
Intan benar-benar tidur sedangkan Rio hanya diam sambil menatap intan yang sudah lelap dalam mimpinya dan dia pun keluar untuk menemui Prince dan yang lainnya
Willy dan Prince sedang duduk disisi kolam renang dan Rio datang dia ikut duduk diantara prince dan Willy
"Kenapa lagi?"Tanya Prince
"Di tinggal tidur"Adu Rio dengan ekspresi sedih
"Ingat itu efek hamil dan dia juga hamil anak kamu"Ucap Willy
"Udah bosan om dengar nya"Ucap Rio
"Kesel ah Om"Ucap Rio lalu dia membuang mukanya
"Kalian dulu istri hamil gimana?"Tanya Rio
"Ngidamnya biasa aja sih"Jawab Prince
"Om juga"Ucap Willy
"Berarti anak aku nanti berbeda"Ucap Rio
"Eh Iyah kalian udah habisin Matthew yah?"Tanya Willy
"Aku mau incar Alice om aku gak bakal biarin Alice lahirin anak Matthew sama kaya dulu udah bunuh anak aku"Ucap Rio
"Tapi dimana yah Alice?"Tanya Prince
"Gua bakal terus cari dia gua gak bakal biarin dia lahirin anak itu"Ucap Rio
"Kamu mau bunuh anak yang berdosa Rio?"Tanya Willy
"Bukan cuma anaknya tapi dengan Alice nya juga"Jawab Rio
"Alice gugurin kandungan nya dulu itu ada hikmahnya,kalau dia lahirin anak kamu pasti kamu gak mungkin nikahin Intan kan?"Tanya Willy
"Tapi istrikuuuuuu om cuekin aku terus"Rengek Rio dikaki Willy
"Bahkan aku tanya aku mau jatuh ke jurang aja dia gak perduli"Ucap Rio
"Sabarrrr istri ngidam kaya gitu cuma 3 bulan nanti bisa ganti lagi ngidamnya"Ucap Willy
"Emang gitu?"Tanya Rio
"Iyah betul tuh tapi mudahan di bulan ke 4 nanti ngidam intan gak usir lu dari mansion"Ucap Prince
"Di hamil anak gua kan?kok bisa liat gua kaya jijik sama kesel gitu?itu anak gua gak sih"Tanya Rio bingung
"Kerja lu ngeluh aja Rio bosan juga gua dengarnya"Ucap Prince
__ADS_1
"Istri gua berbeda Prince"Rengek Rio
"Intan kan bontot wajar lah dia berbeda"Ucap Prince
Rio berdiri lalu dia pergi begitu saja tapi Prince tentu mengejar nya dan ketika dia ambang pintu Prince menahan Rio
"Lu mau kemana?"Tanya Prince
"Mau cari Alice sekalian mau luapin amarah gua Prince"Jawab Rio
"Gua ikut"Ucap Prince dan Rio mengiyakan lalu mereka pergi
Didalam mobil Rio membuat Prince dengan mematikan hidupkan AC terkadang membuka tutup jendela atau juga menghidupkan musik lalu mematikannya lagi
"Gua kaya bawa anak ABG jalan-jalan tau gak lu?"Ucap Prince
"Gua bingung mau ngapain"Jawab Rio santai
"Ayyyyyyyy"Panggil Rio lirih lalu menyandarkan tubuhnya dikursi mobil
"Tangan lu udah mendingan?"Tanya Prince
"Belum sih kalau kaki udah mendingan walaupun pincang masih"Jawab Rio
"Gua mau pulang aja lah mau liatin istri gua"Ucap Rio lagi
"Lu tadi kayanya mau pergi cari Alice kok bisa sekarang berubah pikirin hah?"Tanya Prince
"Mau gua bantu gak?"Tanya Prince
"Lu bantu gua kaya gak meyakinkan"Jawab Rio meremehkan Rio
"Kalau istri gua yang otakin yakin gak meyakinkan?"Tanya Prince
"Asal malam ini lu nginep di mansion gua"Ucap Prince lagi
Rio hanya mengangguk kepalanya sambil menatap wajah Prince
