
Leon menghubungi Vanno
"aku yakin itu benar benar Marco" Leon
"jadi apa yang akan kita lakukan? " Vanno
"Jack menawarkan perjodohan Delon dengan anaknya, aku rasa aku harus menerima perjodohan ini" Leon.
"apa kau yakin Delon akan menerima perjodohan ini? " Vanno
"tentu tidak, aku juga tidak ingin memiliki menantu dari keluarga Jack tapi aku harus menyusun rencana ini agar kita mengetahui keberadaan Marco" Leon
"baiklah, ayo kita lakukan yang terbaik" Vanno
Tiga hari sudah berlalu dan Sasa beserta rombongan sudah kembali ke negaranya.
"apa kalian sudah tiba di sana? jika sudah tiba kirim pesan kepadaku ya" kata Delon mengirim pesan kepada Sasa
Setelah tiba di negaranya Sasa langsung menemui Gery
"ayah Sasa pulang" Sasa
"bagiamana di sana? " Gery
"menyenangkan, aku rasanya ingin tinggal di sana saja ayah" Sasa
Gery mencubit hidung Sasa
"istirahat lah, kau pasti lelah" Gery
Sasa masuk ke kamarnya dan mengaktifkan ponselnya , dia melihat pesan dari Delon dan segera membalas nya
"aku sudah sampai dengan selamat, terimakasih mau sudah menemaniku selama di sana dan banyak memberi pengalaman baru buat aku.
titip salamku kepada tante Maura" Sasa
Melihat pesan itu Delon segera menghubungi Sasa
"hallo" Sasa
"sedang apa " Delon
"baru tiba di sini, aku sedang membereskan barang barang ku" sasa
lama Delon terdiam
"hallo hallo apa kau masi di sana? " Sasa
" ah iya aku masi di sini"Delon
"sepertinya aku merindukanmu" kata Delon
yang membuat Sasa tercengang
"kau berbicara dengan aku? " tanya Sasa gugup
"tentu denganmu, lalu dengan siapa lagi" Delon
"ah iya" Jawa Sasa malu malu
__ADS_1
"apa kau memiliki kekasih? " Delon
"tidak" Sasa
"bagaimana jika menjadi kekasihku, apa kau bersedia? " tanya Delon. yang membuat Sasa terdiam..
"maaf jika ini terkesan buru buru, aku juga tidak tau sejak kapan aku tertarik padamu" Delon.
"jika kau belum bisa memberi jawaban saat ini aku akan menunggu" kata Delon lagi
"sekarang istirahatlah" kata Delon dan segera mengakhiri panggilan mereka
"ah apa aku sudah gila" batin Delon menatap ponselnya
ponsel Delon kembali berbunyi dan itu panggilan dari ayahnya Leon.
"aku ingin kau dan mama datang ke sini" Leon
"baiklah" Delon.
Delon menghampiri Maura
"papa menyuruh kita menyusul ke sana ma" Delon
"Mama tidak ikut, kau saja yang ke sana
paling cuma masalah kerjaan" Maura
"tapi kata papa mama harus ikut" Delon.
"oke baiklah, besok kita berangkat" Maura
"ada apa sih pa? kok mama harus ikut
apa masalah perusahaan agak rumit dan kita harus tinggal di sini sementara? " Maura
"bukan begitu Ma, ayo kita ke kamar ada yg ingin papa bicarakan" Leon
tiba di kamar
"sayang, aku usah menemukan Marco" Leon
"Marco? bagaimana dengan Donna? " tanya Maura bersemangat
"aku belum tau pasti bagaiman dengan Donna tapi yang pasti Marco masi hidup dan dia membutuhkan bantu aku dan Vanno.
Leon menjelaskan semua kepada Maura
" jadi bagaimana dengan Donna? "tanya Maura bersedih
" kami belum tau sayang, kita harap Donna masi ada bersama Marco"Leon
"lakukan apa pun, aku harus mengetahui keberadaan dan keadaan Donna" Maura
"iya maka dari itu aku menyuruh kalian ke sini" Leon
setelah selesai berbicara dengan Maura Leon menghampiri Delon ke kamarnya
"papa butuh bantuan kamu" Leon
__ADS_1
"bantuan apa pa? " Delon
"papa ingin kamu bertunangan dengan Siska" Leon.
"tidak pa, aku tidak menyukai dia dan aku sudah memiliki wanita yang aku cintai" kata Delon membantah
"bukan begitu, tapi ini hanya rencana kita saja
kita harus melakukan ini agar mengetahui keberadaan Marco.
aku yakin Marco di sekap di dalam rumah mereka dan kita harus melakukan ini agar bisa masuk ke dalam dan kita bisa memperdaya mereka" Leon
Delon akhirnya mengerti dan menuruti keinginan Leon.
Leon menghubungi Jack
"Delon sudah setuju, dan dia ingin melakukan pertunangan secepatnya mengingat dia akan pergi dinas keluar kota jadi dia ingin pertunangan di adakan sebelum kepergian nya" Leon
"bagaimana jika kita adakan pertunangan mereka dua hari lagi, aku akan mempersiapkan segalanya.
dan di hotel mana acaranya akan di buat? " tanya Jack antusias
"bagaimana jika di kediaman kalian saja, agar lebih privasi" Leon.
"baiklah, aku setuju" kata Jack
Jack langsung menghubungi Siska dan memberitahu kabar baik itu
Dua hari kemudian
Sasa memegang ponselnya
"dia bahkan tidak menghubungi aku lagi sejak saat itu.
mungkin dia tidak serius dengan ucapannya waktu itu" Gumam Sasa
Di kediaman Leon
Leon dan Vanno sedang menyusun rencana
"apakah sudah ada orang yang bisa di percaya untuk melakukan tugas ini? " tanya Leon
"sudah" Vanno
"ayo kita berangkat" kata mereka bersemangat
Terimakasih sudah membaca karya aku ya kakak.
Jika ada kritik dan masukan kasi tau ya.
Jangan lupa mampir ke karya aku satu lagi yang berjudul
TERSIKSA RASA
RINDU TERLARANG
Mohon dukungannya ya kakak semua.
Dan jika berkenan kasi bintang lima dan di vote ya kak.
__ADS_1
TERIMAKASIH