Riontan

Riontan
Episode 217


__ADS_3

Cio sampai di markas besar keluarga nya disana sudah ada King menunggunya


Cio melihat Juan yang terduduk dilantai dengan tangan diikat pun tersenyum miring,Mereka sudah membawa dia dari negara K ke sini lalu King menendang perut Juan dengan Kuat ketika dia ingin menendangya lagi Cio menghentikan nya


"Lepaskan saya! dan kembalikan Nuna! " Teriak Juan sambil berontak berharap bisa lepas dari ikatan


Cio mengambil pistolnya lalu menembak paha nya Juan membuat berteriak histeris karena tembakan Cio


Cio berjongkok menatap datar Juan sambil terus memegangi pistolnya


"3 hari lu culik nuna dan lu ancam bahkan sakiti dia! gua pastikan kematian lu gak akan mudah" Ujar Cio dengan serius


"Nuna milik gua! karena dia terus menolak gua makanya gua lakukan itu" Jawab Juan membela diri


"Gua gak butuh pembelaan lu! yang gua mau kematian lu" Ujar Cio


Cio kembali mengarahkan pistolnya kearah Juan membuat tubuhnya ber gemetar hebat sambil menatap pistolnya Cio


DOR!!!


Cio menembak mata sebelah kanannya Juan, dia kembali berteriak dengan kuat


Cio menembak kan wajah Juan dengan brutal sampai wajahnya tidak dikenali lagi, Juan tewas dengan tembakkan semuanya di wajahnya


Cio berdiri dan menyimpan pistolnya di jaket nya, wajahnya dan bajunya terkena cipratan darah dari Juan


"Kenapa langsung lu habisi? " Tanya King


"Gua muak liat dia! " Jawab Cio lalu dia pergi begitu saja meninggal kan King


Disisi Nuna


Hellen sedang mengobati Nuna dengan obat-obatan yang di ajarkan oleh almarhum Oma vania, orang pernah mengobati Gabriel


Sedangkan Serena dan Dania terus mengoceh mendebatkan apapun yang menurut mereka pantas di bicarakan


"Persaudaraan kalian sangat erat yah" Ujar Nuna sambil tersenyum


"Gimana gak erat sih? orang kami temenan sejak kecil ya jelaslah erat! " Jawab Serena


"Emang di ajarin harus dekat sama keluarga Nuna! soalnya orang diluar sana belum tentu baik ke kita sedangkan keluarga pasti baik" Tambah Dania dan Nuna tersenyum


"Tapi kaka juga sudah bagian kami kok, jadi kita bisa jalan-jalan bareng nanti" Ucap Serena


Nuna tiba-tiba meringis membuat Serena dan Dania khawatir sedangkan Hellen masih terus mengobati Nuna


"Tahan yah" Ujar Hellen dan Nuna mengangguk pelan


"Mungkin malam ini kamu gak bakal bisa tidur nyenyak soalnya obatnya bakal beraksi tapi mudahan aja dalam seminggu kamu sudah sembuh" Ucap Hellen


"Lama banget ka? kenapa gak 3 hari aja" Tanya Serena


"Sembuh itu butuh proses Serena" Jawab Hellen


"Ka Hellen kapan liburnya? " Tanya Serena


"Kapan aja aku bisa libur tapi kapan aja juga aku bisa ditelpon mendadak buat melayani pasien darurat" Jawab Hellen

__ADS_1


"Kalau ka Dania gak usah di tanya lagi yah! kan dia punya perusahaan jadi kapan aja bisa libur" Ujar Serena membuat nya geleng-geleng kepala


"Kamu bisa jalan kan? gimana kalau kita jalan-jalan sebentar" Ajak Dania pada Nuna


"Boleh ka!" Jawab Serena


"Aku tanya Nuna bukan kamu" Ujar Dania kesal


"Aku kan juga mau ikut" Ujar Serena


"Emangnya kamu bakal kami tinggal? " Ujar Hellen


"Kala! " Rengek Serena


"Udah belum Hellen obatin nya? " Tanya Dania


"Tinggal aku perban aja" Jawab Hellen lalu dia mengeluarkan perban untuk menutup belakang Nuna


Setelah selesai mereka memutuskan untuk pergi jalan-jalan di dekat mansion karena didekat situ ada sekolah Dasar yang didepannya banyak jajanan


Mereka hanya berjalan kaki karena memang jaraknya yang dekat tapi mereka berempat dijaga oleh bodyguard dengan ketat bahkan di payungi


Mereka berempat jadi perhatian orang-orang tapi karena seperti putri apalagi mereka juga cantik-cantik


