
Malam berganti pagi dan Nuna membuka matanya tubuhnya terasa berat dan ketika dia menatap kesamping ternyata Cio yang memeluknya dengan erat
Nuna ingin menjauhkan tangannya Cio dari perutnya dia juga mendorong tubuh Cio tapi tidak bisa
"Berci...."Panggil Nuna yang terpaksa membangun kan Cio
"Berci.."Panggil Nuna sambil menepuk-nepuk pipi Cio dengan pelan
Cio membuka matanya dan senyuman manis nya langsung keluar dari bibir tipisnya
"Sudah pagi"Ujar Cio dan bukannya bangun tapi malah semakin memeluk Nuna dengan erat dan menyembunyikan wajahnya di bahu Nuna
"Aku masih mengantuk Nuna"Jawab Cio dengan suara serak khas bangun tidur
"Tapi lepasin aku,aku mau ke toilet"Ucap Nuna tapi Cio menggelengkan kepalanya
"Gak boleh!"Kalau aku lepasin kamu nya nanti ngantuk aku hilang"Ucap Cio
"Berciooooo"Panggil Nuna
"Iyah"Jawab Cio dengan nada manja
"Aku mau ke toilet"Ujar Nuna mulai kesal
Cio tidak menjawab tapi Nuna merasa jika Cio sedang mencium-ciumi lehernya
"Kamu jangan macam-macam Berci!"Tegur Nuna
"Macam-macam sama istri sendiri?"Tanya Cio dan Cio menghentikan aktivitasnya
"Berci?"Panggil Nuna
"Hmm?"Jawab Cio sambil menatap wajah Nuna dengan tatapan hangatnya
"Kamu masih takut ke gelapkan?"Tanya Nuna
"Sangat!"Jawab Cio
"Apa sebabnya kamu jadi takut kegelapan?kalau gak salah kamu dulu gak pernah cerita"Tanya Nuna lagi
"Kenapa kamu tanya?apa kamu sudah perduli dengan ku?"Tanya Cio
"Aku tidak akan pernah bercerita kalau kamu hanya pura-pura peduli dengan ku"Tambah Cio lagi
Nuna menatap Cio yang ada di sampingnya dan dengan beraninya Cio mengecup bibir Nuna sekilas dan dia tersenyum
"Mau lagi?"Tanya Cio dan ingin mencium bibir Nuna lagi tapi Nuna menutup bibir Cio
"Kamu pacaran dengan Jordi pernah ngapain aja?"Tanya Cio membuat Nuna tertegun
"Pernah cium-ciuman?"Tanya Cio
__ADS_1
"Kayanya pernah sih,gak mungkin kan kalau pacaran di umur kalian gak pernah ngapa-ngapain"Sambung Cio lagi
"Jaga ucapan kamu Bercio!"Tegur Nuna dengan nada meninggi
"Aku gak pernah ngapa-ngapain sama dia,karena dia memang sangat menjaga aku"Ucap Nuna
"Baguslah dia jagain istriku"Jawab Cio sambil tersenyum dan mencium pipi Nuna
"Love you"Bisik Cio ditelinga Nuna membuat Nuna langsung menatapnya dengan melotot
"Jawab Nuna, walaupun hanya berpura-pura tapi setidaknya aku senang"Ucap Cio lagi
"Mee too!"Jawab Nuna pelan dan itu membuat Cio tertawa kecil karena dia sangat bahagia
"Nuna kamu gak senang ketemu aku lagi?"Tanya Cio tapi matanya menatap langit-langit kamarnya
"Andai sikap kamu masih semanis dulu mungkin aku akan senang karena aku ngerasa adik ku yang hilang ketemu lagi"Jawab Nuna dan Cio menghela nafasnya karena Nuna lagi-lagi menyebut nya adik
"Aku masih ingat pipi kamu yang chubby dan badan kamu yang lumayan gemuk dulu itu kan"Ucap Nuna
"Kamu mau ketemu Bercio yang gemuk dulu lagi?"Tanya Cio dengan senyuman tersirat nya
"Emang bisa?kamu punya mesin waktu?"Tanya Nuna dengan penasaran
"Kita bikin aja,malahan kayanya Cio juniornya akan lebih menggemaskan dari pabrik nya"Jawab Cio membuat Nuna hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku suami kecilnya
Nuna merasa jika area V nya merasa aneh dan tanpa bicara apapun pada Cio dia langsung masuk kedalam kamar mandi untuk memeriksanya
