk kau pakai" ucap Bella bersemangat.


Mereka membuka dan memilih pakaian milik Sania.


Sania memiliki beberapa pakaian india miliknya yang masi dia simpan karena memiliki histori kenangan untuknya.


walaupun susah lama tapi pakaian pakaian itu masih terlihat bagus dan terawat karena semasa hidup Sania sering membawa pakaian itu ke laundry.


"pakaian pakaian tante Sania masi sangat terawat


walaupun sudah bertahun tahun lamanya dan tidak kalah saing sama model sekarang " gumam Bella kagum melihat koleksi baju Sania


"sepertinya aku akan memakai ini, Bella bisalah kau membantuku untuk membawa ini ke laundry.


besok aku ada meeting dan tidak sempat pergi ke laundry" Gracia


"apa yang tidak bisa aku lakukan untukmu" kata Bella


Beberapa hari kemudian


Beberapa tamu undangan sudah berada di situ tidak terkecuali kenzo dan Dara.


Kenzo menjalin kerjasama bersama perusahaan miliki Adhitya jadi mereka sudah saking mengenal.


"terimakasih atas kedatangannya " kata Adhitya menyambut Kenzo


"mari aku perkenalkan dengan ayahku" Adhitya


"ayah, perkenalkan ini anak muda yang aku ceritakan waktu itu.


dia sangat pekerjaan keras dan kompeten" ucap Adhitya memperkenalkan Kenzo pada Ganesha


"uncle terlalu berlebihan memujiku" Kenzo


"perkenalkan ini Dara istriku" kata Kenzo memperkenalkan Dara


Acara berlangsung begitu meriah para pengusaha memanfaatkan kesempatan ini untuk saling berkenalan satu sama lain karena di sana semua tamu dari berbagai negri berkumpul.


Malam ini tamu tamu yang datang ke sana akan menginap di hotel itu secara gratis.

__ADS_1


Gracia dan Bella telat datang ke pesta itu karena terjebak macet.


Saat acara sudah berjalan mereka baru tiba di tempat itu.



Gracia memilih gaun yang simpel untuk datang ke sana tapi penampilannya sangat menawan dan mencuri perhatian.


Dara memakai pakaian dari desainer terkenal merasa kesal karena perhatian tertuju pada Gracia begitu juga suaminya yang terus menatap Gracia tanpa berkedip.


Dara meremas tangan Kenzo membuat Kenzo tersadar dan mengalihkan perhatiannya dari Gracia.


Anandita meremas dadanya saat melihat Gracia memasuki ruangan itu.


Anandita melepas genggaman tangan suaminya dan berjalan menghampiri Gracia.


Sampai di hadapan Gracia, Anandita langsung mengelus wajah Gracia dan meneteskan air mata.


"Sania" Gumamnya lirih.


"maaf nyonya saya bukan Sania.


nama saya Gracia" ucap Gracia secara sopan.


Arjun, Adhitya dan Ganesha mengikuti langkah Anandita.


"mama, kendalikan dirimu" gumam Arjun


mereka semua terpaku melihat Gracia.


pakaian yang Gracia pakai adalah milik Sania dan itu Sania pakai saat merayakan ulang tahun pernikahan orangtuanya kala itu.


Anandita masi sangat jelas mengingat saat Sania memakai pakaian itu dan membawa kue ke hadapan Ganesha dan Anandita.


"apakah anda mengenal bundaku? " tanya Gracia karena Anandita beberapa kali menyebutkan nama Sania


Anandita mengangguk pelan mendengar pertanyaan Gracia


"bisakah kita berbicara secara pribadi" kata Arjun memecah keheningan karena saat ini mereka menjadi pusat perhatian.


Arjun menuntun keluarganya menuju ruang pribadi mereka.


Anandita tak melepaskan tangan Gracia selama berjalan.

__ADS_1


Bella menatap heran ke arah Gracia dan dari tatapannya seolah bertanya ada apa dan Gracia hanya mengerakkan bahunya karena dia juga tidak mengerti dengan situasi ini


__ADS_2