Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
bertemu lagi


__ADS_3

Gracia selesai bekerja dan pulang ke apartemennya di saat mau masuk ke lift dia menabrak seseorang karena dia berjalan sambil sibuk dengan ponselnya.


"sorry" kata Gracia dan membantu memunguti barang Kenzo yang terjatuh.


"tidak masalah" kata Kenzo mengambil buku dan ponselnya yang terjatuh tadi.


Kenzo melihat ponselnya


"apakah ponselmu rusak?


kalau rusak aku akan menggantinya" balas Gracia lagi


"tidak, ponselku masi berfungsi" Kenzo


"oh, baiklah" jawab Gracia datar


"Hai, bukankah kau yang bekerja di kafe waktu itu? " Kenzo


Gracia memandang wajah Kenzo


Kenzo pikir gracia akan terpana melihatnya seperti gadis gadis lain yang langsung terpana ketika melihat wajah tampannya. tapi semua di luar dugaan Kenzo, Gracia hanya memandang datar padanya.


"Kenzo" kata Kenzo memperkenalkan dirinya


Gracia diam dan mengerutkan keningnya


"namaku Kenzo" kata Kenzo sambil mengulurkan tangannya untuk berkenalan


Gracia hanya memandang datar tangan Kenzo


"oh iya" jawabnya seadanya tanpa ada niat menyebutkan namanya dan memperkenalkan dirinya pada Kenzo


"kau tinggal di sini? " tanya Kenzo


"aku permisi dan maaf untuk kejadian tadi" Gracia


setelah mengatakan itu Gracia langsung pergi dari sana

__ADS_1


"hah, gadis yang unik" gumam Kenzo memandang kepergian Gracia


Ternyata mereka tinggal di satu gedung apartemen yang sama


Kenzo di lantai tiga sementara Gracia di lantai dua


Hari berlalu begitu cepat


Kenzo dan Gracia kerap kali berpapasan tapi Gracia tidak pernah peduli akan hal itu tapi berbeda dengan Kenzo setiap berpapasan dengan Gracia saya tarik Gracia makin membuatnya tertarik kepada Gracia walaupun tanpa bertegur sapa sama sekali.


Pribadi dingin Gracia membuat dia semakin penasaran dengan Gracia.


Kenzo kerap kali memperhatikan Gracia dari balkon apartemennya, Kenzo bahkan menghapal jadwal Gracia pergi dan pulang ke apartemennya.


Tapi walaupun begitu Kenzo tidak pernah lupa tujuannya datang ke sini yaitu menuntut ilmu.


Waktu berlalu begitu cepat dan Kenzo sudah menyelesaikan kuliahnya di sana.


Minggu depan Kenzo akan kembali ke tanah air dan mulai bergabung di perusahaan ayahnya sebagai karyawan.


Kenzo ingin mempelajari terlebih dahulu seluk beluk perusahaan ayahnya sebelum dia duduk di kursi pimpinan agar tidak mengecewakan ayahnya.


Saat acara berlangsung Kenzo berbicara dengan temannya yang bernama Abraham.


Kenzo selama ini berteman dan mengenal Abraham dengan baik dan Kenzo berniat menjadikan Abraham menjadi asisten nya saat dia menjadi pimpinan di perusahaan ayahnya nanti karena dia merasa Abraham adalah orang yang tepat dan bisa di percaya.


"apa Rencana Mu setelah ini? " Kenzo


"aku ingin bekerja dan menghasilkan uang yang banyak" kata Abraham Bercanda


"apakah kau sudah memiliki target perusahaan mana yang ingin kau tuju? " Kenzo


"Mmm ntah lah" Abraham


Abraham adalah anak yatim piatu yang tumbuh besar di panti asuhan dan bisa berkuliah di sana lewat jalur beasiswa.


"bagaimana dengan Kz company? " tanya Kenzo

__ADS_1


"aku rasa itu bukan ide yang buruk, itu perusahaan besar dan sangat bagus untuk meniti karir di sana" Abraham


"kau ingin bekerja di sana? " Abraham


"mm iya" Kenzo


"apa kau sudah mengirim lamaran ke sana? " Abraham


"sudah" Kenzo


"nanti aku akan coba kirim lamaran ke sana juga, katanya gaji di sana lumayan besar"Abraham


Mereka menikmati waktu kebersamaan mereka karena setelah ini entah masi bisa bertemu atau tidak karena mereka pasti akan memiliki kesibukan masing masing.


Saat menikmati acara tanpa sengaja kenzo melihat Gracia sedang tertunduk karena dimarahi bosnya


" aku tidak akan meminta maaf, ini bukan salahku.


dia berniat melecehkan aku.


dia meraba bokong ku saat aku meletakkan minuman yang dia pesan " Gracia


"aku tidak melakukan itu, mungkin ada orang lain yang menyenggol mu dan kau menuduh aku yang meraba bokong mu" kata laki laki itu membela diri


"lihatlah perbuatan mu, kau kasar sekali.


kau menumpahkan minuman itu semua ke tubuhku" kata lekaki itu lagi.


"cihhh kau pantas menerima itu, kau jelas jelas melakukan itu.


jangan membela diri.


kau menjijikkan" kata Gracia lagi


"diam kau, minta maaf padanya atau pergi dari sini dan jangan pernah kembali lagi ke sini" teriak bosnya kepadanya.


"aku lebih baik berhenti daripada harus meminta maaf padanya" kata Gracia tetap kekeh pada pendiriannya.

__ADS_1


Gracia pergi dari sana dengan perasaan marah.


__ADS_2