Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
episode 54


__ADS_3

Leon sangat sendang karena Maura mengundangnya untuk datang besok.


Leon sampai di pesta dan menemui pamannya untuk mengucapkan selama dan setelah itu dia segera pamit.


Leon sampai di hotel miliknya dan langsung membersihkan diri.


Leon menghubungi Jo


"segera datang ke kamarku sekarang " Leon


tanpa menunggu jawaban dari sebrang sana Leon langsung memutuskan panggilan.


Tak menunggu lama Jo sudah tiba di kamar Leon.


"ada apa tuan? " Jo


"tunda kepulangan kita" Leon.


"tapi besok siang anda harus ada di kantor karena ada pertemuan penting tuan" Jo.


"tidak jo, aku masi ada urusan di sini dan itu jauh lebih penting " Leon.


"tapi"Jo


" aku tidak suka di bantah Jo, kau laksanakan aja perintah ku"Leon memotong ucapan jo.


Jo keluar dari kamar Leon.


"akhhhh lama lama aku bisa gila punya bos seperti ini" gumam jo.


tiba tiba ponsel jo berdering


"jo jangan mengumpat aku di belakangku atau bonusmu bulan ini akan aku potong " Leon


jo mendengar itu langsung menoleh ke segala arah


"darimana dia tau aku sedang mengumpat nya " batin jo


dia lupa kalau ada CCTV di depan kamar Leon.


memang setiap hotel miliknya dia selalu menyediakan satu ruangan khusus untuk dia dan tidak untuk umun dan dilengkapi pasilitas seperti CCTV.


"akhhh bagaimana aku bisa lupa tentang ini padahal aku yang mengawasi waktu alat itu di pasang " gumam jo dalam hati


"ah tidak tidak tuan" jo


"jika kau gila aku tinggal mengirim mu ke rumah sakit gila dan aku akan mencari sekretaris baru" Leon.


"tidak aku tidak gila bos jangan lakukan itu" jo.


"cepat lakukan yang aku perintah kan " Leon


"iya segera aku laksanakan bos" jo


Jo pergi dari sana sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


Jo menghubungi bos besar agar bisa mengantikan Leon untuk pertemuan besok karena pertemuan itu sangat penting dan untungnya tuan Jaya bisa mengantikan Leon untuk menghadiri pertemuan itu


Malam hari Leon tidak bisa tidur


dia tidak sabar menunggu besok pagi untuk menemui Maura.


karena setelah berpisah ini kali pertma Maura memintanya untuk datang.


"apa dia sudah mulai menerima aku kembali,


aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini dan aku tidak akan melepaskan Maura lagi.


aku akan membuat dia bahagia " Leon berbicara sendiri


Ditempat lain Maura juga tidak bisa tidur


dia mengelus kepada putranya yang sedang tertidur


"besok kau akan bertemu dengan papa yang selama ini kau rindukan nak


mama harap ini keputusan yang tepat " Maura


Mentari pagi sudah bersinar


Leon membuka matanya


"ah apa aku kesiangan,. sial aku baru tertidur subuh tadi karena terus memikirkan Maura" gumam Leon.


Leon langsung masuk ke kamar mandi dan bersiap.


"apa penampilanku sudah sempurna? " batin Leon.


Leon menghubungi Jo dan memerintahkan Jo untuk segera datang ke kamarnya.


saat Jo tiba di kamar Leon


Leon langsung bertanya pada Jo


"bagaimana penampilanku? " Leon


"ha tuan menyuruh aku ke sini hanya untuk menanyakan penampilan? " Jo.


"jangan banyak tanya cepat katakan bagaimana penampilanku sekarang? " leon


"seperti biasa tuan"Jo


" bagaimana maksudmu seperti biasa? "tanya Leon marah kepada Jo


" seperti biasa anda selalu terlihat tampan dan sempurna "jawab Jo asal


" ah iya bagaimana aku bisa lupa kalau aku memang sudah terlahir tampan,


pergilah"kata Leon kepada Jo.


Jo bingung melihat tingkah bosnya

__ADS_1


"kenapa dia aneh sekali


dia bertingkah seperti anak ABG" gumam jo dalam hati.


Disisi lain Maura mengantar Delon naik ke Bus jemputan nya.


Maura berbicara kepada supir kalau nanti pulang sekolah dia yang akan menjemput Delon.


setelah merasa sudah sempurna Leon bergegas menuju kafe Maura.


sampai di sana dia melihat kafe itu masi sepi.


Leon berusaha menghubungi Maura tapi tidak ada jawaban.


"apa dia akan pergi lagi seperti dulu" batin Leon


Leon mengingat dulu Maura juga melakukan hal yang sama.


Maura pergi entah ke mana saat itu.


Leon mulai gelisah dan terus terusan menghubungi Maura


Maura yang sedang di perjalanan tidak menyadari ada panggilan masuk ke ponselnya .


sampai di kafe dia melihat Leon duduk dengan penampilan yang acak acakan.


"maaf aku terlambat, kau sudah lama menunggu? " Maura


suara itu memecahkan lamun Leon yang dari tadi sudah gelisah dan tampak kacau karena dia takut Maura akan pergi lagi darinya


Leon langsung menghampiri dan memeluk Maura


"aku pikir kau pergi lagi dari aku" Leon.


"apa maksudmu? aku terlambat datang ke sini karena tadi jalan macet dan karyawan memang aku suruh libur untuk hari ini makanya tidak ada orang " maura


mereka masuk ke dalam kafe


"duduklah sebentar, aku akan membuat sarapan untuk kita" Maura


Maura datang dari arah dapur membawa roti dan teh


"kita sarapan ini saja ya" Maura


"baiklah" Leon


Leon tidak melepaskan pandanganya dari Maura.


setelah selesain sarapan Leon langsung bertanya pada Maura


"apa yang ingin kau bicarakan padaku" Leon


"nanti siang bisakah kau antar aku ke suatu tempat , ada yang ingin aku tunjukan padamu " Maura.


"oke" Leon.

__ADS_1


__ADS_2