
Cio sejak tadi masih menangis digendong Rio membuat harus berputar-putar agar Cio berhenti menangis
"Omy Didi"Ucap Cio sambil menangis dia memeluk leher Rio sambil menempelkan pipinya dengan wajah Rio
"Dimana ada Omy Cio?"Tanya Rio pada Cio
"Omy Didi"Sebut Cio lagi
"Cio Mommy udah gak ada"Ucap Rio lembut pada Cio
"Omy Didi"Sebut Cio lagi
Disisi lain
Indra masih mengejar badut tadi ketika dia bisa menyusul dia langsung menarik kepala badut itu dan terlepas ternyata didalamnya bukan seperti dugaannya ataupun Rio dia bukan intan melainkan orang lain lalu Indra meminta maaf padanya lalu pergi lagi menuju tempat Rio
Dari balik tembok ada badut lain dia merasa lega karena bebas dari kepungan Indra dia masuk kedalam toilet wanita ketika sudah didalam dia melepaskan penutup kepalanya orang itu sangatlah mirip dengan intan dari segi mana pun
Dia mendumel tidak jelas karena Rio dan Indra mengejar nya
"Aku itu cuma badut kenapa malah kaya penjahat sih dibuat nya?"Ucapnya
Ponselnya berdering dia langsung mengangkat nya setelah nya dia mematikan ponselnya lagi lalu menutup kepala nya dan pergi menuju orang yang menelpon nya tadi
Orang yang menelpon nya adalah petugas tempat wisata disana dia adalah Tio teman Randi dulu
"Kaka"Ucapnya dia membuka sedikit kepalanya tapi Tio menutup nya karena dia tau kejadian tadi dari petugas yang lain
"Kamu tadi diapain Intan?"Tanya Tio
"Aku juga gak tau mereka kejar aku tapi untungnya aku bisa kabur ka"Jawab Intan
"Hari ini kamu pulang aja kaka takut kamu kenapa-napa"Suruh Tio pada Intan
"Kaka aku bosan dirumah"Rengek Intan pada Tio
"Kamu pulang! Emangnya kamu mau ditangkap mereka?"Tanya Tio pada Intan
"Iyah Kaka aku pulang"Ucap Intan dengan wajah masam nya
"Ya sudah ganti pakaian kamu pergi nya jalan belakang yah takut-takut nya kamu ditangkap mereka lagi"Ucap Tio dia mengangguk kepalanya lalu pergi
__ADS_1
Dia Menganti bajunya lalu dia pergi lewat jalan belakang sesuai perintah Tio
Intan pulang naik angkotan kota menuju rumah susun yang kumuh dengan masyarakat bawah
Intan sampai dirumah susunnya dia mengunci pintunya lalu dia merebahkan tubuhnya
"Anak kecil tadi benar-benar membuat ku sangat senang bahkan dia juga senang melihat ku"Ucap Intan
"Tapi dadaku berdegup kencang saat Ayah dari anak tadi menatapku bahkan wajahku memanas karena dia menatapku"Ucap Intan
"Jangan bilang aku jatuh cinta dengan suami orang? astaga gak boleh Intan"Ucap Nya sambil menepuk-nepuk pipi nya
Kepala nya tadi pusing lalu dia memijat-mijat kepalanya sendiri
"Kepala ku tiba-tiba pusing?aduh butuh asupan obat"Ucap Intan
"Aku lapar tapi disini gak ada makanan,aku malas harus kebawah lagi tuhan"Ucap Intan
Dia duduk lalu berdiri dia ingin membeli makanan untuknya karena dia belum makan siang
Dia berjalan menuju rumah makan dipinggir jalan dekat lampu merah
Disisi Rio
Rio sudah pergi dia sekarang berada dikemecetan jalan ibu kota tapi syukurnya Cio tertidur dikursi nya bahkan dia tertidur pulas
"Perasaan ku gak bisa bohong kalau badut itu pasti istriku tapi bagaimana bisa jika diistriku lalu siapa yang ku kuburkan 8 bulan yang lalu?"Tanya Rio
