
"Mau gimana lagi kan?"Ucap Rio
"Pasrah amat jadi cowo"Ucap Intan
"Bilang sih enak tapi gua yang rasain sakit nya"Ucap Rio
"Cari yang lain emang gak bisa?"Ucap Intan
Rio langsung menatap intan tajam
"Dari tadi mulut benar-benar bikin gua panas"Ucap Rio dengan wajah serius nya
"Kaka kok marah?aku benar ka ngomong nya"Ucap Intan
"Gua sangat mencintai Alice sekarang kalau buat cari yang baru gua gak bakal bisa"Ucap Rio dengan tegas
Intan diam sambil menatap wajah Rio lalu dia mengangguk kepalanya
Tapi ponselnya berdering yang menelpon adalah Gema
"Hallo ntan lagi apa?"Ucap Gema
"Lagi diluar emang kenapa?"Ucap Intan
"Sama siapa? kemana?"Ucap Gema
"Sama ka Rio kalau tempat nya aku gak tau sih"Ucap Intan
"Ohhh"Ucap Gema dengan nada tak semangat
"Kapan kirim fotonya aku tungguin dari tadi"Ucap Gema
"Ah Iyah aku lupa oke oke langsung ku kirim yah"Ucap Intan
Dan dia mengirim fotonya tadi ke Gema
Rio langsung merebut ponselnya intan dia bahkan mematikan telpon intan dengan Gema
"Kaka apaan sih?"Ucap Intan dengan marah
"Gua ngomong sama lu,lu malah teleponan"Ucap Rio
"Emang kenapa?apa hak Kaka ngelarang aku sih?"Ucap Intan
"Kembalikan ponselku ku ka"Ucap Intan sambil ingin merebut ponsel nya tapi Rio tak mau mengembalikan nya
Sampai intan terjatuh ke pelukan Rio mata mereka bertemu
"Gua kerjain"Batin Rio
Rio mendekat kan wajahnya ke wajah intan dan anehnya intan tak menolak sampai wajah mereka sangat dekat lalu Rio tertawa sambil mendorong kepala intan
"Cie ngerasain"Ucap Rio
Wajah intan memerah karena malu
"Ih jahil banget"Ucap Intan
"Cepat kembaliin ponsel aku ka Rio"Ucap Intan
"Gak bisa"Ucap Rio dia menjunjung tinggi ponsel intan sampai intan tak bisa menggapainya
__ADS_1
Intan ngambek dia menghentakkan kakinya ke tanah
"Lu bertingkah kaya anak kecil gua buang ponsel lu"Ucap Rio
"Jangan Ka itu ponsel utama ku"Ucap Intan
Tiba-tiba saja hujan turun dengan derasnya mereka langsung berlari menuju mobil tapi ketika turun tangga kaki intan tergelincir dan dia terjatuh sampai terseleo
Intan tak bisa berjalan s karena kakinya sakit Rio jadi panik dan langsung menggendong nya menuju mobil
Mereka sama-sama basah tapi intan terus meringis kesakitan
Rio diam dia bingung ingin berbuat apa
"Kita pulang ka ngapain malah bengong kaya orang bego sih?"Ucap Intan
"Lu ngakatain gua bego? brengsek!"Ucap Rio dan dia benar-benar marah pada intan
Tapi dia tidak tega melihat intan meringis dia menahan emosinya lalu melajukan mobilnya
Rio membawa intan ke mansion nya pribadi karena jarak nya lebih dekat
Rio menggendong intan lagi masuk kedalam membawanya kekamarnya
Intan terus meringis kesakitan tapi Rio bingung ingin berbuat apa sekarang
Rio mengambil baju miliknya yang ada dilemari nya
"Lu ganti baju aja dulu tapi gua gak punya baju cewe disini jadi pakai kemeja gua aja gak papa kan?"Ucap Rio
"Tapi Kaka keluar aku mau ganti baju"Ucap Intan
"Oke"Ucap Rio dan dia buru-buru pergi keluar kamar
Rio diam sejenak melihat intan yang sangat cantik menurutnya mengenakan baju kemeja milik nya bahkan terkesan seksi tapi Rio langsung sadar dan membuang jauh-jauh pikiran buruknya
