
Dua bulan sudah berlalu, Delon sibuk dengan kegiatannya. Setelah saat itu Delon dan Sasa tidak pernah berkomunikasi sama sekali.
Andini setiap hari menghubungi Delon dan ingin memperbaiki hubungan mereka namun Delon tetap pada pendiriannya
"aku memang sangat mencintai Andini namun aku tidak bisa meneruskan hubungan ini setelah aku tahu apa yang dia lakukan di belakangku.
setiap aku melihat wajahnya aku selalu teringat kejadian waktu itu" Delon
Delon menghubungi Leon karena ada sedikit masalah di perusahaan mereka
"jadi apa yang harus aku lakukan Pa?" Delon
"hubungi Om Jack dan serahkan masalah hukum padanya" kata Leon
Jack adalah saudara sepupu Marco.
anak dari kakak tertua ayah Marco, setelah menghilangnya Marco tanpa kabar kini kantor pengacara yang di kelola oleh Marco dulu di ambil alih oleh Jack.
Delon mengubungi Jack
"aku ingin berkonsultasi masalah pembelian tanah yang baru kami lakukan untuk membuka hotel baru, ternyata tanah itu bermasalah. kapan om ada waktu untuk bertemu? " Delon.
"nanti malam datang saja ke rumah, bawa berkas berkasnya untuk aku pelajari nanti" Jack
"baiklah, nanti malam aku akan ke sana om" Delon
Jack langsung menghubungi putrinya dan menyuruh membuat persiapan menyambut kedatangan Delon.
"Siska, nanti malam Delon akan datang ke rumah.
buat persiapan untuk menyambutnya" Jack
Siska yang sejak dulu mengagumi Delon tentu sangat bahagia dengan kabar itu.
Jack sangat menginginkan Delon bersanding dengan putrinya.
Jack beberapa kali menawarkan perjodohan Siska dengan putrinya kepada Leon dan Maura, tapi mereka selalu menolak perjodohan itu
"aku tidak memiliki hak untuk mengatur jodoh anakku, aku serahkan semua padanya.
__ADS_1
jika memang kelak Siska akan berjodoh dengan Delon kami pasti senang menerima Siska di keluarga kami." begitulah kata Maura setiap Jack menyinggung masalah perjodohan
sementara Siska sudah sering mendekati Delon namun Delon tidak pernah memperdulikan Siska terlebih lagi saat itu Delon sedang menjalin asmara dengan Andini.
Siska dengan semangat mengurus semua keperluan untuk nanti malam. Dia juga pergi ke salon untuk menata rambut nya agar terlihat cantik di mata Delon nanti.
Malam hari sesuai yang telah di sepakati, Delon mengunjungi kediaman Jack
Siska yang sudah menunggu sejak tadi langsung berlari membuka pintu ketika bel berbunyi.
"malam" sapa Delon dengan sopan
"Papa ada di dalam, masuklah" Siska
"malam om" kata Delon menyapa Jack dengan sopan
"ayo kita makan dulu sebelum kita membicarakan masalah tadi, ini semua Siska yang persiapkan" Jack
Delon menurut dan ikut bergabung di meja makan
Setelah selesai menikmati makan malam mereka melanjutkan pembicaraan mereka untuk membahas masalah yang sedang di hadapi Delon
"baiklah, aku akan mempelajari berkas ini dan besok aku akan segera mengirim materi materinya ke kantormu" kata Jack
Papa ke atas sebentar" kata Jack memberi perintah kepada anaknya
Tinggallah Siska dan Delon di sana,
"bagaimana kabarmu? " tanya Siska memecah keheningan
"seperti yang kau lihat, aku cukup baik" Delon
"ini makanlah, tadi aku yang membuat kue ini" kata Siska menawarkan kue untuk Delon
"aku masi kenyang, terimakasih" tolak Delon dengan sopan
"dia tetap saja seperti itu, sangat susah untuk di dekati" batin Siska
Setelah hampir satu jam menunggu Jack tidak kunjung turun
__ADS_1
"aku rasa Om Jack sedang sibuk, aku permisi dulu" kata Delon pamit
"tapi, apa urusanmu dengan Papa sudah selesai.
tunggulah sebentar lagi Papa pasti akan turun" Siska
Delon kembali duduk dan setelah menunggu sepuluh menit Jack belum juga turun.
akhirnya Delon memutuskan untuk pergi dari sana
"inilah yang membuatku malas berhubungan dengan Om Jack, tapi Papa tidak pernah mau memakai jasa pengacara lain" kata Delon menggerutu dalam hati
Dikediaman Jack terlihat Jack sedang berada di suatu ruangan yang ada di rumahnya
"kau periksa berkas ini dan katakan padaku poin poinnya" perintah Jack
Seperti biasa orang itu menuruti semua perintah Jack
Selama ini orang itulah di balik semua kasus yang di menangkan oleh Jack
Orang itu adalah Marco
Jack menjadikan Marco dan Donna sebagai tawanannya.
Tidak ada orang lain yang bisa berkomunikasi dengan Marco selain Jack. Jack menempatkan Donna dan Marco di salah satu ruangan di rumahnya.
Ruangan itu selalu tertutup dan akan terbuka saat Jack membawakan makanan untuk Marco dan Donna. Jack juga membuat penjagaan yang sangat ketat agar Marco tidak bisa kuat dari tempat itu.
Terimakasih sudah membaca karya aku ya kakak.
Jika ada kritik dan masukan kasi tau ya.
Jangan lupa mampir ke karya aku satu lagi yang berjudul
TERSIKSA RASA
RINDU TERLARANG
Mohon dukungannya ya kakak semua.
__ADS_1
Dan jika berkenan kasi bintang lima dan di vote ya kak.
TERIMAKASIH