"Dia bukan nona tuan tapi hanya anak remaja"Jawab Indra
"Bisa kita lakukan pembongkaran makam untuk memastikan jika istriku memang sudah tiada agar aku tenang Ndra"Ucap Rio
"Tuan jika kamu lakukan itu bisa-bisa nona Tiara akan marah besar pada anda bahkan sampai sekarang nona Tiara bersikap dingin kan pada anda ?sampai ada pembongkaran makam mungkin dia akan mengamuk tuan"Nasehat Indra pada Rio
"Lebih baik pastikan dulu tuan daripada kita lakukan pembongkaran makam terdahulu bisa-bisa akan terjadi perpecahan di keluarga besar anda"Ucap Indra
"Kamu benar ndra, suruh anak buah kita untuk mengumpulkan badut yang ada di ibu kota ini lalu suruh mereka untuk mencari istriku pasti dengan cara itu kita akan berhasil"Ucap Rio
"Kurang efektif tuan lebih baik kita buat selembaran lalu bagikan ajak semua badut datang ke mansion tuan ,kita buat nona datang dengan sendirinya"Ucap Indra
"Apa kamu yakin jika istri ada diantara mereka dan dia akan datang?"Tanya Rio
__ADS_1
"Kalau dia masih hidup kenapa dia tidak pulang Ndra?apa dia lupa ingatan sampai lupa dengan ku dan anak nya?"Tanya Rio
"Mungkin saja tuan,tuan ingat dikepala nona mengalami pendarahan juga karena ulah Andrew"Ucap Indra
"Kemungkin nya sangat kecil jika nona masih hidup atau dia hanya orang lain tapi mirip dengan nona"Ucap Indra
"Istriku tiada duanya ndra"Sanggah Rio
"Tuan benar-benar nona masih hidup apa boleh aku memeluknya?"Tanya Indra
"Akan ku bakar kamu hidup-hidup ndra"Jawab Rio membuat Indra tertawa dengan lantang
"Jika nona hidup lagi mansion kita juga akan hidup lagi tuan"Ucap Indra
"Jangan membuat ku berkhayal ndra kalau seandainya semuanya cuma mimpi kesedihan ku akan datang lagi"Ucap Rio
"Tuan Nona Tiara sampai sekarang belum pernah menemui tuan Cio kenapa?"Tanya Indra
"Seperti nya dia mengkambing hitamkan putraku atas kematian istriku"Jawab Rio lalu dia menatap wajah Cio yang tertidur disampingnya
"Apa nona Tiara tega melakukan itu pada keponakan nya?"Tanya Indra
"Umur Cio sudah mau 1 tahun dia tidak ada niatan mau melihat putra ku?bahkan Prince juga diam akan hal ini ndra"Ucap Rio
"Jika benar istriku masih hidup aku akan sangat senang akan hal itu rasanya cahaya hidupku kembali bercahaya"Ucap Rio
"Semua hal yang menurut ku fiksi dan tidak nyata ketika dengan Ayang semuanya bisa terjadi"Ucap Rio
Mobil Rio berpapasan dengan intan tapi Rio menunduk kan kepalanya jadi dia tidak melihat yang sedang berjalan di pinggir jalan sambil memeluk nasi bungkusnya
"Apakah tuan ada niat untuk menikah lagi jika nona benar-benar sudah meninggal?"Tanya Indra
"Mommy Cio hanya satu yaitu Intan Rianti Wijaksono"Jawab Rio tegas
"Kamu terlalu posesif tuan bahkan tuan Cio hampir sulit disentuh karena larangan mu"Ucap Indra
"Anak ku terlalu suci untuk disentuh"Jawab Rio membuat Indra tersenyum
Rio menatap Cio yang sedang tertidur lalu dia mengelus rambut nya
"Cio semoga Mommy kamu benar-benar hidup yah"Batin Rio sambil terus mengelus rambut Cio yang masih tertidur
__ADS_1