Cio tentu khawatir pada Nuna dan menunggunya didepan pintu kamar mandi
"Kamu ada pembalut gak?"Tanya Nuna pada Cio
"Kok cuma kepala yang muncul?kamu lagi telanjang?"Tanya Cio membuat Nuna ingin memukul Cio
"Aku masuk boleh?"Tanya Cio lagi dengan senyum nakalnya
"Apaan sih"Ucap Nuna
"Kamu ada pembalut gak Arbecio?"Tanya Nuna lagi
"Pembalut?kamu menstruasi?"Tanya Cio
"Iyah!aku lupa kalau hari ini udah tanggal aku nya aku menstruasi"Jawab Nuna
"Dia mau kemana?"Tanya Nuna sambil menatap Cio
"Aku gak punya pembalut Nuna"Jawab Cio tapi Cio tiba-tiba berlari entah kemana dan tidak lama kemudian Cio datang dia pun menggendor-gendor pintu kamar mandi yang Nuna gunakan
Nuna mengeluarkan kepalanya lagi
"Nih!"Cio menyerahkan pembalut besar pada Nuna
__ADS_1
"Dapat dari mana?"Tanya Nuna kaget
"Aku baru ingat kalau aku pernah beliin pembalut ini buat Serena dan ada dikamarnya disebelah"Jawab Cio membuat Nuna tersenyum melihat Cio dia pun masuk kamar mandi lagi untuk memasang itu
5 kemudian Nuna keluar dengan wajah masam menatap Cio
Cio yang tadinya duduk disisi ranjang langsung mendekati Nuna dan berdiri didepan nya
"Kenapa?"Tanya Cio dengan lembut sambil mengelus pipi Nuna dengan jempolnya
Nuna menepis tangan Cio dengan kasarnya tapi Cio tidak marah karena dia tau jika wanita sedang menstruasi pasti mood nya tidak stabil
"Mau jalan-jalan?"Tanya Cio lembut karena seperti itu juga dia biasanya pada Serena yang sedang menstruasi
"Jalan-jalan? terakhir kita jalan-jalan apa terjadi?kita berantem besar"Jawab Nuna
"Ya sudah kalau gitu kita sarapan yah"Ajak Cio pada Nuna dan Nuna hanya diam
"Dia marah-marah kok gua jadi takut"Batin Cio
Mereka berjalan beriringan menuju ruang makan dan ketika sampai Cio akan menyiapkan kursi untuk Nuna duduk sedangkan dia duduk disampingnya Nuna seperti biasanya
Nuna mengambil makanan ke piringnya begitupun dengan Cio
Cio mengambilkannya daging dan meletakkan ke piring Nuna
"Banyakin makan daging Nuna biar gak kurang darah nantinya,nanti pusing juga terus kunang-kunang kan?"Nasehat Cio
"Dan marah-marah juga butuh energi"Sambung Cio lagi
Entah Nuna yang memang kelaparan dia makan dengan lahap membuat Cio tersenyum melihatnya
"Makan pelan-pelan Nuna,gak akan ada yang rebut makanan kamu kok"Tegur Cio sambil tertawa kecil
Nuna tidak memperdulikan ucapan Cio dan dia tetap makan dengan lahapnya bahkan dia mengambil daging lagi dan ayam
Cio sudah selesai makan karena dia yang terbiasa makan sedikit jika pagi,jadi dia menatap Nuna yang sedang makan
"Kita berangkat ke honeymoon nya nanti sore,jadi kamu istirahat aja dulu"Ucap Cio
"Aku lagi menstruasi ngapain honeymoon?enakkan dirumah kan?"Jawab Nuna membuat Cio mengerucutkan alisnya mendengar jawaban Nuna barusan
"Maksud kamu apa?kita honeymoon kan cuma mau liburan gak ngapa-ngapain?emang kamu beneran mau honeymoon!"Tanya Cio yang keheranan
Nuna yang ingin menyuap makanan langsung terhenti karena dia juga baru paham ucapannya barusan
"Kamu beneran mau honeymoon sama aku?"Tanya Cio lagi pada Nuna
"Jangan aneh-aneh deh"Ucap Nuna
"Kalau gitu kita tunda aja liburan nya sampai selesai Nuna"Ucap Cio lagi
__ADS_1
"Kamu apaan sih?"Ucap Nuna tapi Cio hanya tersenyum-senyum sendiri saja
"Kelihatan kok pipi kamu merah Nuna"Cio membatin