
Intan sampai ditoko buah dia membeli beberapa macam jenis buah yang paling banyak dia beli adalah stroberi setelahnya dia pergi lagi menuju rumah sewaan intan dulu
Mereka sampai intan turun didepan rumah sewaan intan ada anak remaja bahkan bapak-bapak yang sedang duduk mengopi diwarung yang ada disana
Mereka menatap intan tanpa berkedip karena intan memang sangat cantik dan menawan tapi Indra dan Frans berdiri didepan intan dengan wajah tanpa ekspresi bahkan bersikap gagah
"Ayok masuk"Ajak intan dan intan berpegangan pada tangan Indra dan Frans sambil menundukkan kepalanya
Dia naik kelantai atas kamarnya dulu tapi sebelum nya dia terlebih dahulu menuju ibu kos pemilik rumah sewaan itu
Tapi dilantai dua menuju rumah ibu kos dia sudah bertemu dengan ibu kos tapi ibu kos seperti tidak mengenali intan bahkan dia terdiam sambil menatap intan yang sangat cantik bahkan sangat bersinar
Intan tersenyum pada ibu kos yang sedang duduk bersama penghuni sewaan rumah
"Ibuuu"Sapa intan ramah seperti biasanya tapi ibu kos hanya diam menatap intan
Intan ingin ikut duduk dengan lainnya tapi ditahan olah Indra dan Frans
"Jangan nona"Larang Indra dan intan menurut tapi malah ibu kos dan yang lainnya berdiri didepan intan
"Kamu siapa?tapi muka kamu kaya gak asing"Ucap Ibu kos
"Aku intan Bu masa gak kenal?"Ucap Intan dengan wajah cantiknya
"Intan?gak mungkin si intan dekil gak kaya kamu"Jawab ibu kos dan yang lain menganggukan kepalanya mengiyakan ucapan ibu kos
"Jaga ucapan anda pada nona kami"Ucap Frans tegas pada ibu kos tapi intan buru-buru menatap Frans
"Aku intan Bu"Ucap Intan lagi
"Aku intan yang pernah sewa rumah disini"Ucap Intan lagi
"Kamu intan si model itu kan?bahkan kamu istri dari Rio Wijaksono kan?"Tanya teman ibu kos
"Dia model?"Tanya Ibu kos yang masih belum percaya pada intan yang ada dihadapannya
"Ibu aku mau ngomong sebentar boleh?"Tanya Intan
"Mau ngomong apa ?"Tanya Ibu kos ramah pada intan beda dengan dulu yang selalu judes pada intan
__ADS_1
"Aku mau berdua aja boleh?"Tanya Intan
"Sangat boleh"Ucap Ibu kos lalu dia menggandeng tangan intan lalu pergi menuju rumahnya yang ada dia lantai atas Indra dan Frans tentu mengikuti langkah Ingan
Mereka sampai dirumah ibu kos yang lebih bagus dari rumah sewaan yang lainnya bahkan ruangnya juga luas dia mempersilahkan intan duduk dengan ramah
"Kamu apa kabar ntan?udah satu bulan gak pernah liat sampai kamu kayagini benar-benar sangat cantik"Puji ibu kos
"Aku baik kok Bu tapi aku langsung aja yah soalnya aku gak bisa lama-lama kasihan anak-anak ku dirumah"Ucap Intan membuat ibu kos terkejut mendengar intan sudah punya anak
"Kami punya anak?"Tanya ibu kos
"Nanti aja yah Bu bahas itu aku mau bahas hal yang lebih penting"Jawab intan ramah
"Ibu selama aku tinggal disini,apa ibu tau siapa orang yang sering datang berkunjung ke rumah sewaan ku?"Tanya Intan
"Loh kok tanya saya?kan kamu yang sering dia kunjungi malah tanya ibu"Jawab ibu kos
"Jawab saja pertanyaan nona kami"Ucap Indra ketus
"Kamu emang gak ingat ntan kalau si Tio kan yang biasanya datang bahkan dia kemarin juga datang sebelum dia tau kamu pergi"Ucap Ibu kos
