Riontan

Riontan
Episode 102


__ADS_3

Intan dan hanya berbicara dengan Indra dan Frans sambil bercanda dengan senangnya bahkan ada yang ingin berkenalan dengan nya dengan cepat Indra menyembunyikan intan dibelakang nya demi keselamatan nya juga


Gema datang menghampiri intan Indra dan Frans langsung menyembunyikan intan dibelakang mereka sedangkan intan malah menengok Gema sambil tersenyum


"Aku kira kamu gak datang Ntan"Ucap Gema dengan senyum terbaiknya karena senang intan datang ke acaranya


"Maaf tuan nona jangan terlalu dekat dengan anda karena itu perintah tuan Rio"Ucap Indra


"Kenapa bukan kah dia sahabat ku?"Tanya Gema


"Ntan ayo ikut aku karena kursi kamu sudah ku siapkan"Ucap Gema dia mendekati intan ingin mengandeng tangan intan tapi intan malah memeluk tangan Indra membuat Frans melotot begitupun dengan Indra


"Nona!"Ucap Indra dan Frans bersamaan


"Kamu jalan aja duluan Gem aku ikutin kamu"Ucap Intan menghindari Gema tapi secara tidak langsung dia mengancam keselamatan Indra


"Oke ikut aku"Ucap Gema dan intan mengikutinya sambil terus memeluk tangan Indra tanpa perduli keringat dingin mulai mengalir membasahi dahinya membayangkan kemarahan Rio


Intan duduk dipaling depan bahkan kursi nya bersampingan dengan Gema


Intan duduk sambil terus memegangi tangan Indra sedangkan Indra dan Frans berdiri disampingnya Gema hanya diam melihat sikap intan yang sudah benar-benar menjaga jarak dari nya


"Kehamilan kamu aku kira sebuah keberuntungan buat ku ntan ternyata tidak malah jadi membuat kamu semakin jauh dengan ku"Batin Gema


Gema duduk disampingnya intan sebelum acara dimulai


"Ntan kangen gak jalan-jalan sama aku?"Tanya Gema ramah pada intan


"Kangen itu pasti tapi kamu tau kan aku sudah punya suami"Ucap Intan


"Sesekali kita jalan-jalan yuk ke hutan dengan komunitas ku ajak aja suami kamu gak papa"Ucap Gema


"Kamu kan dulu mau banget ikut komunitas aku kan?"Tanya Gema


"Buat apa pergi ke hutan apalagi dalam keadaan hamil nona?"Ucap Frans


"Kaya gak ada tempat hiburan aja ke hutan"Ucap Indra lagi


"Kalian lama-lama bikin kesel juga yah"Ucap Gema pada Frans dan Indra


"Kalau kamu kesel sama mereka berarti kamu juga kesel juga sama aku dong"Ucap Intan


"Gak gitu ntan,tapi memang mereka bikin kesel dari tadi"Ucap Gema


"Udahlah Gem kalau kamu kesel sama mereka aku anggap kamu juga kesel sama aku"Ucap Intan


"Ntan kok gitu sih"Ucap Gema


"Lebih baik kamu urus para tamu undangan kamu daripada disini kan kamu kesel kan"Ucap Intan


Gema menghela nafasnya karena ucapan intan menskakamatkannya


Gema berdiri ingin memulai acaranya dengan memberikan sambutan pada acara peresmian hotel nya

__ADS_1


Gema berdiri didepan semuanya dengan senyum terbaik nya


"Selamat siang semuanya"Sapa Gema


"Terima kasih atas kehadiran kalian semuanya yang mau datang keacara saya ini"Ucap Gema


"3 tahun lalu tempat yang kita pijak ini hanya tanah yang tak berpenghuni tapi sekarang waktu berjalan dan berdiri lah sebuah hotel bernama Gentana"Ucap Gema


"Sekali lagi terimakasih karena sudah mau datang kesini dan mau meluangkan waktunya keacara saya"Ucap Gema


"Tapi diantara kalian semua ada tamu yang sangat spesial di sini"Ucap Gema dia menatap intan hanya tadi hanya sibuk pada Indra dan Frans


"Perasaan gua enak"Ucap Frans pada Indra


"Dia adalah Intan Rianti tamu yang sangat saya spesial kan disini bahkan dihati saya"Ucap Gema


"Hotel yang saya bangun ini banyak kenangan kami berdua tapi sayang dia bukan jodoh saya"Ucap Gema


2 Orang masuk mereka berdiri diatas sambil menatap ke bawah dimana Gema sedang memberikan kata sambutan


"1...2...3!"Ucap nya seember besar darah segar tumpah menimpa Gema badannya penuh dengan darah 2 orang yang berada diatas bertepuk tangan sambil sambil tersenyum puas mereka adalah Prince dan Rio


