Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
episode 46(apa kabar)


__ADS_3

Maura dan Donna sedang bersiap siap berangkat ke acara pertunangan Vanno


"semoga tidak bertemu dengan Leon di sana"batin Maura


mereka berangkat ke acara itu mengunakan taksi yang sudah dipesan Donna melalui aplikasi di ponselnya


sesampainya di tempat acara


" meriah sekali pestanya ya"Donna.


"iya, wanita yang menjadi tunangan vanno pasti beruntung sekali" Maura.


"benar, vanno laki laki baik" Donna.


mereka masuk dan langsung menghampiri vanno dan memberikan ucapan selamat kepada vanno


"vanno selamat ya atas pertunangannya " Donna


"terimakasih, Gerry dimana kok tidak ikut? " vanno


"dia ada kerjaan di luar kota makanya tidak bisa kesini" Donna


"selamat ya mas vanno" Maura


"eh apa kabar Maura? terimakasih sudah mau datang " vanno


vanno mengenalkan calon istrinya kepada Maura dan Donna


"ini Fani calon istriku" vanno


Fani menyapa mereka dengan ramah


"silahkan nikmati hidangannya, kami mau menyapa tamu lain dulu " vanno dan Fani


Leon dan jo sampai di sana dan langsung menyapa vanno dan Fani


vanno membisikan sesuatu ke telinga Leon


"Maura ada di sini " vanno


Leon tidak menanggapi pertanyaan vanno namun matanya bergerak kesana kemari mencari sosok yang dia di rindukan selama ini.


matanya menangkap sosok yang sangat ia rindukan.


Maura sedang menikmati hidangan yang ada di sana.


Leon terus menatap ke arah Maura


banyak laki laki lain yang hadir di acara itu menatap ke arah Maura..


Leon tidak suka dengan pandangan laki laki yang melihat Maura.


seketika Leon melihat ke arah belakang Maura dan ternyata resleting gaun Maura terbuka dan punggung mulus milik Maura terekspos.


Leon mendekat ke Maura dan berdiri di belakang Maura.

__ADS_1


Maura yang merasakan kehadiran seseorang menoleh dan betapa terkejutnya dia melihat Leon di sana.


Maura hendak pergi dari tempat itu namun Leon menghentikannya


"tetap berada di tempatmu " Leon


Maura tidak memperdulikan perkataan Leon dan beranjak dari sana


Leon terus mengikutinya.


"kenapa kau terus mengikuti aku? " Maura.


Leon mengabaikan pertanyaan Maura


"kau kesini bersama siapa? Leon


" bersama Donna, tadi dia pamit mau ke toilet "Maura


Leon terus mengikuti Maura dan berada di belakang Maura


" aku mohon berhentilah mengikutiku"Maura


Leon menarik tangan Maura


"resleting gaun mu terbuka" bisik Leon


Maura meraba punggungnya dan benar resleting nya memang rusak..


Maura panik dan celingak celinguk mencari keberadaan Donna


dia berulang kali mencoba menelpon Donna namun tidak ada jawaban


Leon melepaskan jas miliknya dan memberikannya ke Maura


"pakailah" Leon


"tapi" belom sempat Maura menyelesaikan ucapannya Leon sudah memakaikan jas itu pada Maura.


Leon menarik tangan Maura dan membawanya ke salah satu kamar di hotel itu.


memang di setiap hotel miliknya selalu disediakan kamar khusus untuk Leon.


Leon melihat kegelisahan di mata Maura


"tunggu di sini, aku akan mencari Donna dan memberitahu kau ada di sini" Leon


Leon langsung keluar dari kamar itu tanpa menunggu jawaban Maura karena dia tau Maura tidak nyaman berada satu ruangan dengannya.


Leon menghubungi jo dan memerintahkan jo membeli gaun ganti untuk Maura dan menyuruh jo untuk memberitahukan keberadaan Maura kepada Donna.


Leon menunggu kedatangan jo dan Donna di depan pintu.


jo datang bersama Donna


"Maura dimana? " tanya Donna

__ADS_1


"dia di dalam" Leon.


Donna masuk dan melihat Maura duduk di sana


"ada apa ra, aku tadi mencari mu terus aku bertemu jo dan mengajakku ke sini" Donna


Maura tidak menjawab namun menunjukan gaunnya yang terbuka pada Donna


"bagaiman aku bisa pulang dengan gaun seperti ini" keluh Maura


tok tok tok


Donna membuka pintu dan melihat Leon masi di sana.


Leon menyodorkan paper bag pada Donna


"ini pakaian ganti untuk Maura" Leon


Donna menerima itu dan langsung memberikannya kepada Maura


Maura menganti pakaiannya dan keluar dari sana.


Leon masi setia menunggu di depan pintu.


"terimakasih" ucap Maura sambil membungkukkan badanya


"Mmm" Leon


"kalau begitu kami pamit pulang sampaikan salam kami pada vanno" Donna


"kalian kesini pakai apa? Leon


" taksi"Donna


"diluar hujan dan akan susah mendapatkan taksi biar aku antar kalian pulang " Leon


"tidak, tidak usah kami naik taksi aja" Maura


mereka pergi dari sana dan menunggu taksi namun beberapa lama menunggu tak juga ada taksi.


Leon dari tadi mengikuti mereka.


karena tak kunjung mendapatkan taksi dan hujan semakin lebat leon menghampiri merekA.


Leon menurunkan kaca mobilnya


"naik lah aku akan mengantar kalian" Leon


maura hendak menolak tapi Donna langsung membisikkan sesuatu padanya


"kita Terima aja tawaran karena dari tadi tidak ada taksi" Donna


mereka pun akhirnya naik ke mobil Leon.


Leon melajukan mobilnya menuju alamat yang di kasi Donna

__ADS_1


__ADS_2