
dona yang mendengar pembicaraan mereka langsung menghampiri
maura
“apa maksudmu dito? Hah? Tidakah cukup kau melukai hati maura?”
maura masi terdiam
“dito setega inikah kau terhadap maura hah?
tidak adakah sedikit aja rasa kasihanmu terhadap maura menginggat pengorbanan
maura untuk karirmu hah? Inikah balasanmu?” teriak dona kepada dito
“hei nona pengorbanan apa yang kau maksud?
akulah yang berkorban di sini
aku membiarkan dito dekat dengan maura aku mengorbankan perasaanku
membiarkan mas dito dekat dengan maura demi karir mas dito” kata vivi
“apa? Jadi selama ini kau tau hubungan dito dan maura?
jadi jika kau tau kenapa engkau mau ada di tengah tengah hubungan mereka
sebagai perempuan tidak bisakah kau menghargai hati perempuan lain?
dan kau dito kau terlahir dari rahim perempuan tidak bisakah kau menghargai
perempuan?”
kata dona yang tak terima maura di sakiti
“jelas selama ini aku tau hubungan mereka
dan anda salah nona bukan aku yang merebut mas dito tapi mauralah yang datang
di tengah hubungan kami. Aku dan mas dito sudah pacaran selama tiga tahun dan
itu jauh sebelum dia mengenal maura” balas vivi yang tak mau kalah
“jadi jika kau tau lalu kenapa kau malah membiarkan dito mendekti maura?tanya
dona
“karena aku menyuruhnya. Aku menyuruhnya untuk mendekati maura demi karir mas
dito
__ADS_1
karena walaupun mas dito menjadi juara dalam perlombaan tersebut namun nama
maura lebih di kenal masyarakat jadi dengan terpaksa aku menyuruh mas dito
mendekati maura.
dan dengan bodohnya sahabtmu itu mau menuruti keinginan mas dito agar dia
berhenti menjadi penyanyi” kata vivi sambil trsenyum meremeh
“yang kau inginkan sudah terkabul dito dan maura juga tak menganggumu lantas
untuk apa kau datang lagi dan mengambil butik ini? Ini milik maura jadi kenapa
kau datang dengan tak tau malu mau mengambil butik ini?”tanya dona
“karena ini milikku dan sedari awal aku memang mau mempersembahakn butik ini
untuk kekaihku vivi sebagai hadiah pernikahan kami”terang dito
“tapi ini milik maura dia membuka butik ini dengan tabungannya”bals dona
“siapa yang akan percaya? Semua surat atas nama aku?
ruko ini dan butik ini di buka atas namaku” kata dito tanpa rasa bersalah dan
malu
menyarankan maura untuk membuka butik
memori itu berputar di ingatan maura
seketika maura tertawa
“hahahahaah hebat sangat hebat kalian berdua
dan betapa bodohnya aku?
selama ini aku bahkan tak sadar kalau kalian mempermainkan hidupku dan masa
depanku
demi masa depan kalian teganya kalian merusak masa depanku?”
aku tak menyangka selicik itu kalian kata maura
“sudah lah mas ayo kita pergi aku sudah muak di sini”kata vivi sambil
mengenggam tanga dito
__ADS_1
“aku beri kalian waktu sampai lima hari untuk membawa barang kalian
itupun jika kalian memiliki barang di dalam butikku ini
ingat jangan bawa apapun barang barang butikku atau kalian kulaporkan polisi”
kata dito sambil berlalu meninggalkan butik
maura terduduk di lantai sambil menangis
dia merasa hancur dengan tipuan dito
mereka sungguh menghancurkan perasaan maura
dona yang tak tau harus berbuat apa dia hanya diam dan menghampiri maura
dia memeluk dan menenangkan maura
perdebatan mereka dari tadi ternyata di
saksikan orang lain
dia tadi berkunjung ke butik maura karena ingin membeli hadiah untuk istrinya
dia tidak pergi karena dia mau membayar baju yang dia beli tapi tidak ada orang
di kasir
“ehemm maaf nona saya mau membayar belanjaan saya”katanya
“eh maaf tuan atas ketidaknyamannnya”
kata dona
dona lupa kalau tadi dia meningalkan orang itu saat berbelanja
orang itu tidak membalas dona
dia hanya memberikan uang untuk membayar belanjaanya dan pergi
dengan wajah datar
setelah pembeli tadi pergi dona kembali menhampiri maura
“bangun ra. Sudah cukup kau menangis
kau harus bangkit dan membalas mereka”kata dona
“apa yang akan aku lakukan don? Semua sudah hancur betapa bodohnya aku”
__ADS_1
apa lagi yang bisa aku lakukan sekarang?” kata maura sambil mennagis dalam
pelukan dona