Rio sudah mensabotase acara Gema dimana dia memasukan beberapa anak buahnya kebelakang panggung dan bahkan dia juga yang meletakan seember darah sapi yang segar disana semua tamu undangan merasa jijik bahkan ada yang muntah mencium bau yang sangat menyengat itu


Semua orang menatap mereka berdua begitupun intan Gema


Gema menatap dengan penuh kebencian pada Rio yang hanya tersenyum diatas mereka


Rio melakukan ini bukan tanpa sebab melainkan dia hanya ingin membalas Gema karena dia lah dalang dibalik pengeboman diruangan nya


"Ay"Ucap Intan pelan


"Tuan"Ucap indra ingin menjauhkan tangannya dari intan tapi intan tidak mau melepaskan tangan nya


Para tamu undangan banyak pergi karena merasa jijik lama-lama diruangan itu


Rio dan Prince turun untuk menghampiri Intan sedangkan Gema diam mematung dengan tatapan penuh kebencian pada Rio


"Pasti memalukan sekali kan?"Tanya Rio pada Gema dengan wajah mengejeknya


Intan langsung memeluk Rio dia hanya diam melihat Gema dipermalukan diacara nya sendiri oleh Rio


"Baunya sama dengan bau ketidak mampuan"Ucap Rio lagi


Gema hanya diam dengan tatapan tajam pada Rio sambil mengepalkan tangannya


"Ayo kita pergi acaranya sudah selesai"Ucap Rio lalu mereka pergi meninggalkan Gema


Rio tersenyum puas melihat acara Gema hancur dia juga berhasil mempermalukan Gema didepan para tamu undangan nya


Didalam mobil Intan hanya diam dia seperti tidak terima sahabatnya dipermalukan oleh Rio


"Kamu marah aku lakukan itu ke Gema?"Tanya Rio tanpa menatap intan

__ADS_1


"Kenapa kamu lakukan ini Ay?"Tanya Intan


"Karena dia orang dibalik pengemboman ruangan ku kemarin"Ucap Rio


"Sebenarnya aku sudah sangat ikhlas membiarkan kamu datang ke acaranya tapi karena dia dalang dibalik itu semua rasanya aku ingin membalas nya"Ucap Rio


"Gak mungkin Gema lakukan itu Ay"Ucap Intan membela Gema


"Kamu gak percaya pada suamimu sendiri?aku gak akan pernah lakukan itu kalau gak dia duluan yang ganggu aku"Ucap Rio


"Aku benci istri ku membela penjahat apalagi yang dia jahati adalah aku sendiri"Ucap Rio dengan wajah serius tapi tidak menatap intan


Intan diam karena ucapan Rio tadi


"Penjahat itu datang dari orang baik"Ucap Rio


"Ay maafin aku karena bela dia tadi"Ucap Intan pelan


"Gak papa"Jawab Rio


"Aku bakal jaga jarak kok dari dia"Ucap Intan membuat Rio tersenyum mendengar ucapan intan dia menatap intan lalu memeluknya


"Aku bersyukur karena kamu cuma lakuin itu tadi kedia andai saja kamu robohin hotelnya mungkin itu akan jadi gempar"Ucap Intan


"Mungkin kejadian tadi juga akan gempar"Ucap Rio


"Karena kan juga terkenal sebagai sahabat kamu"Ucap Rio


Indra yang menyupirkan mobil Rio hanya diam sambil sesekali menatap spion kemesraan para bos nya sedangkan Prince pulang dengan


"Indra enak gak sepanjang acara dipeluk istriku?"Tanya Rio


"Eeenak maksudnya gimana tuan?"Tanya Indra berbalik bertanya


"Indra cuaca hari ini seperti akan dingin kamu harus pakai jaket yang ada dimarkas yah"Ucap Rio


"Hah?"Ucap Indra kaget bagiamana tidak kaget karena jaket itu di gantungani besi yang sangat berat bahkan Frans dihukum memakai itu baru 5 menit dia sudah pingsan karena sangkin beratnya


"Gak boleh Indra dan Frans hari ini akan ikut kita balapan"Ucap Intan


"Loh kok gitu?"Ucap Rio


"Ay kamu jangan hukum Indra karena aku yang peluk dia bukan dia peluk aku"Ucap Intan


"Aku gak hukum dia kok aku cuma kasih perhatian k dia"Ucap Rio


"Indra jaket seperti apa sih yang suami ku maksud?"Tanya Intan


"Jaket biasa nona"Jawab Indra terbata-bata


"Jangan bohong"Bentak Intan


"Ay dia udah bilang jaket biasa kan"Ucap Rio

__ADS_1


"Pasti bukan jaket biasa sampai ka Indra ketakutan gitu"Ucap Intan


"Kamu hukum ka Indra atau ka Frans aku ngambek sama kamu Ay"Ucap Intan Rio menatap tak percaya karena istrinya membela anak buahnya


__ADS_2