
Didalam mobil intan histeris bahkan dia tidak mau disentuh Rio tapi Rio tetap berusaha menenangkan istrinya dengan kesabaran yang dia miliki sampai intan mau dipeluk oleh nya
"Ayyyy"Panggil Rio sambil terus memeluk intan
"Aku pasti akan mati!ampuni aku"Pinta intan dengan suara penuh permohonan karena seperti itulah ketika dia meminta diampuni oleh orang-orang yang menyiksanya
Intan lalu mendorong dada Rio dengan kuatnya wajah intan sangat pucat penuh dengan air mata kejadian dimana dia siksa benar-benar bergentayangan dikepala nya
"Ay aku suami kamu aku akan terus ada buat kamu"Ucap Rio lembut lalu intan menatap Rio tapi dia masih ketakutan
"Lepaskan Gema Ay"Suruh Intan membuat Rio terdiam
"Apa maksudnya?"Tanya Rio yang kebingungan
"Mereka mau kamu lepasin Gema makanya mereka buat aku kayagitu bahkan hampir 1 Minggu itu tiada hari tanpa penyiksaan"Ucap Intan lalu dia kembali menangis
"Mereka mau aku lepasin Gema?oke"Jawab Rio
"Kamu jangan takut lagi ya Ay aku bakal jaga kamu dari mereka"Ucap Rio
"Aku akan balas mereka liat aja"Ucap Rio
Karena cerita Tio tadi ingatan intan pulih semuanya tapi dia belum tau siapa yang sudah melakukan itu padanya
"Kita pulang yah"Ucap Rio dan intan menganggukan kepalanya lalu mereka pergi menuju mansion Rio
Intan sampai dimansion mereka tapi wajah intan masih pucat bahkan tatapannya kosong tapi Rio mencium pipi intan dan dia menatap Rio
"Kamu ada dunia ku dan anak-anak kita kalau kamu sedih maka kami akan ikut sedih Ay"Ucap Rio
"Aku bersalah karena sudah membiarkan kamu disiksa oleh mereka dan aku akan tangkap mereka secepatnya Ay"Ucap Rio dan intan memeluk leher Rio
"Mereka selalu siksa aku sampai pingsan Ay bahkan mereka gak pernah merasa kasihan dengan ku tapi mereka cuma ingin kamu lepasin Gema maka mereka akan berhenti ganggu kita"Ucap Intan
"Kamu tenangin diri kamu yah aku yang bakal urus itu semuanya nanti"Ucap Rio
Intan seperti tidak mau melepaskan pelukan karena pelukan Rio sangat nyaman tapi Rio juga membalas pelukan intan
"Mereka berapa orang Ay?"Tanya Rio lagi
__ADS_1
"12 orang Ay tapi yang siksa aku cuma 2 orang dia sering memukul kepala ku sampai pingsan mungkin karena itu aku hilang ingatan"Ucap Intan
"Jari-jari ku semuanya patah waktu itu sakitnya benar-benar sakit Ay aku cuma panggil nama kamu tapi kamu gak pernah datang buat aku berpikir aku pasti mati"Ucap Intan dan Rio meneteskan air matanya mendengar cerita intan matanya sangat tajam lalu Rio mempererat pelukannya sambil mencium bahu intan
"Lihat pembalasanku"Batin Rio
"Sekarang dirumah aja yah jangan kemana-mana lagi kalau kamu mau kemana-mana biar sama aku aja"Ucap Rio
"Iyah"Ucap Intan pelan
"Istri pintar"Puji Rio lalu Rio membawa intan keluar mobil dan masuk menuju mansion nya
Ketika dia masuk kamar ternyata sudah ada Cio dan Serena karena baru saja dia antar oleh Oma dan Opah karena Rio yang menyuruh nya
Intan turun dan gendongan Rio lalu dia berlari menghambur pelukan ke anak-anak nya sedangkan Rio keluarnya dia menelpon Prince menyuruhnya datang ke mansionnya sekarang juga
Rio masuk lagi dia melihat intan sedang duduk dengan kedua anaknya dipangkuannya lalu Rio mendekati nya dia duduk disisi ranjang sambil tersenyum
