
Didalam mobil Nuna kembali terdiam seperti awal tadi membuat Cio kembali gelisah di buatnya
"Nunaaaaaaa" Panggil Cio dengan lembut pada istrinya
Nuna hanya menoleh lalu menangis dan cio langsung panik dan menghentikan mobilnya
Cio melepaskan sabuk pengaman nya dan memasukkan Nuna kedalam pelukkannya dan Nuna semakin hebat menangis
"Kenapa Mamahnya Jordi ngomong sekasar itu ke aku Berci?" Tanya Nuna
"Mereka sangat membenci aku bahkan tatapan mereka benar-benar sangat jijik ke aku" Ujar Nuna lagi
"Maafin aku yah Nuna gara-gara aku kamu selalu nangis dan sedih" Ujar Cio
Nuna diam tidak menjawab ucapan Cio dan semakin menangis dipelukan Cio
"Kamu gak usah sedih lagi yah, kamu sudah punya keluarga yang baru, Mommy dan Daddy itu sayangnya sangat besar aku rasa kamu kehilangan Mamah Jordi tapi kamu dapat Mommy Intan dan Daddy ku" Ujar Cio lembut pada Nuna
"Kenapa kamu bisa sangat sedih seperti ini Nuna? padahal dia sudah selingkuhin kamu" Tanya Cio
"Ibu aku meninggal 1 tahun yang lalu dan dia yang sudah temeni aku selama aku berkabung Berci bahkan dia selalu ada" Jawab Nuna
"Tapi dia khianati kamu Nuna, Kamu sering tolak aku bahkan menjawab dengan lugas sikap ku tapi kamu gak bisa tolak dia? Dia memang selalu ada pas kamu butuh dia tapi ketika kamu gak ketemu dia,dia malah dengan cepat nya cari pengganti kamu" Ucap Cio
"Dia cuma melakukan kewajiban dia bukan menang tulus mencintai kamu" Sambung Cio lagi
"Jordi janji akan menikahi aku Berci" Jawab Nuna
"Dia hanya menghibur kamu Nuna bukan mengakatakan yang sebenarnya" Ucap Cio
"Aku mohon Berci hentikan menjelekkan Jordi" Suruh Nuna dan dia diam
"Apa hal yang bisa buat kamu berhenti memikirkan dia Nuna? " Tanya Cio lirih
"Aku menjalin hubungan 2 tahun dengannya bagaimana bisa aku melupakan dia begitu saja? " Jawab Nuna
"Seharusnya kamu yang sadar Berci dan lepaskan aku" Sambung Nuna
"Kamu di hatiku selama 14 tahun apa aku bisa melupakan kamu begitu saja? " Tanya Cio,Nuna mendorong tubuh Cio dan pelukan nya terlepas
"Kamu gak bisa buat aku luluh Berci" Jawab Nuna
__ADS_1
"Tapi aku bakal temenin kamu sampai kamu luluh" Ujar Cio
"Itu buat kamu cape aja" Ucap Nuna
"Aku gak akan cape sama sekali gak akan" Jawab Cio
"Apa yang bisa buat kamu cape dan berhenti lakukan hal konyol dan bodoh ini Berci? " Tanya Nuna
"Aku akan berhenti jika kamu sudah luluh dan membalas perasan ku" Jawab Cio
"Buang-buang waktu" Ucap Nuna ketus
"Gak ada yang terbuang sia-sia jika memperjuangkan kamu" Ucap Cio tersenyum seakan-akan dia tidak tersinggung oleh perkataan Nuna
"Aku ingin seperti dulu Berci! Aku ingin kembali seperti kehidupan ku semula yang sederhana setelah datangnya kamu semua nya berantakan" Ucap Nuna
Cio diam dan dia menatap jalan sambil bersandar di kursi mobil
"Mommy dan Daddy selalu bilang jika kehadiran ku adalah sebuah anugerah tapi kamu malah sebaliknya, 2 orang tua ku sangat bangga dengan ku tapi kamu aku berikan hati ku percuma tanpa perlu diminta dan berjuang tapi kamu bilang seperti itu" Ujar Cio dan dia menghela nafas dengan berat
"Mereka mencintai kamu tanpa syarat Berci" Ucap Nuna dan Cio menatapnya sambil tersenyum
"Apa kamu mencintai ku harus pakai syarat? " Tanya Cio tapi nuna diam tanpa persetujuan cio menyalakan lagi mobilnya menuju pulang