"Sini biar gua urut"Ucap Rio
Rio mengambil aromaterapi yang bisa menghangatkan lalu dia mengoleskannya ke kaki intan memijatnya lembut
"Kalau sakit bilang"Ucap Rio
Rio memijat kaki intan tapi syukurnya intan tak mengaduh kesakitan karena Rio benar-benar pelan sekali mengurut kaki intan
Rio memberikan obat penahan sakit pada intan
"Minum ini semoga aja besok kamu mendiangan"Ucap Rio
Intan menganggukan kepalanya dan dia meminum obat itu
Setelah beberapa menit meminum obat itu kantuk intan datang dia langsung menyelimuti dirinya lalu tidur
"Hah kok langsung tidur?seampuh itu?"Ucap Rio dia melihat kemasan obat yang dia berikan pada intan ternyata itu bukan obat penahan sakit tapi obat tidur
"Astaga"Ucap Rio sambil menepuk jidatnya
"Tapi gak papa lah dia udah tidur artinya besok dia bakal baik-baik aja"Ucap Rio menenangkan diri nya
Rio membereskan bekas-bekas nya tadi tapi ponsel intan berdering tanda pesan masuk yang mengirim pesan adalah Gema
"Udah tidur?"Tulis Gema tapi Rio hanya membaca pesannya
__ADS_1
Rio mengirim pesan pada Prince jika intan menginap di mansion dan Prince mengiyakan
Ponsel Rio berdering telepon dari Alice
Tanpa pikir panjang Rio langsung mengangkat nya
"Halo"Ucap Alice
"Ya Hallo"Ucap Rio
"Rio aku butuh uang sekarang aku pakai uang kamu lagi yah"Ucap Alice
"Yah pakai aja semau kamu"Ucap Rio
"Oke makasih"Ucap Alice
"Kamu lagi apa?"Ucap Rio
"Aku ngantuk nih mau tidur"Ucap Alice dengan manja
"Yaudah kamu tidur aja yah"Ucap Rio
"Iyah byeee"Ucap Alice dan dia mematikan ponselnya
Rio tersenyum setelah mendengar suara Alice
"Entah kenapa setelah dengar suara kamu,marah aku jadi hilang sayang"Ucap Rio
Tapi kejadian dimana dia melihat Alice tidur dengan Luis kembali tertayang di kepalanya
Senyumnya hilang hanya ada rasa marah sekarang dihatinya
Rio terduduk dilantai tapi bersandar dikasur tempat intan tidur
"Kenapa gua bodoh banget sih hah?"Ucap Rio
"Jelas-jelas dia khianatin lu Rio tapi kenapa lu malah masih bisa berbicara lembut ke dia?"Ucap Rio
Rio membuka lemari disamping tempat tidurnya disana diisinya ada wine mahal milik nya yang dia beli seminggu lalu
Dulu Rio tak pernah minum tapi setelah tinggal di Australia dia jadi peminum alkohol akut
Rio langsung minum dari botol nya dia menghabiskan 1 botol setengah wine dia sudah mabuk sekarang
Ucapannya melantur macam-macam tapi yang jelas dia ucapan hanya Alice
Rio berdiri dia naik keatas tempat tidur dia sudah lupa jika ada intan yang sedang tidur di kasur nya
Dia menatap intan yang tertidur pulas tapi dia tersenyum karena dia melihat Alice bukan intan
Rio membuka selimut yang menutupi tubuh intan
Karena intan memakai kemeja jadi kelihatan lah paha mulus intan
Rio mengelus nya sambil tersenyum
Bukan itu saja Rio menikmati bibir intan tapi intan tak bangun karena dia sudah minum obat tidur
Rio membuka baju intan dan dalaman Ingan berwarna hitam dia mencium-cium leher intan sambil meninggal kan bekas
Adik Rio sudah berdiri dibalik celananya tangan Rio sudah menggerayangi tubuh intan
__ADS_1
"Alice aku merindukan mu"Ucap Rio