Mereka menuju pulang dan ketika sampai ternyata intan dan para kakanya sedang ada ditaman mansion Prince dengan para anak-anak mereka
Tiara mendadah Prince sambil tersenyum tapi intan tidak dia hanya diam menatap Rio dengan tatapan datarnya
"Sumpah ditatap sedingin oleh istri yang kita cintai lebih sakit dari kaki patah"Ucap Rio
"Udah-udah lebih baik kita gabung"Ajak Prince mendekati mereka
Prince disambut hangat oleh Tiara dan anak-anak nya sedangkan Rio seperti orang tidak punya istri karena intan masih sibuk bermain dengan Dania putrinya Gabriel
Gabriel mendekati Rio dia tertawa kecil seakan-akan mengejek adik sepupu nya itu
__ADS_1
"Hahaha di cuekin istri"Ucap Gabriel sambil menunjuk wajah Rio
"Niash Nial mau main gak sama Om?"Tanya Rio pada si kembar
"Mau main apa om?"Tanya Niash
"Apa aja"Jawab Rio
"Malesss"Jawab sikembar bersamaan
"Hahahaha"Ejek Gabriel sambil terus menunjuk wajah Rio lalu dia pergi menuju intan
Rio menatap Intan yang sedang bermain masak-masakan dengan Dania dan juga Hellen
Prince menepuk pundaknya Rio sambil ikut menatap intan
"2 bulan lagi mudahan ngidam nya jauhin lu berhenti"Ucap Prince
"Apa anak gua mau balas dendam yah gara-gara dulu sempat perlakukan intan gak baik?"Tanya Rio
"Mungkin aja biar lu menderita juga sama kaya intan dulu"Jawab Prince
"Mau nangis gua"Ucap Rio lalu dia mengibas-ngibaskan mata nya agar air matanya tidak jatuh dan Prince meraih kepala nya Rio lalu meletakkan di bahunya
"Ayyyyy"Panggil Rio dan intan menatap Rio dan dia hanya mengacungkan jempol ke Rio
"Aaaaaaarrrrtttttttttttt"Teriak Rio dengan lantang membuat semuanya terdiam lalu dia pergi masuk kedalam
Ada bunyi tembakan membuat Prince dan Willy langsung berlari tapi ternyata Rio yang menembak jendela depan mansion Prince dan dia masuk lewat sana membuat keduanya tidak bisa berkata-kata lagi melihat sikap Rio
"Pintu seluas itu kaya gak ada harga dirinya Dimata Rio"Ucap Prince
"Dia masuk lewat jendela yang pecah itu?"Tanya Willy dan Prince menganggukan kepalanya
Siang berganti malam Rio tidur dilantai dengan kasur kecil yang seukuran tubuhnya saja karena jika dia yang dikasur bisa-bisa intan akan tidur disofa atau dilantai demi menjauhi Rio
"Ayy kamu gak kangen gitu sama pelukan aku?"Tanya Rio sambil menatap langit-langit kamarnya sedangkan intan fokus pada ponselnya
"Kangen sih tapi aku gak mau dipeluk orang jelek mau nya Papi atau gak ka Prince"Jawab Intan
"Aku sama Prince 11 12 Ay bahkan gantengan aku mungkin masa kamu bilang aku jelek"Ucap Rio
"Ay malam ini aja yah aku tidur sambil peluk kamu"Ucap Rio dengan penuh permohonan tapi intan menggelengkan kepalanya
"Ayyyy atau gak aku cium kamu bentar yah"Tanya Rio lagi
"Gak mauuuu"Jawab Intan
Rio jadi kesal tapi dia hanya berguling-guling untuk meluapkan emosi nya
__ADS_1
Rio lalu menatap pintu menunggu kejutan yang prince dan Tiara buat agar intan bisa memeluknya sebentar saja tapi sampai dia tertidur Prince dan Tiara tidak ada muncul begitupun dengan intan mereka tertidur pulas