Intan diam sejenak dia berpikir berusaha mengingat sesuatu yang pernah dia lakukan sebelumnya
"Tio?"Tanya Intan sambil mengerucutkan alisnya
Ponsel intan berdering yang menelpon adalah Rio bahkan Rio memvideo call intan membuat intan panik begitupun dengan Indra dan Frans
"Nona kalau tuan tau nona pergi tanpa sepengetahuan dia bisa-bisa kami yang jadi tumbal,lebih baik kita pulang saja yuk sebelum terlambat biar ini nanti kami yang akan cari tahu"Ucap Indra sambil memeluk tangan Frans
Intan menganggukan kepalanya lalu dia berdiri dia juga berpamitan dengan sopan pada ibu kos tempat tinggal dulu
Ponsel intan tidak berhenti berdering dan itu semua telponnya Rio ketika dia masuk mobil dia langsung mengangkat telpon Rio
Rio langsung muncul dilayar ponselnya intan dengan wajah manyun karena telponnya lambat dia angkat oleh intan
"Kenapa Ay?"Tanya Intan lembut dia juga tersenyum manis pada suaminya
"Kangen Ay"Rengek Rio sambil meletakkan kepalanya dimeja kerjanya
__ADS_1
"Pulang aja nanti aku peluk terus aku cium mau?"Tanya Intan membuat Rio menggelengkan kepalanya tapi bibirnya tetap maju
"Aku masih ada meeting kalau aku pulang nanti Prince ngamuk Ay"Jawab Rio nada sedih
"Mau aku samperin ke sana?nanti aku bawa anak-anak sekalian"Tanya Intan
"Jangan Ay nanti kamu susah"Jawab Rio masih dengan raut wajah sedihnya
"Ayang jangan gitu dong"Ucap Intan
"Nanti kalau pulang aku bakal sambut kamu dan aku pastikan anak-anak kita udah tidur jadi kita bisa mesraan kan?"Ucap Intan membuat Rio langsung tersenyum
"Kerjanya yang semangat yah,kalau jam makan siang bisa pulang nanti aku masakin sesuatu buat kamu"Ucap Intan
"Kamu masak?"Tanya Rio dia tau jika intan tidak bisa memasak bahkan intan hanya bisa merebut air, merebus mie instan dan memasak telur
"Iyah"Jawab Rio agar intan tidak kecewa padanya
"Aku nanti pulang gak janji yah soalnya kerjaan aku juga lumayan banyak,jadi kamu gak perlu masak deh"Ucap Rio lagi dan intan menganggukan kepalanya
"Kamu lagi dimobil?dari mana?"Tanya Rio yang baru sadar jika intan ada didalam mobil
"Mati kita"Ucap Indra pelan sedangkan Frans merasa tubuhnya lemas
"Maaf yah gak kasih kabar ke kamu Ay,aku tadi ke tempat kontrakan ku dulu ,aku penasaran siapa orang yang selalu datang buat kasih aku makanan dan aku udah tau siapa dia Tio kamu tau siapa?"Tanya Intan
"Tio?"Tanya Rio sambil mengerucutkan alisnya
"Iyah Tio Ay"Jawab Intan Rio diam sambil menatap intan
"Ay aku minta maaf yah udah pergi gak bilang-bilang"Ucap Intan lagi
"Iyah gak papa asal kamu selamat dan sehat Ay tapi jangan diulangi lagi yah"Jawab Rio lembut
"Aku matiin dulu yah Ay"Ucap Rio intan menganggukan kepalanya lalu sambungan mereka
Suasana mobil menjadi hening apalagi Indra dan Frans sekarang memikirkan bagaimana keadaan mereka setelahnya setelah Rio tau jika mereka membawa intan pergi
"Kalian kenapa?"Tanya Intan santai
__ADS_1
"Gak papa jangan takut kalau suamiku marah-marah nanti aku bakal bela kalian"Ucap Intan
Tapi Indra dan Frans masih merasa lemas takut karena bagaimanapun Rio sangat seram jika marah apalagi tentang istri dan anak-anak nya