"Ingatan sudah pulih semuanya Ay dan aku terima Serena walaupun Alice sangat jahat dengan kita tapi dia tidak tau apa-apa dan kamu akan jadi anak ku"Ucap Intan lalu dia mencium kepala kedua anaknya
"Benarkah ingatan kamu sudah pulih?"Tanya Rio senang
"Dia mengangguk kepalanya dan Rio naik ranjang dan ikut memeluk keluarga kecilnya
"Keluarga kita sekarang sudah lengkap Cio,Serena karena Mommy kalian sudah kembali seperti dulu"Ucap Rio intan menatap Rio lalu dia mencium bibir Rio sekilas membuat Rio tertawa kecil
"Love you Ayang ku"Ucap Intan membuat Rio tersenyum salting bahkan Rio menundukkan kepalanya
"Kamu masih seperti dulu Ay?kalau aku senyumin pasti salting sendiri"Ucap Intan lalu intan kembali mencium-cium pipi Rio
Rio menatap Intan dia berusaha tidak salting tapi intan kembali senyum membuat Rio tertawa kecil melihat nya
"Aku kangen kamu ngambek Ay"Ucap Intan
"Kangen aku ngambek? hampir gak pernah ngambek lagi karena kamu yang bikin aku ngambek gak ada"Ucap Rio
"Tapi aku sekarang sudah kembali jadi Nyonya Rio"Ucap Intan membuat Rio tersenyum sambil menatap bibir intan
"Jangan ditatap aja kalau mau cium ya cium aja"Pancing Intan
__ADS_1
"Ada anak-anak Ay"Ucap Rio
"Nanti malam"Ajak intan membuat Rio langsung tertawa sifat intan sudah kembali seperti dulu
"Kamu sudah gak sedih lagi?"Tanya Rio karena intan seperti sudah melupakan kejadian yang sangat membuatnya trauma itu
"Kamu lupa siapa aku?aku bukan orang lebay bakal berlarut-larut dalam kesedihan apalagi aku punya penyematan seperti kalian"Ucap Intan
"Pokoknya jangan tinggalin aku sendirian yah"Pinta intan dan Rio menganggukan kepalanya lalu dia menyandarkan kepalanya di bahu intan
Cio dan Serena malah melompat-lompat membuat intan terkejut bahkan Serena hampir terlepas dari tangan intan tapi Rio dengan sigap menarik baju Serena jadi dia tidak tadi jatuh
"Aktif banget sih"Ucap Rio dan dia menyentil hidung Serena
"Diiiiii"Ucap Serena sampai gusi nya terlihat membuat Rio tertawa karena Serena memanggilnya
"Apa tadi?"Tanya Rio lalu dia berdiri sambil mengangkat Serena keudara tapi Serena malah tertawa
"Ay kamu dengarkan kalau Serena tadi panggil aku?"Tanya Rio yang sangat bangga dipanggil Serena
"Putri Daddy sudah bisa ngomong"Ucap Rio lagi
"Ay apa kamu juga sesenang itu pas Cio bisa ucapin nama kamu?"Tanya Intan
"Jelas Ay bahkan aku sampai terjatuh ke toilet karena sangkin senangnya waktu itu"Ucap Rio
"Segitunya?"Tanya Intan
"Aku senang banget Ay,apalagi aku yang rawat dia mulai dari bayi tanpa sentuhan siapapun"Ucap Rio
"Didiiiiii"Teriak Cio
"Cio adik kamu bisa panggil Didi sekarang,kalian cepat gede yah biar Didi dan Omy dapat cucu nanti dari kalian"Ucap Rio
"Kamu jodohin mereka?"Tanya Intan
"Gak kok maksudnya dengan pasangannya masing-masing nanti"Ucap Rio
"Oh gitu aku kira kamu bakal jodohin mereka"Ucap Intan
__ADS_1
Rio menari-nari sambil menggendong Serena sedangkan Serena hanya tertawa digendongan Rio
"Cio liat kelakuan Daddy kamu,jangan ditiru yah itu sangat berbahaya bagi kesehatan"Ucap Intan dan intan tertawa kecil sambil menangkup wajah Cio yang bulat