Mereka sampai di mansion dan Cio keluar mobil begitu saja tanpa menunggu Nuna apalagi membuka kan pintu mobil untuknya
Nuna keluar dari mobil dia melihat Cio sudah menaiki tangga sambil berlari kecil
Nuna mengikuti nya dan ketika sudah ada di lantai kamar mereka Nuna tidak menemukan Cio dan dia pun berjalan menuju kamar tapi lagi-lagi Cio tidak ada disana
Tapi dia tidak berniat mencari Cio tapi malah masuk kedalam kamar mandi dan tidak lama Nuna keluar tapi dia tidak menemukan Cio namun Nuna sama sekali tidak memperdulikan nya malah dia naik ke ranjang dan duduk sambil bersandar
Jam sudah hampir menunjuk pukul 10 malam tapi Cio sama sekali tidak muncul namun Nuna sama sekali tidak khawatir karena dia sedang melamun memikirkan Jordi
"Ini semua gara-gara Berci andai dia gak datang ke hidupan aku mungkin aja aku sama Jordi gak akan seperti ini" Batin Nuna
"Aku benci kamu Berci" Ujar Nuna lagi
Pagi datang
Nuna bangun dari tidurnya tapi dia hanya tidur selama 2 jam sisanya dia gunakan untuk mencaci Cio di dalam hatinya
__ADS_1
Lagi-lagi Nuna tidak menemukan Cio yang menghilang sejak menaiki tangga tadi malam
Nuna bangun dari tempat tidurnya dia berniat ingin kedapur tapi ketika berjalan menuruni tangga, dia mendengar suara 2 orang yang sedang tertawa dengan tanpa dosa nya tapi Nuna tetap melanjutkan langkahnya ternyata itu tawa dari Serena dan Cio
Nuna melihat itu hatinya kesal entah kenapa tapi Nuna hanya diam menatap keduanya
"Kaka ipar! " Sapa Serena sedangkan Cio hanya menoleh sebentar lalu kembali menatap Serena
"Kaka hari ini beneran mau nginap di mansion Mommy dan Daddy kan? " Tanya Serena sejak tadi dan cio dengan sabar selalu menjawabnya
"Iyah Serena" Jawab Cio
"Yes! " Ucap Serena
"Ka Nuna kesini dong ikut gabung" Ajak Serena pada Nuna tapi Nuna hanya diam sambil tersenyum canggung pada Serena
"Ka Nuna kenapa? kalian lagi berantem? " Tanya Serena
"Oh ya Serena kata kamu mau ngajakin kaka ke tempat aquarium ikan kan? kapan?" Tanya Cio sambil mengalihkan pembicaraan
"Kalau gak besok lusa deh tapi kenapa ajak aku? kenapa gak Ka Nuna? " Tanya Serena
"Dia gak suka ikan seperti kita, pasti dia cepat bosan nanti" Jawab Cio dan Serena hanya angguk-angguk kepala
Nuna berjalan menuju dapur untuk apa dia pun tidak tahu karena dia hanya ingin menghindari Cio dan Serena saja
"Kaka berantem kan? " Tanya Serena pada Cio
"Wajar kan dalam rumah tangga" Jawab Cio
"Apa ka Nuna selalu tolak kaka? atau dia malah seneng-seneng sama kekasih itu tapi kaka biarin? " Tanya Serena
"Ini urusan pribadi kaka, kamu gak usah ikut campur yah"Jawab Cio dan tersenyum tipis
" Kalau kaka gak bahagia jangan dipaksakan ka, Susah bersaing dengan orang yang sudah ada didalam hatinya"Nasehat Serena tapi Cio hanya diam tidak menjawab ucapan Serena
"Aku gak mau kaka sakit hati cuma karena cinta, Kaka itu bisa bahagia bahkan sangat bahagia, banyak kok cewe teman bisnis Daddy dan Om Prince yang suka sama kaka bahkan tergila-gila sama kaka" Ujar Serena lagi
"Kaka pasti bahagia" Jawab Cio dan dia tersenyum
"Kenapa jawab kaya gitu? " Tanya Serena dan Cio diam lagi membuat Serena mendengus kesal pada kaka nya itu
__ADS_1
"Apa sih yang dia cari? Sampai-sampai cowo sebaik ka Cio dia buat seperti ini? bahkan aku tau semua senyum ka Cio itu palsu" Batin Serena