Rindu Terlarang

Rindu Terlarang
episode 89


__ADS_3

Marco tiba di Singapura, dia melacak nomor ponsel Donna untuk mengetahui alamat Donna.


karena tiba di sana saat malam jadi Marco memutuskan untuk menginap di hotel yang ada di dekat toko kue Nek Mina.


Pagi hari Marco bersiap pergi ke tempat Nek Mina untuk menemui Donna.


Marco memilih berjalan kaki ke sana karena jarak nya yang dekat.


Dari jauh Marco melihat Delon sedang bermain dengan seorang nenek di depan toko itu.


"aishhh bagaimana bisa mereka ada di sini" kata Marco berbicara sendiri


Marco berbalik untuk kembali ke hotel karena tidak ingin bertemu Leon di sana.


Leon pasti akan mengejeknya jika dia tau Marco mengejar Donna sampai ke sana.


"Om Coco" teriak Delon


Marco mendengar Delon memanggilnya


dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


mendengar Delon memanggil Marco


Leon langsung keluar


"apa kau melihat Om Marco nak? " Leon


Delon menunjuk ke arah Marco menjawab pertanyaan Leon


Leon melihat ke arah yang di tunjuk Delon


benar ada Marco di sini batin Leon


"o o kamu ketahuan" kata Leon bernyanyi mengejek Marco


"Diam, jangan berpikir yang macam macam.


aku ke sini ada urusan kerjaan.


tadi aku sedang mencari sarapan tiba tiba Delon memanggilku, kapan kalian tiba di sini? " jawab Marco


"jangan berkelit, aku yakin kau pasti tau Donna tinggal di sini" jawab Leon


"oh Donna tinggal di sini ya? " Marco


"sudah tak usah bohong, aku mengenalmu sejak kecil. jika kau ingin berbohong cari orang lain untuk kau bohongi" Leon


Marco kembali menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"aku rasa dia cocok untukmu, dia wanita yang baik" Leon

__ADS_1


Marco tidak menjawab perkataan Leon.


Delon menarik tangan Marco


"Om Coco ayo ikut aku, disini ada kue coklat yang sangat enak" Delon


Marco mengendong Delon dan masuk ke dalam toko itu.


Donna terkejut melihat Marco tiba tiba ada di sana.


"apa kabar? " kata Marco menyapa Donna yang masi mematung karena kaget melihat Marco


"baik, kapan kau tiba di sini? " Donna


"semalam, aku ada urusan kerjaan di sini.


aku dapat kabar jika Leon sedang berada di sini jadi aku memutuskan untuk mampir ke sini" Marco


"duduklah, ayo kita sarapan bersama" Donna


Maura menghampiri Leon


"apa kau menyuruh Marco ke sini? " Maura


"tidak, aku tadi tahu dia ada di sini karena Delon melihat dia ada di luar. aku rasa dia ke sini memang ingin menyusul Donna" Leon


"apakah Marco baik untuk Donna? " tanya Maura karena takut jika Donna disakiti lagi


bahkan tante Dina aja sampai membuat drama agar dia mau menikah tapi tetap saja dia tidak tertarik untuk itu" Leon


"drama? " tanya Maura bingung


"iya, ibunya sampai pura pura sakit supaya Marco mau menuruti keinginannya untuk menikah.


ibunya sampai takut jika dia tidak normal" kata Leon tertawa mengingat Ekspresi tante Dina dulu saat bertanya kepada nya kenapa Marco tidak pernah tertarik untuk berhubungan dengan wanita padahal banyak wanita yang sudah di jodohkan dengan dia


flashback


"Leon, aku harap kau berkata jujur padaku" Dina


"iya kenapa tante? " Leon


"kau sebentar lagi akan menikah( dulu saat Leon akan menikah dengan Melsa) , dan Vanno juga memiliki kekasih tapi kenapa Marco tidak pernah dekat dengan wanita manapun?" Dina.


"mungkin belum ada yang cocok tante" Leon


"apa jangan jangan? " kata ibu Leon dan tiba tiba menangis.


"tante kenapa? " tanya Leon karena heran melihat tante Dina tiba tiba menangis histeris


"kau tidak perlu menyembunyikan nya padaku, kau bicara lah dengan jujur

__ADS_1


apa jangan jangan anak nakal itu memiliki kelainan? " tanya tante Dina yang masi menangis


"Mama, apa yang mama katakan? bagaiman bisa mama berpikir seperti itu" kata Marco tiba tiba datang entah dari mana


"kau tidak pernah memiliki kekasih, kau membuat aku takut" Dina


"itu karena belum ada yang cocok Ma" Marco


"bagaiman bisa tidak ada yang cocok di antara banyak wanita di dunia ini, banyak wanita yang sudah aku kenalkan padamu. mereka cantik cantik " Dina


"sudah lah jangan berpikir macam macam, suatu saat nanti aku pasti akan menikah" Marco


"kapan? aku sudah tua.


semua teman temanku sudah memiliki cucu hanya aku yang tidak memiliki cucu" keluh Dina


"ah ah ah dadaku sakit, sepertinya sakit jantungku kembali kambuh"


"benar, sepertinya jantung Mama ini sudah tak bagus, ayo kita pergi ke rumah sakit biar Q suruh dokter menganti jantung mama sama jantung sapi agar lebih sehat" Marco.


Dina tiba tiba berhenti meringis kesakitan dan memukul Marco.


"dasar anak nakal, kau berbicara seperti itu saat aku sedang sekarat" Dina


"memangnya ada orang sekarat kayak mama,


masi bisa memukul aku. cepat lah berdiri dan berhenti bersandiwara.


Jurus itu sudah tak mempan untuk ku" Marco


Dina duduk di lantai dan menangis.


merengek seperi anak kecil yang sedang meminta permen


"sudah lah MA, apa mama tak malu? orang orang melihat mama" Marco


"biar aja, biar mereka tau kau tidak menyayangi aku" rengek mama Dina


"aku heran kenapa papa bisa tahan dengan Mama,


papa sungguh laki laki hebat " kata Marco dan ikut berjongkok di depan Mama nya


"iya, nanti aku akan mencari pasangan dan menikah. memberi cucu yang banyak untuk mama, sekarang ayo berdiri" Marco


"janji? " Mama Dina


"iya Mama, aku janji" Marco


flashback off


Leon tertawa mengingat kejadian itu

__ADS_1


__ADS_2