"Mau beli apa? " Tanya Serena pada para kaka nya


"Nona lebih baik kalian jangan jajan seperti ini" Tegur bodyguard nya Dania


"Sesekali kayanya gak papa si" Jawab Dania


"Kalian aja yang beli aku gak! " Ucap Hellen karena Hellen seorang dokter dia sangat pemilihan untuk segi kesehatan nya


"Sama kamu aja! " Jawab Dania tapi baru Serena ingin memesan ada mobil Cio dengan King singgah


"Kaka ngapain disini? " Tanya King pada Hellen


"Ajak Nuna jalan-jalan! dia pasti bosan di mansion" Jawab Hellen


Cio turun dari mobil dia mengambil Nuna dari 3 perempuan itu


"Ka Nuna kenapa di ambil! " Ujar Serena sambil menahan tangan Nuna


"Dia masih belum sehat! ka Hellen kok bisa di bawa jalan-jalan sih? " Omel Cio


"Kita pulang Chagiii" Ajak Cio lalu dia membawa Nuna pergi


"Kalian ayo ikut pulang!" Ajak King


"Belum beli ka! " Jawab Serena


"Ayok pulang! " Ujar King lagi


Mereka pun masuk ke dalam mobil nya King sedangkan Cio dan Nuna sudah pergi


Didalam Mobil Cio mengelus-elus pahanya Nuna sambil fokus menyetir


"Kamu pergi gak nyampe 3 jam? " Tanya Nuna

__ADS_1


"Urusan ku sudah selesai" Jawab Cio lalu dia tersenyum


"Gimana suka dengan sepupuku? " Tanya Cio


"Suka! mereka baik dan perhatian terus lucu juga" Ujar Nuna


Nuna merasa tidak nyaman dengan duduk nya lalu dia membenarkan duduk membuat Cio menatap Nuna


"Kenapa? " Tanya Cio


"Sakit aja" Jawab Nuna lalu Cio meraih kepalanya Nuna dan menyandarkan nya di bahu Nya


"Masih sakit? " Tanya Cio lalu Nuna menggelengkan kepalanya


"Kita setelah ini di kamar aja yah! aku mau kerjain tugas-tugas kuliah ku " Ujar Cio


"Terus mereka gimana? " Tanya Nuna


"Biar King yang urus mereka" Ucap Cio dan Nuna angguk-angguk saja


Mereka sampai di mansion nya Cio membantu Nuna turun dari mobil


Cio tidak mengizinkan Nuna untuk berjalan jadinya dia menggendong Nuna seperti Monyet


"Chagiyaaa.. Chagiyaaa.. Chagiyaaa" Ucap Cio ditelinga Nuna sampai menuju kamar membuat Nuna tertawa kecil


Mereka sampai di kamar lalu Cio mendudukkan Nuna di ranjang, Cio ingin menuju kamar mandi tapi tangannya di tahan oleh Nuna


"Badan kamu bau anyir! mana ada bercak darah di baju kamu! kamu habis ngapain? " Tanya Nuna


"Menghabisi Juan! karena dia pantas mati karena sudah menyakiti kamu" Jawab Cio dengan serius


"Kamu bunuh Juan? " Tanya Nuna lalu dia mengangguk kan kepalanya


"Sudah yah aku mau ganti baju" Ujar Cio lalu Nuna melepaskan tangannya


"Wajah nya sangat manis tapi bagaimana bisa dia menghabiskan manusia tanpa beban sama sekali" Batin Nuna


"Apa dia pembunuh berdarah dingin" Sambung nya


Pintu kamar mereka terbuka yang masuk adalah Serena dengan 2 sepupunya membuat Nuna terkejut


"Nuna kami mau pamit! " Ujar Hellen


"Iyah soalnya ka Hellen ada telpon darurat dari rumah sakit sedangkan ka Dania ada meeting mendadak yang di buat ka Danial" Jelas Serena dengan bibir manyun nya


"Kalau kamu? " Tanya Nuna pada Serena


"Aku mau temenin Mommy ke pemotretan" Jawab Serena


"Kalian sibuk sekali yah" Ucap Nuna


"Sibuk kami cuma formalitas" Jawab Serena lalu mereka tertawa


"Oke kami pergi yah" Ujar Dania


"Hati-hati yah" Jawab Nuna mereka mengangguk lalu pergi

__ADS_1


Cio keluar dengan kaos oblong dan celana pendek, dia mengerucut kan alisnya karena mendengar suara ramai tadi


"Serena? " Tanya Cio dan Nuna mengangguk kan kepalanya lalu Cio berjalan menuju pintu dan mengunci nya


__ADS_2